Aku Dan Adik Cantikku

Aku Dan Adik Cantikku
Reihan Di Labrak.


__ADS_3

Di kantin, Aldo sedang menceritakan kejadian kemarin saat Nadia di antar Reihan. Aldo becerita kepada Nadia kalau Reihanlah yang hendak mencelakainya.


"Gue udah duga, Do! Kalau dia memang ada niat jahat dengan gue. Jangan-jangan selama ini dia berteman dengan Kak Audy hanya untuk ngedeketin gue," ucap Nadia kesal.


"Mungkin saja, kamu harus berhati-hati dengan Reihan, sayang?"


Nadia mengangguk sambil tersenyum tipis. Nadia merangkul Aldo, lalu bersandar di pundaknya.


"Gue kasihan sama kak Audy. Gue harus gimana ya, Do?" tanya Nadia.


"Kamu bicarakan baik-baik sama kakakmu," ucap Aldo.


"Gue bingung harus mulai dari mana. Gue takut kalau dia marah. Kan gue baru baikan sama dia setelah setahun berantem."


"Dari pada kakakmu terus dimanfaatkan sama Reihan. Itu malah membuat kakakmu menderita," bujuk Aldo.


Nadia mengangkat kepalanya menatap Aldo. Dia mengangguk sambil menyunggingkan senyum. Aldo tersenyum merapikan rambut Nadia yang menghalangi pandangannya.


"Bos!" panggil Levi dari kejauhan.


Aldo memutar manik mata saat melihat Levi. "Ada apa?"


"Ini bos kunci mobilnya." Levi meletakkan kunci mobilnya Aldo di meja.


"Tugas lo sudah selesai?" tanya Aldo.


"Beres bos." Levi nengacungkan kedua jempolnya.


"Ya sudah sana, gue lagi sama ayang beb nie," ucap Aldo.


"Oke, bos. Bagi duitnya dong bos, buat beli rokok," bisik Levi.


Aldo berdecak, merogoh dompetnya nemberikan uang seratus ribu kepada Levi. "Nie ... pergi sana."


"Siap." Levi membentuk sikap sempurna memberi hormat kepada aldo, kemudian pergi dengan langkah cepat.


Aldo menggeleng menatap Levi. "Tu anak, gak bisa ya sehari gak teriak-teriak."


Nadia menahan tawa. "Gak pa-pa kali buat hiburan."


"Iya juga sih, kalau ada Levi suasana jadi cair," ucap Aldo.


"Do, gue masuk kelas dulu ya, ada jam kuliah nie," ucap Nadia.


"Iya, Sayang. Semangat ya."


Nadia tersenyum lalu memberikan ciuman di pipi Aldo. Nadia beranjak dari tempat duduknya. Aldo melihat punggung Nadia sampai Nadia masuk kelas.


Aldo mengambil hp nya yang berada di saku celananya, mencari nomor telpon, lalu mendekatkan benda pipih itu di telinga.


📲" Halo, sayang. Nanti malam jadi, kan?"


📲"Jadi dong, sayang. Aku tunggu di tempat biasa."

__ADS_1


📲"Oke deh, sayang. Jangan lupa pakai baju seksi ya."


📲"Pasti dong, sayang. Apa sih yang gak untuk kamu."


Aldo terkekeh, lalu mematikan hp nya. Aldo segera beranjak menuju kelas.


Di sisi lain, Audy dan Reihan sudah selesai jam kuliahnya. Tinggal menunggu nanti siang ada jam kuliahnya pak Bambang.


"Makan dulu, Rei. Perut gue sudah keroncongan nie." Audy memegang perutnya yang berlemak.


"Ah, lo ... baru juga jam sepuluh, satu jam lagi deh," tawar Reihan.


"Gak bisa, Reihan. Cacing dalam perut gue sudah demo minta makan." Audy dengan paksa menarik tangan Reihan menuju kantin.


Mereka berdua duduk berhadapan di satu meja. Pelayan kantin menghampiri Aldo dan Audy.


"Mau pesan apa?"


"Pesen soto ukuran jumbo sama es jeruk," ucap Audy.


"Gue teh anget aja," ucap Reihan.


"Ngirit amat sih lo, Rei!" cibir Audy.


"Bukannya ngirit, gue belum laper."


"Makan nanti sama sekarang 'kan sama aja, Rei." Audy terus mendesak Reihan.


"Ya bedalah!" sahut Reihan.


