
Di hotel Archie menyelesaikan semua pekerjaan Ayahnya dengan cepat dan tepat. Archie tidak ingin di saat acara pernikahannya dengan Vania Ayahnya tidak tenang dan masih memikirkan masalah pekerjaan yang saat ini sedang mengganggu pikirannya.
“Archie, Ayah ingin perusahaan yang di kota T kamu ambil alih? Kamu tau kan kalau Ayahmu ini sudah tua, sering sakit-sakit an juga.” ucap Ayah Pras.
Archie pun menimang-nimang ucapan Ayahnya.
“Baiklah Yah, aku akan membicarakan semuanya sama Vania, karena ada perasaan yang harus aku jaga, aku tidak mau mengambil keputusan tanpa persetujuan dari Vania. Jika Vania mengijinkan, aku akan mengambil alih perusahaan Ayah yang ada di kota T. Tapi, aku tidak akan tinggal di sana, di sini Vania juga masih kuliah. Aku akan usahakan semingu sekali atau dua kali untuk mengontrolnya. Dan aku akan menempatkan salah satu orang kepercayaan ku di sana.” Ucap Archie.
“Iya, Ayah berharap semoga Vania mengijinkan kamu untuk mengambil alih perusahaan Ayah. Dan, Ayah juga berharap Vania bersedia ikut datang ke kota T. Ayah akan memperkenalkan ke keluarga kita yang ada di sana kalau Vania adalah menantuku.” Ucap Ayah Pras dengan bangga.
“ya ya ya, aku akan membawa Vania ke sana setelah dia sah menjadi nyonya Archie dan menantunya Tuan Pras.” Jawab Archie sambil ketawa.
Setelah perbincangan Ayah dan anak selesai asisten Haris datang untuk mengingatkan kepada Tuan Pras kalau sudah waktu jam makan malam dan minum obat.
Asisten Rey langsung mengantarkan Archie ke apartemennya karena ingin segera istirahat. Asisten Rey pun menurutinya karena dirinya juga ingin segera istirahat.
“Terima kasih Rey. Jangan lupa besok pagi jemput aku jam 8.” Perintahnya.
“Baik, Pak.” Jawab Rey lalu melajukan mobilnya ke rumahnya.
Sementara itu, Vania dan Imut yang duduk di ruang tamu sambil membaca buku novel yang di beli tadi pagi tiba-tiba mendengar deringan ponsel berkali-kali pun tak dihiraukan.
“Nona Vania, Imut kalian berdua tidak dengar dari tadi ada suara telepon.” Ucap Mbak Lastri.
Vania langsung menutup novelnya dan kedua matanya membulat sempurna.
“Maaf Bu, saya tidak dengar. Jangan-jangan itu suara ponsel saya.” Ucap Vania lalu pergi ke kamarnya.
Vania melihat ponselnya dan terdapat 5 kali panggilan dari pamannya. Vania pun menghubungi pamannya.
“Mampus deh, jangan-jangan Om Archie marah lagi sama aku.” Gumam Vania saat teleponnya terhubung namun tidak di jawab oleh pemiliknya.
__ADS_1
Vania pun merasa sudah mengantuk dan tidak ingin membuat pamannya marah gara-gara teleponnya tidak di angkat Vania mengirimkan pesan.
✉️Vania
Maaf Om tadi Vania ada di ruang tamu, hp Vania ada di kamar.
Setelahnya mengirimkan pesan ke Archie Vania tertidur pulas hingga esok pagi.
-----------
Hari ini adalah hari dimana seharusnya Vania bahagia karena akan menikah dengan laki-laki yang begitu ia cintai. Namun, semenjak dirias oleh MUA yang di tunjuk oleh Ayah Pras, Vania selalu menangis karena teringat kedua orang tuanya.
“Udah dong nona nangisnya. Ibu sama Bapak pasti bahagia melihat nona Vania menikah dengan laki-laki yang begitu cinta dan menyayangi nona Vania.” Mbak Lastri pun menghibur Vania supaya tidak menangis terus.
“Iya Mbak nangisnya udahan, sebentar lagi Pak penghulu datang. Sedangkan pengantinnya belum siap.” Imut pun ikutan menghibur Vania.
Vania pun menghela nafasnya kemudian mengeluarkan dengan perlahan.
“Sambutlah kebahagiaan mu Nak! Jangan bersedih terus, ibu percaya kalau mas Archie akan membahagiakan mu.” Ucap Mbak Lastri sambil mengecup kening Vania.
