Akhir Sebuah Cinta

Akhir Sebuah Cinta
BAB 37 : Titik Temu


__ADS_3

Setelah makan malam, Vania masuk kamar. Sedangkan Mbak Lastri berbalas pesan dengan Imut.


Tiba-tiba ponsel Vania berdering berkali-kali dan mengganggu tidurnya. Vania langsung mengambil ponselnya yang ada di atas meja, lalu ia matikan ponselnya.


Pagi ini Vania dan Mbak Lastri pergi ke terminal untuk menjemput Imut.


Tiba di depan terminal Mbak Lastri mengambil ponsel di dalam tas. Mbak Lastri menatap layar ponselnya tertera nama Imut yang memanggilnya. Mbak Lastri pun langsung menggeser tombol hijau.


“Assalamualaikum, Bu! Aku sudah ada di depan terminal? Ibu sama mbak Vania ada di mana?” ucap Imut dengan senang.


“Waalaikumsalam, Nak! Ibu sudah ada di depan terminal juga. Ibu sudah lihat kamu? Coba kamu lihat ke depan, dekat minimarket.” Balas Mbak Lastri sambil melambaikan tangan.


“Oh ya, Bu! Aku sudah lihat Ibu. Tunggu sebentar Bu, aku akan menghampiri Ibu. Assalamualaikum.” Ucap Imut.


“Waalaikumsalam,” jawab Mbak Lastri.


Mereka berdua langsung mengakhiri panggilannya.


Imut pun berjalan menghampiri Ibunya. Setibanya, Imut mencium telapak tangan Mbak Lastri dan memeluknya, kemudian beralih menyapa Vania.


----------


Setelah menjemput Imut, Vania dan Mbak Lastri mengemasi barang-barang miliknya.

__ADS_1


Dengan mobil sewaan semua barang-barang langsung di angkut. Sedangkan Vania, Mbak Lastri dan Imut naik taksi.


30 menit kemudian mereka bertiga tiba di rumah barunya Vania. Mereka bertiga langsung masuk kedalam pekarangan rumah. Semua barang miliknya sudah ada di dalam rumah.


Rumah mungil terdiri dari tiga kamar, ruang tamu, dapur, kamar mandi dan ada ada sisa pekarangan di bagian belakang depan membuat Vania begitu nyaman meskipun tak sebesar rumah lamanya.


Vania menghela nafas setelah selesai menata. Vania pun melirik jam pada pergelangan tangannya.


“Mbak, kamarnya kan ada tiga sambil nunggu tokonya jadi sementara Mbak Imut sekamar dulu ya sama Ibu ya?” ucap Vania.


“Gak apa-apa Mbak, lagian juga aku senang kalau sekamar sama Ibu. Iya kan Bu.” Jawab Imut sambil menatap wajah Ibunya.


“Iya, nona Vania gak usa sampek gak enak gitu sama kita berdua.” jawab Mbak Lastri.


Sore menjelang malam, mereka bertiga duduk di ruang tamu sambil menikmati makan malam.


Dengan rasa percaya diri Rey masuk kedalam ruangan atasannya.


“Selamat malam, Pak! Sudah waktunya pulang,” sapa Rey sambil mengingatkan.


“Selamat malam juga, Rey. Nanggung tinggal sedikit. Oh ya, Ngomong-ngomong apa sudah ada kabar soal Vania?” tanya Archie.


“Sudah, Pak!” jawab Rey dan saat itu Archie langsung menatap wajah Rey.

__ADS_1


“Benarkah itu? Katakan Rey, Vania sekarang ada di mana?” tanya Archie dengan tak sabar.


“Mereka masih ada di sekitaran kota sini, Pak. Pastinya di mana saya masih belum ada info selanjutnya.” Jawab asisten Rey.


“Kamu harus secepatnya mendapatkan dimana Vania sekarang tinggal.” Ucap Archie tegas.


“Baik, Pak! Secepatnya saya akan menemukan alamat rumah nona Vania.” Balas asisten Rey dengan yakin.


Hanya mendengar kalau Vania masih ada di kota S membuat dirinya begitu lega. Archie pun mematikan laptopnya karena suasana hatinya tiba-tiba menghangat.


“Apa besok aku ada jadwal meeting?” tanya Archie.


“Tidak ada, Pak! Dari pagi sampai malam tidak ada jadwal meeting.” Jawab Archie.


“Kalau tidak ada jadwal meeting besok pagi aku akan meninjau cafe yang ada di daerah selatan. Tiga bulan lagi semua kalangan anak kuliahan sudah masuk. Aku akan memastikan sudah sampai mana pekerjaan nya. Untuk kerjaan kantor aku percayakan sama kamu.” Ucap Archie.


“Baik, Pak!” jawab asisten Rey.


Setelah itu keduanya sama-sama keluar dari ruangan Archie.


Sampai di apartemennya, Archie duduk sambil memandangi foto Vania.


“Maafkan aku, sayang. Aku yakin aku akan menemukan mu.’ Batin Archie

__ADS_1


Archie pun meremas rambutnya karena sudah meninggalkan Vania hampir 8 bulan. Saat ini Archie benar-benar menyesal karena tidak memberitahu sebenarnya kepada Vania.


Setelah itu Archie masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


__ADS_2