Aku Dan Adik Cantikku

Aku Dan Adik Cantikku
Pesta Di Mulai.


__ADS_3

Audy tertawa kecil. "Iya iya, lo paling ganteng."


"Mana Levi?" tanya Aldo.


"Ada, lagi tiduran di kost lo," jawab Reihan.


"Ya sudah kita ke kost saja dulu."


Setelah berpamitan dengan pegawai salon itu. Mereka bertiga menemui Levi di kost Aldo. Levi terlihat tidur pulas dengan air liur yang menetes sampai ke bantal.


Reihan dengan segera membangunkan Levi dari tidurnya. Levi terbangun dengan gerayapan.


"Tidur mulu lo!" cibir Reihan.


Audy mengulum bibirnya menahan tawa melihat expresi Levi saat terbangun.


"Gue nungguin lo bertiga lama, ketiduran deh," alasan Levi.


"Cepet lo mandi sana, pakai sabun biar wangi," ucap Reihan.


"Gue sudah mandi ya," balas Levi.


"Kapan?" tanya Reihan.


"Tadi di rumah."


"Tadi waktu tidur lo tu ngeces, dari pada nanti malu-maluin, mending lo mandi lagi saja deh," ucap Reihan.


"Tau nie, Levi. Cepet mandi lagi sana. Jangan lupa pakai baju bagus kayak Aldo," sahut Audy.


"Iya, bawel!" Levi lalu menuju kamar mandi.


"Levi 'kan mandinya lama ya," ucap Reihan.


"Mandinya yang cepet gak pakai lama!" teriak Audy.


"Bawel! Kalau mau cepet gosokin badan gue," ucap Levi.


"Gue tonjok lo!" Kesal Audy.


Aldo hanya tersenyum senyum melihat pedebatan mereka bertiga.


"Kalian itu rame banget ya, gue jadi iri sama kalian," ucap Aldo.


"Dari dulu kita memang selalu kayak gini, selalu dibuat jengkel sama Levi," jawab Reihan.


"Tapi kalau gak ada Levi kayaknya bakalan hambar deh," ucap Aldo.


Reihan dan Audy menaik-turunkan kepalanya.


"Walaupun Levi selalu bikin jengkel, tapi memang sih gue akuin dia pandai memecah suasana," ucap Audy.

__ADS_1


Levi keluar setengah telanjang hanya memakai handuk yang melingkar di pinggangnya.


"Levi lo apaan sih!" pekik Audy sambil menutup mata dengan tangannya.


"Apaan sih, gue mau ambil baju," balas Levi.


"Gue 'kan cewek, lo pakai telanjang lagi." Audy terus meracau.


"Siapa yang telanjang, gue masih pakai handuk kali."


"Ya tetap saja. Lo pikir gue nafsu apa."


"Kalau lo gak nafsu, ngapain mata lo ditutup."


"Gak usah banyak ngomong. Cepetan pakai baju sono!"


"Iya bawel. Ini lagi ngambil."


Reihan dan Aldo tak henti tertawa. Tingkah Levi benar-benar membuat mereka berdua terpingkal.


"Ampun deh, Levi." Reihan geleng-geleng kepala.


Levi keluar dari kamar mandi tampak keren dengan kemeja putih dilapisi jas biru gelap yang membuatnya tampak berbeda.


"Keren juga lo, Lev." puji Audy.


"Siapa dulu dong, Levi!!!"


"Oke, sudah siap. Mari kita berangkat." Aldo boncengan dengan Levi, sedangkan Reihan mengikuti dari belakang. Audy menunggu di kost nya Aldo.


Lima belas menit perjalanan. Aldo, Levi dan Reihan menyusun rencana. Reihan menungu di ujung gang rumah tante Sonia, Levi dan Aldo masuk bersama dengan tamu yang datang.


Suasananya sudah sangat ramai, banyak pasangan wanita dan pria saling bemesraan di halaman rumah. Levi memutar kepalanya melihat ke segala arah melihat banyaknya gadis cantik dan makanan yang sudah tersedia.


"Makan dulu, Bos." Levi terlihat bersemangat.


Aldo mencengkram tangan Levi. "Boleh, tapi ingat kita datang ke sini mau ngapain."


"Beres, Bos."


Dari arah pintu masuk, Ryan tersenyum hangat menghampiri Aldo.