Vania mengangguk, “Terima kasih karena selalu ada untuk ku, sampai kapanpun jangan pernah tinggalkan Vania.” Ucap Vania.
Mbak Lastri pun mengangguk. Imut pun memeluk Ibunya dari samping. Imut juga bahagia karena selama ini ibunya bekerja dengan orang yang tidak pernah menganggap sebagai art melainkan keluarga sendiri.
“Ya Allah limpahkanlah kebahagiaan untuk nona Vania dan mas Archie, berikanlah kesehatan kepada Ibuku supaya Ibu juga bisa menyaksikan aku menikah dengan laki-laki yang mencintai ku dan menyayangi ku.” Batin Imut sambil mengusap punggung ibunya yang bergetar karena menangis.
Tak berselang lama keluarga Archie datang. Salah satu pegawai Vania yang dimintai membantu pun memberitahu kedatangannya.
Prosesi ijab kabul pun segera di mulai. Semua keluarga dari pihak Archie sudah berkumpul hanya tinggal menunggu penghulunya dan calon wanitanya yang masih di rias. Karena kedua orang tua Vania sudah meninggal maka Mbak Lastri dan asisten Haris di minta untuk mendampinginya.
Setelah penghulu datang Archie di minta duduk di tempat yang sudah disediakan. Entah mengapa tiba-tiba di depan penghulu terasa gugup di bandingkan saat ujian sidang skripsinya.
__ADS_1
Karena kedua orang tuanya sudah meninggal dan sanak saudara juga tidak ada maka yang bertugas menikahkan Vania dengan Archie adalah wali hakim. Setelah mengisi beberapa berkas, penghulu pun memulai acaranya. Archie pun berjabat tangan dengan penghulu. Dengan satu kali tarikan nafasnya Archie mengucapkan janji sucinya hingga terdengar kata SAH di ruangan tamu rumah Vania yang sudah di sulap menjadi tempat yang begitu indah.
Setelah kata SAH terdengar Imut dan Novi langsung membawa Vania keluar dari kamar. Vania begitu anggun dan cantik saat mengenakan batik berwarna putih tulang hasil karya bunda Veli. Namun, di saat ijab kabul bunda Veli, Ayah dan Widia tidak bisa hadir.
Archie yang menatap Vania nampak anggun dan cantik berjalan ke arahnya yang di dampingi Imut dan Novi pun tak mengedipkan matanya sama sekali.
“Jangan bengong Pak.” Goda asisten Rey sambil tersenyum saat melihat wajah Imut juga terlihat cantik.
Vania pun berdiri di samping Archie lalu mencium punggung tangan Archie dan Archie pun mendaratkan ciumannya di kening Vania yang beberapa kali ia lakukan.
Archie pun menyematkan cincin pernikahan di jari Vania begitu juga Vania menyematkan cincin di jari Archie.
Setelah acara selesai mereka semua menikmati hidangan yang sudah di sajikan oleh Mbak Lastri karena hanya beberapa keluarga dari pihak Archie yang datang dan tak lupa tetangga dekat serta petugas setempat yang menjadi saksi pernikahan Archie dan Vania.
“Pak Archie, nona Vania selamat ya.” Ucap asisten Rey.
“Terima kasih Rey, terima kasih Pak.” Ucap Archie dan Vania barengan.
“Selamat ya nona, mas semoga menjadi keluarga sakinah mawadah warohmah dan cepat di karuniai anak.” Ucap Mbak Lastri. Vania pun menghambur ke dalam pelukan Mbak Lastri sambil menangis.
“Selamat ya Mbak Vania.” Ucap Imut kemudian Imut pun ikut memeluk dua wanita yang begitu menyayanginya.
Ayah Pras pun memberi ucapan selamat kepada Vania dan Archie.
“Selamat ya buat kalian berdua. Jangan lupa cepat kasih cucu buat Ayah.” Ucap Ayah Pras hingga membuat Vania malu karena mendengar kata cucu.
“Makasih ya kek.” Jawab Vania.
“Jangan panggil kakek. Panggil Ayah karena kamu sekarang sudah menjadi menantuku dan istri dari putraku.” Ucap Ayah Pras sambil merentangkan kedua tangannya agar Vania mau memeluknya.
Vania pun menoleh ke arah Archie. Setelah Archie mengangguk Vania pun berhamburan memeluk tubuh sang kakek dan sekarang menjadi Ayah mertuanya.
__ADS_1