"Kalau sekarang gue belum lapar, kalau nanti gue pasti lapar. Enakan mana, makannya orang lapar apa orang kenyang?"


"Orang lapar sih ...." Audy berpikir sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Nah! Itu tau ...." Reihan menggebrak meja hingga Audy terperanjat.


"Reihan! apaan sih!" Audy melempar tisu ke arah Reihan sambil tersenyum melihat Reihan.


Pesanan Audy datang, Audy tersenyum sumringah menyambutnya. Segera dia makan soto ukuran jumbo itu. Reihan hanya melihat Audy sambil minum teh hangat pake sedotan.


"Ah ... kenyang ...." Audy memegang perutnya yang semakin membesar.


Reihan menggeleng melihat kelakar Audy. "Sudah makannya?"


Audy mengangguk. "Kita ke taman siswa yuk!"


Audy dan Reihan biasa ke taman siswa karena tempatnya yang masih asri. Biasanya mereka berdua duduk sambil membaca buku sampai jam makan siang atau menunggu kelas berikutnya.


"Gue ke kantin dulu ya, lo mau ikut gak?" tanya Reihan.


"Gak ah, gue masih asyik nie," jawab Audy yang sedang fokus bermain game.


"Ya udah, gue duluan ya?" Reihan berjalan menuju kantin.

__ADS_1


Disana juga ada Nadia dan Aldo yang selalu lengket. Reihan duduk di antara banyaknya keramaian mahasiswa yang bersahut memesan makanan.


Nadia yang melihat Reihan langsung menghampirinya memukul meja Reihan, menatapnya dengan tajam.


"Lo kemarin mau apain gue!" bentak Nadia.


Para pengunjung yang sedang makan pun terfokus melihat Nadia yang memarahi Reihan.


Reihan menatap Nadia merasa bingung. "Lo apaan sih, datang-datang marah gak jelas. Gue ini senior lo, sopan dikit ngapa."


Nadia tersenyum sinis sambil menunjuk-nunjuk Reihan. "Senior kurang ajar kayak lo gak pantes di sopanin."


Aldo menghampiri Nadia berusaha menenangkannya. "Sudah-sudah gak enak di lihat orang."


"Ingat ya, kalau lo berani kurang ajar sama gue lagi, gue laporin lo ke polisi!" ancam Nadia.


Nadia pun kembali ke tempat duduknya didampingi dengan Aldo. Para penonton yang melihatnya pun bersorak ke arah Reihan, lalu kembali melanjutkan acara makan siangnya.


Reihan benar-benar kacau hari ini, seharian dia menahan amarahnya. Padahal Reihan hendak berbuat baik kepada Nadia. Namun, malah dia yang dituduh hendak berbuat kurang ajar.


Nafsu makan Reihan pun hilang, dengan menahan amarah, dia pergi dari kantin menuju tempat parkir. Moodnya sudah hilang, dari pada dia melanjutkan jam kuliah dengan kondisi marah lebih baik dia pulang menenangkan diri.


Audy yang menunggu Reihan di taman siswa pun mengeluh. "Reihan mana sih, gak biasanya dia lama makannya. Jam kuliah 'kan mau di mulai."


Audy beranjak dari tempat duduknya, menuju kantin. Disana tidak ada Reihan, kantin terlihat sepi. Hanya beberapa Mahasiswa yang masih asyik mengobrol.


Audy mendekati mahasiswa itu. "Lo lihat Reihan gak?"


"Gak lihat, tadi adik lo marah-marah noh sama Reihan," jawab mahasiswa itu.


"Marah-marah kenapa?" tanya Audy penasaran.


Mahasiswa itu mengangkat bahunya.


Audy berjalan menuju parkiran, sepeda motor Reihan sudah tidak ada di parkiran. Audy pun menelpon Reihan.


📲"Halo, Reihan."


📲"Ada apa."


📲"Lo pulang ya?"


📲"Iya, gue lagi gak mood nie."


📲"Kenapa?"


📲"Gak pa-pa."


📲"Katanya lo habis dilabrak sama adik gue?"


📲"Sudahlah jangan dibahas lagi, gue mau tidur ngantuk." Reihan mematikan hp nya secara sepihak.


📲"Rei, halo! Reihan."

__ADS_1


Audy menghela napas sambil memperbaiki bando yang melingkar di kepalanya, lalu melihat jam yang melingkar di tangan kirinya. Jam kuliah pak Bambang segera dimulai. Audy bergegas menuju kelas sebelum telambat.


Bersambung ...


__ADS_2