
Archie pun menggandeng Vania keluar dari rumah sakit dan membawa pulang ke rumahnya.
Sesampainya di rumah Archie langsung membantu Vania keluar dari mobilnya dan membawa masuk ke dalam rumah.
Tiba-tiba langkah kaki Vania berhenti. Vania langsung melepaskan tangannya dari genggaman Archie.
Vania begitu terkejut dan campur senang karena sudah disambut oleh keluarga nya dan kedua sahabatnya, tak lupa Vania langsung berhamburan memeluk Mbak Lastri yang sudah menjaga selama di rawat di rumah sakit.
“Alhamdulillah, akhirnya nona Vania sudah di ijinkan pulang, sehat-sehat terus ya nona.” Ucap Mbak Lastri dan sambil mengusap punggungnya saat mendengar isak tangis Vania.
“Apa kamu tidak ingin memeluk Bunda sayang?” Ucap Bunda Veli dan seketika itu Vania berhamburan memeluk Bunda Veli.
“Bunda senang bisa melihatmu kembali ke rumah dan sehat seperti sedia kala.” Ucap Bunda Veli sambil memeluk Vania.
Vania yang melihat kedua sahabatnya dan kakak sepupunya pun berpindah untuk memeluknya.
Cahaya dan Widia terus memeluk Vania yang kini tubuhnya semakin kurusan.
Archie pun meminta kepada Mbak Lastri untuk membawa Vania masuk ke kamar untuk istirahat.
Mbak Lastri langsung membawa Vania ke kamar yang sudah di siapkan di lantai bawah.
Langkah Vania berhenti ketika Mbak Lastri tidak membawanya ke lantai satu.
“Kata Mas Archie mulai sekarang nona Vania tidak boleh tidur di lantai atas. Sekarang nona Vania tidur di kamar ini.” Ucap Mbak Lastri.
__ADS_1
Vania akhirnya menyetujui keputusan yang sudah di putuskan oleh pamannya untuk tidur di kamar ruang tamu.
Vania begitu terkejut saat melihat kamar tamu yang sudah di sulap menjadi kamar pribadinya.
“Ini semua Mas Archie yang mendekor kamarnya nona Vania. Kata Mas Archie biar nona Vania betah tidur di lantai bawah.” Ucap Mbak Lastri sambil tersenyum. Kemudian Vania naik ke tempat tidur.
----------
Malam harinya, suasana rumah terasa sepi. Air mata Vania tiba-tiba keluar dari kedua kelopak matanya.
“Ayah, Ibu, Vania kangen, begitu cepat Alloh memanggilmu.”
Sementara itu Archie yang perjalanan menuju rumah Vania terkena macet. Ia pun langsung menghubungi Mbak Lastri agar jangan membiarkan Vania sendirian di kamar.
Tok Tok Tok
“Masuk saja, pintunya tidak di kunci,” ucap Vania dalam kamarnya.
“Nona Vania baik-baik saja?” tanya Mbak Lastri saat melihat wajah Vania yang habis menangis.
“Aku hanya teringat dengan Ayah dan Ibu, Mbak.” Jawab Vania.
“Nona Vania yang ikhlas ya, supaya almarhum Bapak dan Ibu tenang di sana. Janji sehidup semati yang di ucapkan almarhum Bapak kepada Ibu sewaktu keduanya memutuskan untuk menikah akhirnya terwujud.” Ucap Mbak Lastri matanya pun mulai berkaca-kaca.
Vania mengangguk
__ADS_1
Tak lam kemudian Archie tiba di depan rumah Vania. Ia cepat-cepat keluar dari mobilnya dan mengeluarkan paper bag yang ia bawa untuk Vania.
‘’Aku besok ingin ke makam Ayah dan Ibu. Om Archie hanya janji-janji terus kepadaku.” Ucap Vania melemah.
Archie berhenti di depan kamar Vania. Archie pun mendengarkan perbincangan antara Vania dengan Mbak Lastri.
Tok Tok Tok
Mbak Lastri langsung menoleh ke arah pintu. Sedangkan Vania yang sejak tadi menangis pun hanya menunduk.
“Apa Mas Archie sudah sampai dari tadi? “ tanya Mbak Lastri pada Archie dengan sopan.
Archie menggeleng kepala. Kemudian memberikan paper bag kepada Mbak Lastri.
----------
Minggu pagi, Vania memasuki mobil Archie dan di temani Mbak Lastri. Mereka bertiga akan pergi ke makam kedua orang tuanya.
Seperti hari ini Vania termenung duduk di kursi penumpang sambil melihat ke luar jendela. Ia tiba-tiba meneteskan air mata, ia teringat saat bersama kedua orang tuanya.
Sepanjang perjalanan, Vania diam tanpa berkata sepatah katapun. Sedangkan Archie dan Mbak Lastri saling berbicara.
Vania mulai memejamkan matanya. Ia berpikir kenapa takdir begitu kejam kepadanya. Kenapa harus kedua orang tuanya yang di panggil terlebih dahulu. Sedangkan Vania belum bisa membalas budinya.
"Ayo turun." Ajak Archie setelah tiba di depan makam. Mereka bertiga langsung masuk dan menuju ke makam kedua orang tua Vania.
__ADS_1
Setibanya di gundukan tanah yang masih terlihat basah, mereka bertiga langsung duduk bersila dan membacakan surat yasin.
Vania yang tidak bisa menahan tangisnya pun akhirnya tangis Vania pecah dan seketika itu Archie mengusap punggungnya dengan lembut dan seketika itu Vania pingsang.