Aku Dan Adik Cantikku

Aku Dan Adik Cantikku
Berusaha Bangkit


__ADS_3

Reihan dan Audy pun keluar dari diskotik itu.


"Sialan memang Levi, gara-gara dia kita gagal ngasih bukti kepada Nadia," umpat Audy.


Reihan bertolak pinggang sambil mengusap wajahnya yang berkeringat. "Coba lo bilang sama Nadia kali, saja dia percaya sama omongan lo.


Audy mengangguk. Mereka berdua pun meninggalkan diskotik itu.


Di sisi lain Levi memberitahu Aldo kalau Reihan dan Audy baru datang kesini.


"Kurang ajar! Dari mana mereka tau!" pekik Aldo.


"Mungkin mereka mengikuti bos saat mau datang kesini," ucap Levi.


Aldo menatap Levi tajam. "Tapi aman, kan?"


"Aman. Bos tenang saja selama di sini ada Levi semua masalah jadi lebih muda." Levi membusungkan dada.


Aldo dengan tatapan sinis menonyor kepala Levi. "Lagak lo."


Levi nyengir menatap Aldo.


"Kenapa sih, sayang?" tanya Amanda yang bergelendotan di leher Aldo. Amanda terlihat sedang mabuk.


"Gak ada apa-apa, sayang. Hanya masalah kecil," jawab Aldo.


Levi yang melihatnya hanya bisa menelan ludahnya. Apalagi Amanda memakai pakaian terbuka yang memperlihatkan lekuk seksi tubuhnya.


Aldo yang melihat Levi tergoda dengan Amanda menyuruhnya segera pergi. Levi dengan segera pergi bergabung dengan teman-temannya yang lain.


Amanda yang sedang mabuk sudah tidak tahan lagi mengajaknya untuk menyewa kamar. Aldo yang memang mengajak Amanda untuk tujuan itu, dengan senang hati dia menerima permintaan Amanda.


"Kamu mau ke hotel mana?" tanya Aldo manja sambil menenggak miras yang ada di gelas.


"Terserah kamu, Sayang. Kemanapun kamu mengajakku, aku akan nurut karena malam ini aku untukmu." Amanda membelai wajah tampan Aldo berbicara dengan manja.


Aldo menyeringai menatap Amanda, lalu mencium bibir tebalnya. Amanda mendesah memejamkan matanya.


"Malam ini bawa aku ke langit ketujuh, sayang."


"Tentu saja, Sayang. Malam ini adalah malam kita." Aldo berbisik sambil memapah Amanda.


"Bos mau kemana?" tanya Levi saat melihat Aldo pergi.


"Sudah ... lo di sini saja. Kalau lo mau makan atau teler tinggal bilang saja nanti biar gue yang bayarin," Ucap Aldo.


"Siap, bos!" Levi membentuk sikap sempurna.


Aldo terkekeh melihat tingkah Levi.


"Bro, kira-kira bos mau kemana tu sama Amanda?" tanya Levi kepada salah satu teman.

__ADS_1


"Lo kayak gak tau bos saja. Ya ginilah." Salah satu teman memberi tanda memasukan jempol ke jari telunjuknya.


Levi tertawa, lalu kembali berjoged. "Dasar si bos."


Di tempat lain, Audy yang sudah sampai di rumah hendak memberitahu kepada Nadia siapa Reihan sebenarnya.


"Nad, gue mau ngomong sama lo," ucap Audy saat Nadia sedang di ruang tamu.


"Ngomong apa, Kak?" Nadia merubah posisi menghadap Kakaknya.


"Tapi lo jangan marah ya, soalnya ini agak sensitif."


"Apaaan sih, Kak. Serius amat kelihatannya." Nadia sedikit takut dengan apa yang hendak diucapkan kakaknya.


Audy sedikit ragu, tapi dia harus sampaikan hal ini. "Ini tentang Aldo, Nad?"


Nadia terbelalak, dia berpikir Audy sudah tau apa yang terjadi antara Aldo dan dirinya.


"Aldo ke-kenapa, Kak." wajah Nadia menjadi tegang.


Audy menghirup napas panjang, lalu menghembuskan secara kasar. "Kakak tadi lihat Aldo sama cewek lain, Nad?"


Nadia megernyitkan dahi, lalu menghembuskan napas kasar, dia terlihat lega. Namun, Nadia penasaran tentang cerita Audy.


"Dimana, Kak?"


"Di diskotik," jawab Audy.


"Kakak tadi ke diskotik," ucap Nadia kaget.


