Aku Dan Adik Cantikku

Aku Dan Adik Cantikku
Audy Ke Rumah Aldo.


__ADS_3

Audy turun dari tangga melihat papa dan mamanya sedang berada di depan pintu.


"Mama, Papa ... ada apa?" tanya Audy.


"Adik kamu mau menikah," ucap Ayu.


"Hah ...! Mama serius." Audy terkejut mendengarnya.


"Iya."


"Menikah sama siapa?" tanya Audy menderu.


"Ya sama Aldo lah pacarnya."


"Kenapa tiba-tiba Nadia mau menikah? Mama sama Papa gak curiga apa dengan Nadia."


"Ya curiga. Tapi, Nadia sudah menjelaskan. Itu sudah keputusan mereka."


Audy pun berpikir tentang Reihan. Kalau Reihan sampai tau, dia pasti bakalan sedih mendengar kabar ini.


Di perjalanan, Nadia terus saja meracau kepada Aldo.


"Nanti kamu yang giliran ngomong, tugasku sudah selesai," ucap Nadia.


"Iya."


Tak berselang lama mereka sampai di rumah keluarga Aldo. Sebelumnya Aldo sudah menghubungi Papanya yang bernama Tio Kusumo. Seorang pengacara teman dari Reno.


Levi yang sedang menyiram bunga sejenak menghampiri Aldo ketika mobilnya terparkir di halaman rumah.


"Si bos, datang-datang bawa cewek," celetuk Levi.


"Sudah Jangan banyak nanya. Papa ada?" tanya Aldo.


"Ada di dalam."


Nadia tersenyum manis menatap Levi. "Duluan ya, Lev."


Levi tersenyum melihat body Nadia yang aduhai.


Di dalam rumah, Seorang dengan kumis tebal dan Jas hitam duduk terbuka di ruang tamu. Nadia dan Aldo menghampiri orang tersebut.


"Ada apa kamu menyuruh Papa pulang?"


Aldo dan Nadia duduk berdampingan. "Aldo pengen nikah, Pa."


Tio mengangkat satu alisnya. "Papa gak salah dengar, Kan?"


Aldo menggeleng. "Aldo telah melakukan kesalahan, Pa."


Sontak Nadia menatap tajam Aldo.


"Kesalahan apa?" tanya Tio.


"Aldo telah menghamili Nadia, Pa."


Nadia dengan sengaja menginjak Kaki Aldo dengan sepatu higheels nya. Aldo pun kesakitan.


"Kamu apa-apaan sih. Perjanjiannya gak kayak gini, Do." Nadia menatap tajam Aldo. Nadia tidak peduli di depannya ada papanya Aldo.


"Kamu tenang dulu, biar aku jelasin," ucap Aldo masih merintih kesakitan.


"Papa sudah paham apa maksudmu, Papa akan menyetujuinya."


"Gak kayak gitu, Om. Anak Om sudah menyalahi janji," protes Nadia.

__ADS_1


"Om mengerti apa yang kamu rasakan. Dulu, Om menikahi Mamanya Aldo juga karena terpaksa, tapi seiring berjalannya waktu, Mamanya Aldo bisa menerimanya," ucap Tio.


Nadia terdiam menatap tajam Tio.


"Anak sama Bapak sama bejatnya," batin Nadia.


"Kapan kalian akan menikah?" tanya Tio.


"Minggu ini, Pa."


Tio tersenyum. "Wow ... cepat sekali. Kalian sudah gak sabar ya. Sudah bilang sama orang tua pacar kamu."


"Sudah, Pa. Nadia ini anak dari temannya Papa sewaktu kuliah. Namanya om Reno."


"Reno ... kamu anak dari Reno Lesmana?"


Nadia mengaminkan.


Senyum lebar terpancar di wajah Tio. "Aku sudah lama tidak bertemu sahabatku yang satu itu. Bagaimana kabar papa kamu?"


"Sehat, Om."


"Tak kusangka setelah sekian lama. Aku bisa bertemu lagi dengan Reno," ucap Tio.


Aldo memegang tangan Nadia. "Ya sudah, Aldo pergi dulu ya, Pa. Mau mengantar Nadia pulang."


"Iya. Hati-hati. Salam dari papa kamu, Nadia?"


"Iya, Om." Nadia tersenyum.


Aldo dan Nadia beranjak dari tempat duduknya bergandengan tangan.


"Lo memang gak bisa dipercaya," bisik Nadia saat keluar menuju halaman.


