
Reihan melihat audy senyum-senyum sendiri dari kaca spion. "Kok lo senyum- sendiri sih! Lo mau kagak."
"Iya mau!"
Saat sampai di rumah, Audy kembali tersenyum menaruh tangan kanannya di atas dada saat mengingat Reihan. Sebelum Audy belum pernah mengalami perasaan sebahagia ini.
"Audy ... kamu ngapain?" Ayu baru pulang dari toko kuenya, melihat Audy yang senyum-senyum sendiri.
Audy tersadar dari lamunannya. "Gak pa-pa, Ma. Audy lagi belajar yoga."
"Belajar yoga itu di halaman belakang, bukan di ruang tamu," ucap Ayu.
Audy tersenyum nyengir. "Nanti saja, Ma. Kalau yoga beneran. Ini 'kan lagi belajar."
Ayu mengelengkan kepala. "Adik kamu sudah pulang?"
"Belum Kelihatannya, Ma? Coba deh lihat ke kamarnya."
"Ya sudahlah Mama mau ke kamar dulu. Jangan ngelamun lagi, nanti bisa kesambet," ucap Ayu.
Audy baru tersadar tadi dia mengingat Reihan. Dan semakin lama semakin sering dia mengingat Reihan. Apa Audy mulai jatuh cinta?Audy memukul-mukul kepalanya sendiri. Dia tidak boleh jatuh cinta dengan Reihan.
Malam tiba, Audy terlihat rapi dengan penampilan barunya memakai celana skinny dan kemeja panjang bergaris berwarna merah. Audy terlihat cantik dan montok.
Nadia juga tidak mau kalah, dia hendak malam mingguan dengan Aldo. Nadia lebih feminim memakai kain dres selutut dan tas kecil yang melingkar di tangan kirinya.
"Kak Audy mau kemana? Rapi amat?" tanya Nadia.
"Ada acara makan-makan di kantor perhutani," jawab Audy.
"Pasti menyenangkan ya."
Audy tersenyum. "Lo mau kemana, Nad?"
"Mau jalan sama Aldo."
Tak berselang lama suara klakson motor Reihan berbunyi. "Itu Reihan. Kakak duluan ya, Nad?"
"Iya, Kak. Hati-hati."
Audy menghampiri Reihan di depan rumah. Reihan melongo dengan penampilan baru Audy.
"Keren amat lo malam ini, pasti karena mau gue ajak jalan ya." Reihan tersenyum sambil menaik-turunkan alisnya.
Audy tanpa berkata membalas senyuman Reihan. Dia duduk di belakang masih dalam kondisi tersenyum.
Reihan melajukan motornya.
Di perjalanan Reihan kembali melihat Audy tersenyum dari kaca spion.
"Lo ngapain senyum-senyum sendiri sih. Nanti gigi lo bisa kering."
"Biarin, senyum 'kan ibadah." Audy bersandar di punggung Reihan dan melingkarkan tangannya di perut Reihan.
Reihan terkejut. "Audy ... lo lagi sakit?"
Audy tersadar dari lamunannya dan segera melepas lingkaran tangannya. Audy tertunduk malu dengan Wajah merah padam.
__ADS_1
"Lo lagi sakit?"tanya Reihan sekali lagi.
"Iya nie kurang enak badan," alasan Audy.
Reihan langsung menarik tangan Audy kembali melingkarkan di perutnya.
Audy tersentak.
"Kalau lo gak enak badan bilang dari tadi," ucap Reihan.
Audy hanya terdiam, memejamkan mata, lalu kembali bersandar di punggung Reihan.
Sesampainya di kantor perhutani, Teman dan senior Audy tampak terkejut dengan penampilan dan perubahan tubuh Audy.
"Wish ... lama gak kelihatan. Makin cantik saja lo," ucap Salah satu senior yang lain juga menimpali.
Audy menyunggingkan senyum, bergaya di depan teman dan seniornya. "Gimana ... keren 'kan penampilan gue."
"Berubah 180 derajat, makin cantik. Kalau dulu mah culun," ucap salah satu senior yang disambut tawa teman-teman Audy.
"Yuk makan sambil kita bicara program untuk kedepannya." Ketua menyuruh kedalam menuju ruang makan.
Mereka selesai makan pukul sepuluh malam. Audy dan Reihan hendak pulang.
"Rei ... ke Mall dulu yuk!" ajak Audy.
