Aku Dan Adik Cantikku

Aku Dan Adik Cantikku
Rencana Reihan 2


__ADS_3

esok harinya, Audy kembali berniat untuk diet. Dia tidak boleh lagi tergoda dengan makanan apapun. Reihan sengaja tidak sarapan Di rumah dia ingin kembali menggoda Audy dengan makanan kesukaannya.


"Ma, Audy berangkat ke kampus dulu, Reihan sudah datang tu."


"Semangat ya, sayang!" seru Ayu.


Audy tersenyum kepada mamanya, lalu berjalan menghampiri Reihan.


"Yuk, Rei!" Audy memakai helm duduk di belakang dengan posisi miring.


Reihan menghidupkan mesin motornya melaju dengan kecepatan sedang.


"Gue sarapan dulu ya, Dy?"


"Lha ... memang tadi lo belum makan," ucap Audy.


"Belum ... gue akhir-akhir ini kurang selera sama masakan rumah," balas Reihan.


"Ya sudah deh, tapi jangan lama-lama ya."


"Siap. Aku mau makan di warung padang saja."


Reihan mampir di warung padang yang berada di pinggir jalan. Audy mencium bau harum yang menggoda selera. Reihan sengaja memesan makanan yang masih hangat supaya Audy tergoda.


"Lo sudah sarapan?" tanya Reihan saat menu pesanan ada di meja.


"Gue lagi diet," jawab Audy."


"Ooo ... gue makan dulu ya." Reihan mulai makan di depan Audy.


"Enak, Rei?" tanya Audy yang terus melihat Reihan makan.


"Enak banget, sumpah! Lo harus coba, Dy."


Audy menaik-turunkan jakunnya, ingin rasanya dia mencicipi makanannya Reihan.


"Lo yakin diet, dari tadi ngelihat gue mulu?" tanya Reihan.


Audy menyunggingkan senyum.


"Kalau lo mau pesen aja, Dy. Cuman dikit mah gak bakalan bikin lo gendut," bujuk Reihan.


"Gitu ya, Rei."


"Ngapain lo tahan-tahan. dietnya nanti saja pas lagi bulan puasa." Reihan terus mempengaruhi Audy.


"Dikit gak pa-pa kali ya." Audy mulai terpengaruh.


Reihan mengangguk. "Iya, dari pada kamu penasaran."


"Ya udah deh, aku pesen juga."


Reihan tersenyum, rencananya berhasil. Audy memesan satu porsi nasi dan ayam, dengan lahapnya dia makan menggunakan tangan kanannya. Dengan juga cepat dia menghabiskan makanannya.


"Gimana enak, kan?" Reihan menaik-turunkan alisnya.


"Enak banget, Rei."


"Ya sudah, yuk kita lanjut ke kampus," ucap Reihan.

__ADS_1


Audy mengangguk, berjalan membelakangi Reihan dengan perut yang sudah terisi.


sesampainya di kampus, Audy dan Reihan duduk di taman siswa sambil menunggu jam kuliah. Hari ini memang tidak ada jam kuliah pagi. Jadi Audy dan Reihan bisa bersantai dulu.


Di pinggir taman, Audy dan Reihan melihat Aldo sedang meminta belas kasihan Nadia untuk memaafkannya.


"Ngapain itu si Aldo?"tanya Audy kepada Reihan.


"Paling belangnya sudah ketahuan," jawab Aldo.


"Maksud lo?" tanya Audy


"Gak ... sudah fokus saja baca bukunya, bukan urusan kita," ucap Reihan.


Audy mengangkat bahu.


Sedangkan Aldo terus membuntuti Nadia. " "Nad, lo Sampai kapan sih, terus ngediemin gue."


Nadia terus berjalan tanpa mempedulikan ucapan Aldo.


Aldo menghentikan langkahnya. "Pokoknya gue gak akan nyerah ngejar lo, Nadia!"


Levi menghampiri Aldo dengan napas yang terengah-engah. "Gimana, bos. Berhasil?"


Aldo menatap Levi, lalu menonyornya. Aldo bejalan neninggalkan Levi.


"Bos, tunggu!" Levi mengejar Aldo.


Siang yang terik, Reihan mengajak Audy untuk makan siang di kantin. Duduk di meja yang sama saling berhadapan.


"Lo mau makan apa?" tanya Reihan.


Reihan terkekeh. "Lo masih mau diet? Sudah besok-besok saja deh. Hari ini lo harus makan, gue pesenin makanan buat lo."