"Renaldo Promes ... selamat datang. Lo sendirian?"


"Sama Levi." Aldo menununjuk ke meja panjang yang di penuhi oleh berbagai macam jenis kue. Levi sambil mengunyah makanan tersenyum melihat Ryan.


"Oh, ayo masuk. kita party." Ryan mengajak Aldo masuk.


Aldo memberi tanda kepada Levi untuk mengawasi gerak-gerik Ryan. Levi sambil membawa kue diam-diam mengikuti mereka berdua.


Ryan mengajak Aldo duduk di sofa panjang sambil menikmati minuman yang telah disediakan waiter keliling. Manik mata Aldo melirik dua orang tinggi besar tengah berjaga di depan kamar. Aldo mengenali dua orang itu. Mereka berdua orang yang telah memukuli Aldo. Sontak gigi geraham Aldo mengeras menatap tajam dua orang itu.

__ADS_1


Ryan yang berada disampingnya menepuk pundak Aldo. "Lo kenapa, Do?"


"Lo kenal dua orang itu?"tanya Aldo dengan mata merah.


"Kenal sih gak, cuma dia itu anak buah istri gue," jawab Ryan.


Aldo menghela napas, terbongkar sudah siapa dalang di balik pengeroyokan Aldo. Di tengah keramaian, dua orang tinggi besar itu tampak tidak mengenali Aldo.


"Gue ke belakang dulu ya," ucap Aldo.


Ryan mengangguk mempersilahkan Aldo ke toilet. Levi diam-diam mengikuti Aldo dari belakang. Pintu toilet di tutup Levi dan Aldo masuk di toilet yang sama.


"Ternyata dalang yang ngeroyok gue adalah Sonia," ucap Aldo lirih.


"Ada masalah apa Bos sama tante Sonia?" tanya Levi tak kalah pelan.


"Mungkin dia sudah tau rencana gue sama Audy."


"Kita cari tau lagi, Bos."


Aldo mengangguk, mereka berdua keluar toilet bergantian memastikan keadaan aman. Aldo kembali ke tempatnya Ryan, sedangkan Levi tengah asik mencicipi makanan.


Saat Aldo di toilet, Ryan sudah mencampur minuman yang sengaja di sediakan untuk Aldo dengan obat tidur pemberian dari Sonia.


"Ini minuman paling enak di sini, lo harus coba." Ryan meminum minuman soda itu.


Aldo tersenyum penuh dengan curiga, pasti ada yang tidak beres dengan minuman itu. Aldo pun dengan sengaja menyenggol minuman itu hingga terjatuh ke lantai.


"Sorry, gue gak fokus," ucap Aldo saat melihat tumpahan minuman itu penuh dengan busa.


"Gimana sih lo, Do. Gue 'kan sudah susah-susah buatin minuman itu untuk lo." Ryan mulai kesal.


"Sorry, bro. Gue gak sengaja," balas Aldo.


Rencana yang pertama gagal. Ryan melakukan rencana yang kedua. Sonia keluar dari ruangan yang di jaga dua orang bertubuh tinggi besar itu. Dengan penampilan seperti ratu, Sonia berjalan lenggak-lenggok bak seorang model naik di atas podium.


"Halo bestie-bestie ku, malam ini kita party!" seru Sonia diiringi dengungan mikrofon.


Para undangan pun besorak gembira menyambut kedatangan sang empunya pesta. Ryan terlihat tersenyum kecut menatap Sonia dari atas podium, aldo secara jeli memperhatikan raut wajah Ryan. Sonia melirik Aldo duduk dengan Ryan.


"Lo kenapa kayak gak suka gitu?" pancing Aldo.


"Gak pa-pa, cuma mules saja, mau ke toilet dulu," jawab Ryan.


Di toilet Ryan nenelpone anak buahnya yang semua perempuan untuk menjalalankan rencana kedua. Gadis pelayan cantik datang dari belakang podium memberikan makanan dan minuman untuk tamu undangan.


Penampilan dari salah satu band tanah air menghentak rumah besar itu. Suasana riuh dengan alunan musik pop yang dibawakan sang vokalis.


Salah satu pelayan wanita yang cantik datang menawarkan minuman, namun dengan sigap Levi mengambil minuman itu dari tangan Waiter seksi itu.


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2