Akhir Sebuah Cinta

Akhir Sebuah Cinta
BAB 23 : Pagi Yang Bahagia


__ADS_3

Pagi harinya...


Vania terbangun, Vania melihat jam dinding kamar sudah menunjukkan pukul 5 kurang 15 menit. Vania langsung bergegas masuk kamar mandi untuk mengambil air wudhu lalu melaksanakan sholat.


Setelah selesai sholat Vania keluar dari kamarnya dan menuju dapur untuk membantu Mbak Lastri membuat sarapan untuk kakek dan pamannya.


Vania terkejut saat mendapati pamannya yang sedang ada di dapur bersama Mbak Lastri.


“Lho kamu kok sudah bangun?” Tanya Archie kemudian tangannya menyentuh kening Vania kemudian pindah ke keningnya.


“Masih demam.” Ucap Archie sambil menatap wajah Vania yang berubah.


“Sekarang kamu balik ke kamar saja? Nanti kalau sarapannya sudah selesai Om akan memanggil mu.” Archie meminta Vania untuk balik ke kamarnya.


Vania menggelengkan-gelengkan kepala.


“Aku ingin membantu Mbak Lastri menyiapkan sarapan untuk Om Archie dan Kakek.” Ucap Vania tak enak hati karena sudah melihat Archie yang lebih duluan membuat sarapan untuknya.


“Tidak apa-apa. Lagian juga kamu masih sakit? Kalau kamu tidak mau balik ke kamar, lebih baik kamu duduk saja di meja makan, lima menit lagi sudah selesai kok.” Ucap Archie sambil mengelus pipi Vania.


Vania mengangguk sambil tersenyum malu-malu karena pagi-pagi sudah di perlakukan pamannya dengan baik.

__ADS_1


“Maafkan saya nona. Ini semua yang masak mas Archie, dari tadi mbak cuma bantu mengupas dan potong memotong sayuran saja.” Ucap mbak Lastri.


“Iya mbak gak apa-apa.” Jawab Vania.


“Kata mas Archie. Masakannya ini spesial untuk nona Vania saja.” Ucap mbak Lastri hingga membuat wajah Vania merah merona.


Ayah Pras mengerjapkan matanya saat mendengar suara ribut-ribut di dapur. Ayah Pras pun beranjak dari tempat tidurnya lalu menuju dapur sambil menahan rasa kantuknya.


“Kalian sedang ngapain? Pagi-pagi sudah ribut-ribut? Apa yang kalian ributkan?” tanya Ayah Pras dengan banyak pertanyaan.


Vania yang duduk jantungnya berdetak semakin kencang dan gugup saat mendengar suara kakek Pras yang ada dibelakangnya.


“Kamu duduk saja di situ.” Pinta kakek Pras.


Kemudian kakek Pras juga ikut duduk di meja makan. Vania hanya diam tanpa berkata apa-apa.


Sedangkan Archie masih sibuk dengan olahan sayurnya. Mbak Lastri sibuk menata masakan di atas meja.


“Selamat pagi Pak Pras.” Sapa mbak Lastri sambil tersenyum saat melihat Vania duduk berdua dengan kakeknya.


“Pagi juga mbak.” Jawab Ayah Pras.

__ADS_1


“Vania…” panggil Ayah Pras.


“Iya, Kek.” Jawab Vania.


“Kakek ingin mendengar jawaban dari pertanyaan semalam yang kakek ajukan ke kamu?” Tanya Ayah Pras.


Vania mengangguk sambil menatap wajah kakeknya.


“Iya Kek. Vania bersedia menjadi istri dari Om Archie.” Jawab Vania malu-malu.


Dan saat itu, Archie yang mendengar jawaban dari mulut Vania pun sangat terkejut dan campur senang.


“Apa aku tidak salah mendengar?” tanya Archie tak percaya. Kemudian mendekat ke tempat Vania yang malu-malu.


"Tolong kamu ulangi kembali agar aku percaya kalau telingaku ini tidak salah mendengarnya.' pinta Archie kepada Vania.


Dengan malu-malu Vania mengikuti dan mengulangi jawabannya.


"Aku bersedia menikah dan menjadi istri Om Archie." ucap Vania.


"Hore..." suara Archie bersorak kegirangan sehingga membuat orang-orang yang ada di meja makan tertawa bahagia.

__ADS_1


__ADS_2