"Tapi, Rei ..."


"Gak ada tapi-tapian, oke."


Reihan memesan dua mangkok nasi lengkap dengan lauknya.


"Gue pesenin ikan lele kesukaan lo," ucap Reihan menaruh pesanan di meja.


Audy tersenyum ragu- ragu untuk menolak atau menerimanya.


"Sudah gak usah banyak mikir, makan saja." Reihan langsung menyantap makanannya.


Audy secara perlahan mencicipi makanannya.


"Gimana, rasanya."


Audy mengangguk, sambil tersenyum kepada Reihan. Audy langsung memakannya dengan lahap, bahkan dia menghabiskan makanannya duluan dari pada Reihan.


"Mau nambah lagi?" tanya Reihan.


"Nambah satu piring lagi boleh kali ya," jawab Audy.


"Boleh! Boleh banget malah. Pak! Teman saya nau nambah satu piring lagi!" seru Reihan.


siang itu Audy menghabiskan dua piring nasi dan dua ekor ikan lele. Reihan yang melihat Audy kekenyangan mengulum bibirnya menahan tawa.

__ADS_1


"Habis ini kita langsung pulang ya, Rei." Audy mengajak Reihan pulang.


"Iya, habis ini kita pulang. Lo santai saja dulu biar agak lega an," jawab Reihan.


"Iya nie. Kelihatannya kekenyangan deh gue." Audy memegang perutnya.


"Kagak ... kan biasanya lo juga habis dua piring."


Audy bersendawa, lalu tersenyum. "Iya juga ya?"


Suasana kantin begitu ramai, kursi yang di sediakan untuk pengunjung sampai melebihi kapasitas. Sampai beberapa Mahasiswa menggelar tikar duduk lesehan di luar kantin.


"Pulang yuk, Rei! Gue hari ini mau ke gym bareng Nadia," ucap Audy.


Reihan membulatkan mata, bisa gawat kalau Audy nanti ke gym sama Nadia. Apalagi Nadia punya pelatih fitnes. Reihan kembali mencari cara agar Audy gagal ngegym dengan Nadia.


"Boleh, tapi gue ke Mall dulu ya, ada sesuatu yang pengen gue beli. Lo mau ikut, kan?" bujuk Reihan.


"Boleh deh, tapi jangan lama-lama ya,?"


"Beres." Reihan menuju Mall terdekat hanya berjalan-jalan saja mengelilingi Mall.


Sudah satu jam Reihan berada di Mall tanpa membeli sesuatu.


"Rei! Kita sudah satu jam nie muter-muter di Mall. Lo sebenernya mau beli apa sih."


"Baju. Kemarin ada di sini, tapi sekarang kok sudah gak ada ya?" Reihan menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.


Audy berdecak. "Ya ampun, Rei? Bilang kek dari tadi. Mungkin sudah dibeli sama orang."


Reihan tersenyum nyengir. "Mungkin ya."


"Sudah ah, ayo pulang."


Reihan tiba-tiba memegang perutnya sambil menggeliyat tidak jelas.


Audy jengah memutar bola matanya. "Kenapa lagi, sih!"


"Gak tau nie, perut gue tiba-tiba sakit. Gue ke toilet dulu ya. Lo tunggu di sini jangan kemana-mana." Reihan langsung berlari menuruni eskalator.


"Rei! Toiletnya 'kan ada disana? Kenapa lo turun!"


"Toilet disana rusak." Seru Reihan sambil berlari menuruni eskalator.


Audy kesal mengeraskan rahang, lalu dia duduk di kursi panjang di sebelah wahana permainan. Reihan berlari menuju parkiran segera mencabut busy yang ada di motornya, lalu kembali ke tempat Audy dengan senyum yang lebar.


Audy melirik kesal. "Sudah ke toiletnya!"


Reihan mengangguk tersenyum kepada Audy.


"Ya sudah ayo pulang, gue gak mau terlambat lagi ke gym." Audy beranjak dari tempatnya berjalan menuju parkiran.


Reihan mengikuti dari belakang. "Memang jam berapa kamu ke tempat gym?"


"Nanti jam empat gue harus berangkat," jawab Audy.


"Yaela ... baru setengah tiga, gak usah buru-buru kali?"


"Bukannya gitu, Rei. Kemarin gue sudah ngecewain Nadia. Gue gak mau ngecewain dia lagi." Audy tiba di parkiran memakai helm duduk di belakang Reihan dengan posisi miring.

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2