
Sementara itu Mbak Lastri begitu mengkhawatirkan Vania yang sampai saat ini belum pulang. Ia pun mondar-mandir masuk keluar rumah.
“Mbak Lastri tenang saja, aku yakin tidak terjadi apa-apa dengan Vania,” ucap Cahaya pada Mbak Lastri.
“Iya nona Aya. Saya sudah berusaha tenang tetap saja tidak tenang. Saya takut terjadi apa-apa sama nona Vania. Soalnya dia tadi pas pergi dadanya masih terasa sesak.” Ucap Mbak Lastri pada Cahaya.
Cahaya pun tersenyum senang karena selama ini Vania benar-benar di rawat dengan orang yang benar-benar baik dan tulus. Dan khawatir setelah mendengar kalau Vania pergi dalam keadaan sakit.
“Sebenarnya Vania tadi pamit kemana Mbak?” tanya Cahaya.
“Bilangnya tadi mau ke rumah Mbak Aya, lah sekarang Mbak Aya ada di sini.” Jawab Mbak Lastri semakin panik.
Dan tak lama sebuah mobil masuk ke halaman rumah. Mbak Lastri senang begitu melihat Vania turun dari mobil dengan keadaan baik-baik.
“Tuh kan Mbak benar saya kalau Vania baik-baik saja, “ ucap Cahaya pada Mbak Lastri saat melihat Vania turun dari mobil.
“Iya nona Aya, sekarang saya tenang kalau nona Vania baik-baik saja.” Ucap Mbak Lastri.
“Kenapa nona Vania perginya sampai malam begini? Ini Mbak Aya malah nungguin nona Vania dari tadi.” tanya Mbak Lastri.
“Maaf sudah membuat Mbak Lastri khawatir. Sebenarnya aku memang berencana mau ke rumah mu Aya. Karena aku ingat semalam obat aku habis, aku putuskan pergi ke rumah sakit saja buat nebus obat.” Jawab Vania.
__ADS_1
“Kenapa Vania pergi sendiri? Tidak seperti biasanya yang selalu mengajak Om Archie.” Batin Cahaya.
Setelah itu, mereka bertiga pun langsung masuk kedalam rumah. Sedangkan Mbak Lastri menyiapkan makan malam.
“Sampai malam begini Om Archie tidak menghubungi aku sama sekali. Bahkan nomornya tiba-tiba juga tidak aktif. Aku datang ke apartemennya pun tidak ada yang membukanya.” Batin Vania bersedih.
-----------
Sementara itu, di apartemen Archie langsung menghubungi asisten Rey.
“Rey, tolong kamu datang ke apartemen dan bawalah satu dokter untuk memeriksa kakiku.” Pinta Archie lalu ponselnya mati karena kehabisan baterai.
“Nanti kamu tahu sendiri, cepetan kamu datang dan jangan lupa bawa dokter juga.” Jawab Archie dengan kesal.
Asisten Rey langsung menghubungi dokter Adel. Keduanya langsung menuju apartemen milik Archie.
Di dalam mobil dokter Adel banyak pertanyaan yang ditanyakan.
“Rey… siapa sebenarnya yang sakit?” tanya Adel penasaran.
“Nanti kamu akan tau sendiri, “ balas asisten Rey pada dokter Adel.
__ADS_1
Sesampainya di apartemen, asisten Rey langsung membawa dokter Adel ke lantai 10 di mana letak apartemen milik atasannya.
Asisten Rey langsung menekan kata sandi. Setelah berhasil asisten Rey langsung masuk ke dalam dan di susul dokter Adel dibelakangnya.
Archie menatap asisten Rey dengan sorot penuh tanda tanya.
“Maaf Pak. Terpaksa saya membawa dokter perempuan, dan kebetulan dokter Adel yang kosong.” Ucap asisten Rey panik.
Archie kembali menatap asisten Rey dengan tajam.
“Aku tidak mau dia memeriksaku. Kamu tahu sendiri kalau aku tidak suka di sentuh wanita lain selain Vania calon istriku.” Bisik Archie.
Asisten Rey hanya menjawab dengan mengangguk dan senyuman.
“Em… maaf dokter Adel sepertinya atasan saya tidak suka diperiksa oleh dokter perempuan.” ucap asisten Rey merasa bersalah karena sudah membawa Adel jauh-jauh malah yang di periksa tidak mau.
“Oh tidak apa-apa. Aku akan menghubungi dokter Candra untuk memeriksanya.” Balas Adel sambil menghubungi nomor dokter Candra.
“Terima kasih. Dan sekali lagi aku minta maaf. “ ucap asisten Rey.
“Tidak masalah. Dokter Candra sudah dalam perjalanan. Kalau begitu aku pamit. “ ucap dokter Adel lalu pergi meninggalkan apartemen milik Archie.
__ADS_1