
Malam harinya asisten Rey tiba di rumah Vania. Imut yang mendapat kabar kalau malam ini Rey calon suaminya datang ke rumah, Imut menyambutnya dengan senang hati.
“Selamat malam mas.” Sapa Imut ketika melihat Rey sudah di depan pintu. Imut langsung membawa Rey masuk ke ruang tamu. Imut mempersilahkan Rey duduk lalu meninggalkan seorang diri. Setelah itu Imut memberitahu ke ibunya dan Archie kalau Rey sudah datang.
“Silahkan duduk dulu mas, aku akan panggilkan mas Archie sama ibu.” Ucap Imut dan di angguki oleh Rey. Imut pun berjalan memanggil sang ibu dan Archie.
Beberapa menit kemudian terdengar ketukan pintu berkali-kali. Archie yang mendengar ketukan pintu pun beranjak untuk membukakan.
“Maaf mas saya hanya memberitahu kalau mas Rey sudah datang.” Ucap Vania saat melihat Archie membuka pintunya.
“Terima kasih, tolong kamu temani dia dulu ya, ini Vania lagi muntah-muntah.” Jawab Archie.
“Apa mbak Vania sakit mas?” tanya Imut khawatir.
“Mungkin efek hamil muda.” Jawab Archie tersenyum.
“Apa? Mbak Vania hamil mas?” tanya Imut tak percaya dan di angguki oleh Archie.
“Selamat ya mas, akhirnya isi juga mbak Vania.” Imut memberi ucapan selamat kepada Archie tak lupa Imut berjabat tangan lalu berjalan menuju dapur untuk membuatkan minuman untuk Rey.
----------
Imut membawa empat gelas berisikan minuman untuk Ibunya, Archie, Rey dan dirinya sendiri sedangkan Vania memilih berada di dalam kamar. Mereka bertiga sedang membahas acara lamaran Rey dan Imut.
“Apa kamu tidak malu menjadikan Imut sebagai istrimu?” tanya Mbak Lastri pada Rey.
“Tidak Bu. Saya tidak akan malu menjadikan Imut istri saya. Saya yakin dengan keputusan dan pilihan saya sendiri.” Jawab Rey dengan mantap.
“Kalau begitu tiga hari lagi lamaran akan di adakan di desa karena saya tidak ingin di kemudian hari ada fitnah seandainya tiba-tiba Imut menikah.” Ucap mbak Lastri.
__ADS_1
“Gimana kalau tiga hari lagi kalian berdua langsung menikah saja.” Archie memberikan saran dan membuat Imut tersedak saat meneguk minuman.
Rey yang duduknya lebih dekat dengan Imut langsung mengusap punggungnya. Sedangkan Mbak Lastri tak percaya apa yang barusan Archie katakan. Karena menikah itu butuh waktu lama untuk mempersiapkannya.
“Kalau kalian berdua oke, tiga hari lagi bukan hari lamaran. Tapi, kalian berdua akan menikah.” Ucap Archie.
Rey pun tersenyum karena mendengar ide atasannya.
“Ya, aku setuju.” Jawab Rey mantap.
“Kalau mas Rey sudah yakin dengan keputusannya untuk menjadikan aku istrinya_” Imut pun menjedah langsung menarik nafas dalam-dalam.
“Iya, aku bersedia menikah dengan mas Rey.” Ucap Imut.
----------
Pagi yang cerah. Vania keluar dari kamar dengan begitu senang karena semalam ia mendengar cerita dari suaminya klo hari minggu Imut dan Rey akan menikah. Namun, tiba-tiba perut perut bergejolak dan dia memilih berlari ke kamar mandi.
Vania muntah-muntah didalam kamar mandi. Mbak Lastri yang mendengar suara orang muntah-muntah didalam kamar mandi pun menghampiri.
“Lho nona Vania kenapa? Apa nona Vania sakit.” Ucap Mbak Lastri sambil memijit tengkuknya.
Vania menggelengkan kepalanya.
“Tunggu sebentar ya nona. Ibu mau ambilkan minyak angin biar sedikit enakan badannya.” Ucap mbak Lastri lalu pergi meninggalkan Vania di dalam kamar mandi.
Beberapa menit kemudian Mbak Lastri kembali lalu memberi minyak di area tengkuk Vania sambil di pijit. Setelah dirasa Vania mendingan mbak Lastri membawa Vania duduk di meja makan.
Archie yang melihat Vania berjalan di tuntun mbak Lastri pun cepat-cepat menghampiri.
__ADS_1
“Sayang....” Archie langsung membantu Vania duduk.
“Kamu muntah lagi?” tanya Archie yang khawatir dengan kehamilannya.
“Nona Vania habis muntah-muntah mas. Apa nona Vania sakit?” tanya Mbak Lastri pada Archie.
Archie menggelengkan kepala.
“Kalau nona Vania tidak sakit terus_”
Mbak Lastri seketika menutup mulutnya dengan telapak tangannya. Mbak Lastri bahagia.
“Jangan-jangan nona Vania hamil?” tebakan Mbak Lastri dan di angguki Archie.
“Selamat ya nona akhirnya sebentar lagi aku akan jadi nenek. Jangan lupa nanti mas Archie bawa nona Vania ke rumah sakit buat periksa kandungnya.” Pinta Mbak Lastri kepada Archie.
“Iya Mbak. Rencananya hari ini kita akan ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungan.” Jawab Archie sambil mengusap kepala Vania.
“Kalau begitu mbak mau lanjutin masak biar nona Vania sama mas Archie bisa sarapan.” Ucap mbak Lastri lalu berjalan ke dapur.
----------
Hari ini pun, Vania sudah kembali masuk kuliah seperti biasanya. Setelah menikah dengan Archie Vania masih menikmati menjadi seorang istri.
Beberapa tugas kuliah yang menumpuk pun ia bawa pulang. Dan beberapa jam duduk di depan komputer membuat Vania meletakkan kepalanya di kursi.
Tepat Vania meletakkan kepalanya di kursi Archie melihat dan seketika itu Archie berjalan menghampiri Vania.
Archie langsung membopong tubuh Vania dan menidurkan di atas tempat tidur. Dengan begitu lembut Archie menyibakkan rambutnya yang menutupi wajahnya.
__ADS_1
Archie pun mengecup kening Vania lalu turun ke perutnya yang masih rata lalu Archie pun masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.