"Kirain Kakak ke diskotik."


"Lo gak marah sama Aldo?" tanya Audy.


"Positif thingking sajalah, Kak. Mungkin itu cuma temennya Aldo," ucap Nadia.


Audy menepuk keningnya. "Mereka itu sampai ciuman bibir di depan umum, Nadia."


Nadia memalingkan wajah, lalu berdiri dari tempat duduknya. "Nadia ke kamar dulu, Kak."


Audy merasa ada yang mengganjal dari Nadia. Tidak biasanya Nadia pucat dan tidak bersemangat seperti itu. Dia pun bersikap biasa saat Audy bercerita tentang kebusukannya Aldo.


Dikamar Nadia tidur tengkurap sambil terisak. Diam-diam dia memikirkan ucapan dari Audy. Kalau yang diucapkan kakaknya itu benar, Nadia akan menjadi wanita bodoh yang terperangkap jebakan Aldo.


Nadia menyesal telah berhubungan dengan Aldo. Dia memukul-mukul bantal melampiaskan kekesalannya.


...***...


Esok hari Nadia mulai berangkat ke kampus. Matanya masih merah akibat kurang tidur. Sebentar lagi akan memasuki akhir semester. Berarti akan libur panjang. Bisanya mahasiswa seperti Nadia akan bersiap untuk melakukan liburan. Namun, Nadia tidak berpikir untuk berlibur.


"Lo sudah sehat, Nad?" tanya Audy saat bersiap berangkat.

__ADS_1


Nadia mengangguk.


"Berangkat bareng sama kakak yuk!" ajak Audy.


"Yakin kakak mau ninggalin Reihan?" goda Nadia.


"Ihh ... kenapa sih. Reihan cuma teman kakak tau." Teman, tapi Audy ingin dianggap lebih dari teman.


Nadia tersenyum tipis, melangkah mendahului kakaknya. Audy berjalan di belakang Nadia. Dari kiri jalan, Reihan datang dengan motor vespanya, lalu berhenti di hadapan Audy dan Nadia.


Reihan membuka helm nya. "Ayo."


"Hari ini gue berangkat bareng Nadia dulu deh, Rei."


"Tumben."


Audy berdecak, melotot ke arah Reihan. "Sudah deh, Rei."


"Oke." Reihan menghidupkan motornya mendahului Audy.


"Kita naik apa enaknya ya, Nad?" tanya Audy.


"Naik taksi online saja, Kak. Lagian waktunya masih lama."


Audy memesan taksi online. Tak berselang lama taksi itu datang. Mereka berdua duduk di belakang supir taksi. Di perjalanan Nadia hanya diam, matanya menatap kosong ke depan. Audy diam-diam memperhatikan adiknya itu.


Sesampainya di kampus, Nadia melihat Aldo dan Levi berjalan. Nadia tidak mau bertemu dengan Aldo, tapi Levi dengan kacamata besarnya melihat Nadia sedang berjalan cepat menuju kelas.


Tanpa pikir panjang, Aldo mengikuti Nadia. Diam-diam Audy juga mengikuti Nadia di belakang Aldo. Nadia duduk di kelas, lalu Aldo datang. Nadia terkejut, wajahnya menjadi masam.


"Nad ... gue seneng lo bisa datang ke kampus," ucap Aldo memasang wajah melas.


Nadia tidak menjawab, dia memalingkan wajahnya dari Aldo.


"ini pasti gara-gara Audy yang melihat gue sama Amanda," batin Aldo.


"Nad ... gue sekali lagi minta maaf ya.


Nadia tetap diam, berwajah masam. Aldo dengan cepat memegang tangan Nadia berlutut meminta maaf. Nadia menjadi panik.


"Lo apaan sih, Do? Lepasin tangan gue." Nadia berusaha melepaskan tangannya, tapi tenaga Aldo lebih kuat.


"Gue gak mau ngelepas tangan lo sebelum lo maafin gue," mohon Aldo.


Aldo kembali melakukan sandiwara. dia sudah tau cara menaklukan Nadia. Audy yang melihat kelakuan Aldo pun gatal ingin melabraknya.


"Heh lo ...!"


Nadia dan Aldo menoleh, Audy menghampiri mereka berdua. Aldo dengan cepat melepas tangan Nadia, lalu berdiri.


"Lo jadi laki-laki jangan maksa cewek dong!" bentak Audy.

__ADS_1


"Ini bukan urusan lo," timpal Aldo.


Bersambung ...


__ADS_2