"Ngapain malam-malam gini, lagian lo 'kan katanya lagi sakit?"
"Siapa yang sakit, sudah ayo ah." Audy mendahului Reihan.
Reihan mematung menatap kosong, dia tampak berpikir. Maksudnya Audy tadi melingkarkan tangan di perut Reihan apa?
Reihan menghampiri Audy menuju Mall terdekat. Disana Audy tampak mencari baju yang pas untuknya.
"Beli baju lagi?" tanya Reihan.
"Iya dong."
"Banyak amat duit lo."
"Gue minta sama bokap."
Reihan berdecak. "Habis ini kita langsung pulang ya."
"Iya."
Reihan menunggu Audy di luar kios, mendongak ke segala arah. Tanpa sengaja Reihan melihat Aldo dengan wanita selain Nadia tampak mesra menuruni eskalator. Reihan kembali masuk ke dalam menghampiri Audy
"Ada Aldo," bisik Reihan.
"Ya biarin sajalah, ngapain sih ngurusin Aldo." Audy sedang fokus memilih baju mana yang pas untuk badannya.
"Aldo sama perempuan lain," ucap Reihan.
Audy menatap Reihan, lalu keluar dari kios baju untuk memastikan. Aldo terlihat merangkul seorang perempuan dengan mesranya.
"Sialan tu anak," geram Audy.
__ADS_1
Audy segera membayar pakaian pilihannya, lalu berjalan menemui Aldo. Namun, Reihan menahan Audy.
"Kamu mau kemana?"
"Ya mau nglabrak si playboy itu lah!" Audy berontak berusaha melepaskan cengkraman Reihan.
"Jangan dulu, mending kita ikuti saja dulu. Mau kemana mereka." Reihan melepas cakalan tangannya.
Audy setuju dengan Reihan. Mereka berdua mengikuti kemana Aldo pergi. Aldo terlihat membawa keluar dari Mall masuk ke dalam mobil bersama perempuan itu. Reihan dan Audy mengikuti dari kejauhan sampai Aldo tiba di sebuah apartemen.
"Mau ngapain mereka berdua Masuk apartement," Audy penasaran memfoto Aldo untuk dijadikan bukti.
"Sepertinya gadis itu pacarnya Aldo deh."
"Gue harus kasih tau Nadia."
"Setuju." Mereka berdua kembali pulang.
Sesampainya di rumah, Nadia terlihat sedang membuat konten. Audy menunggu di ruang tamu. Setengah jam berlalu Nadia selesai dengan atifitasnya.
Audy menghampiri Nadia. "Malam-malam gini kok masih buat konten, Nad?"
"Buat besok, Kak. Besok Nadia mau jalan sama Aldo lagi. Takutnya gak sempat buat konten."
Audy menjadi ragu untuk memberitau kepada Nadia tentang Aldo.
"Aldo punya adik ya?"
"Gak tau sih, Kak. Dia gak pernah cerita. Tapi, Aldo itu punya sepupu cantik namanya Amanda."
Audy kembali berpikir, apa benar gadis yang bersama Aldo tadi sepupunya. Tapi kenapa begitu intim Aldo dengan perempuan itu.
"Tumben Kak Audy ngebahas Aldo. Memang ada apa?"
Audy tersenyum simpul. "Gak ... Kakak cuma pengen tau saja. Kakak ke atas dulu ya. Sudah ngantuk."
Nadia mengangguk membereskan perlengkapan kontennya.
Pagi harinya saat Audy hendak berolah raga dia menelpon Reihan untuk segera ketemuan di taman kompleks. Reihan menyanggupi ajakan Audy. Mereka berdua sembari joging, juga membicarakan tentang Aldo dan gadis yang bersamanya
"Kita duduk dulu yuk!" ajak Reihan yang sudah kelelahan.
"Lo tau gak kemarin Nadia ngomong apa."
"Emang ngomong apa?"
"Aldo itu punya sepupu cewek," jawab Audy.
"Lo percaya sama Aldo, gue sih gak percaya," ucap Reihan.
"Gak tau juga sih."
"Kalau memang cewek tadi malam sepupunya, ngapain sampai dicium dirangkul segala. Gue itu tau gimana sifatnya Aldo," ucap Reihan.
"Gimana kalau kita selidiki Aldo dan cewek itu,"ucap Audy.
"Gak deh, makasih. Gue malas berurusan dengan Aldo."
__ADS_1
"Kenapa? Lo takut?"
Bersambung ...