"Cepet jelasin ke gue," desak Nadia saat Aldo mulai menyetir.


"Papa ku itu sudah tau kebusukan gue yang gonta-ganti cewek. Kalau gue bilang menikah dengan lo secara tiba-tiba dengan alasan yang sama, dia pasti tidak percaya."


"Yang namanya buaya itu memang saling tau sama tau ya," kesal Nadia.


"Tenang saja rahasia lo bakalan aman. Yang penting bokap sama nyokap lo gak tau tentang lo yang hamil. kalau bokap itu bisa jaga ucapan."


"Tapi awas kalau sampai kebongkar. Lo akan gue tuntut."


"Iya santai saja gak usah marah-marah kayak gitu."


Tak berselang lama Nadia dan Aldo sampai di depan rumah. Nadia turun dari mobil melambaikan tangan saat mobilnya Aldo berjalan. Audy sudah menunggu di depan teras rumah.


Audy menghampiri Nadia. "Lo mau nikah sama Aldo?"


Nadia mengangguk sambil berjalan menuju rumah. Audy berjalan mengiringi Nadia.


"Lo tau 'kan Aldo itu bajingan. Lo gak dengerin omongan gue ya, Nad?"


"Sudah deh, Kak. Nadia capek besok harus mengurus acara pernikahan." Nadia masuk kamar.


Audy masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan Nadia. Dia berketakad akan mencari tau sendiri. Langkah pertama Audy hendak ke rumahnya Aldo. Dia menelpone Levi beralasan ingin mampir di rumahnya. Dengan senang hati Levi menyambutnya.


Audy segera menuju rumahnya Aldo menaiki taksi. Lima belas menit berselang, Audy sudah sampai di depan gerbang perumahan tempat tinggal Aldo. Levi sudah sudah menunggu di depan memakai sepeda motor.


"Lama nunggunya ya?" Audy tersenyum basa-basi kepada Levi.


"Santai. Ayo naik, gue sudah siapin makanan yang enak buat lo."


"Eits tunggu dulu, Aldo ada di rumah gak?"

__ADS_1


"Ngapain sih cari bos Aldo." Levi terlihat kesal.


"Ada gak?"


"Lo sebenarnya mau main ke rumah atau mau cari bos Aldo?" tanya Levi.


"Dua-duanya. Ada gak Aldo nya."


"Ada."


Bersambung ...


Audy pun naik dibelakang Levi.


"Kalau lo pengen cari bos Aldo, kenapa lo nelpon gue. Bikin gr saja lo?" tanya Levi.


"Gue gak punya nomornya Aldo," jawab Audy.


"Kan bisa minta sama gue."


"Gue pengen ngasih kejutan sama bos lo itu."


"Lo memang ribet."


Levi memarkirkan motornya di halaman rumahnya.


"Lo pangggilin Aldo ya."


Levi mengangguk. "Lo masuk dulu deh."


Audy berjalan di belakang Levi menuju ruang tamu. Rumahnya Aldo begitu besar dengan banyak guci besar maupun kecil yang ada di dalam rumahnya.


Audy duduk melipat kaki sambil melihat foto yang ada di dinding rumah. Levi menaiki tangga menuju kamarnya Aldo.


"Bos, ada yang nyari!" panggil Levi mengetuk pintu kamar.


Aldo membuka pintu. "Siapa yang nyari?"


"Audy Salernitana," jawab Levi.


"Ngapain dia kesini. Bilang saja gue gak ada."Aldo hendak menutup pintu, tapi Levi menghalanginya.


"Gue sudah bilang kalau bos ada di rumah."


Aldo pun menonyor kepala Levi, lalu keluar menemui Audy. Aldo melihat Audy duduk di ruang tamu, begitupun dengan Audy.


"Ada apa lo cariin gue?" tanya Aldo saat duduk di hadapan Audy.


Audy berdehem. "Lo mau nikah sama adik gue?"


"Kalau iya memang kenapa?"


"Apa tujuan lo tiba-tiba ngajakin nikah Nadia?"


Aldo tersenyum sinis. "Adik lo yang ngebet mau nikah sama gue."


"Gak mungkin, Nadia itu masih muda, gak mungkin dia kepikiran untuk menikah."


"Kalau gak percaya lo tanya saja sama Nadia." Levi berbicara datar.


"Lo apain adik gue?" tanya Audy mengeraskan rahang.


"Maksud lo apa? Gue gak ngerti." Aldo terkekeh.


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2