
"Setelah ini rencana kamu apa?" tanya Audy sambil menatap laut lepas dengan memakai kaca mata hitam.
"Aku punya keinginan menjadi fotografer alam. Aku ingin berkelilng Indonesia." Reihan tersenyum menatap Audy.
"Wow ... pasti mengasyikan bisa keliling Indonesia," ucap Audy disertai deburan ombak.
"Kamu mau ikut?" tanya Reihan lirih.
"Mama-papa aku pasti tidak mengizinkan. Mereka lebih suka aku kerja di kantor," jawab Audy.
"Kalau begitu setiap kali aku menemukan tempat yang indah di negeri ini, aku akan mengirimnya untuk mu."
Audy mengangguk. "Boleh."
Sunset mulai terlihat, warna langit yang cerah berubah menjadi kemerah. Matahari terlihat menampakan sinar terbaik di lembayung senja. Reihan dan Audy saling berpelukan menutup penghujung sore menjadi malam hari.
Di kamar Audy tampak berpikir sambil merebahkan diri di atas ranjang. Dia ingin memberi kejutan kepada Reihan. Reihan pernah berkata kalau dia ingin sekali memilki kamera keluaran terbaru. Audy tersenyum menatap atap langit.
Hari di lalui Audy dan Reihan dengan hati yang sedang berbunga-bunga Setiap minggu sekali Audy mengajak Reihan nonton di bioskop. Reihan selalu cemberut dengan film yang di pilih Audy. Reihan lebih suka film action berbau konspirasi, sedangkan Audy selalu mengajaknya menonton film yang romantis.
Sebulan sudah berlalu, Audy masih ingin melanjutkan studynya ke jenjang yang lebih tinggi. Dia ingin mengambil gelar S2. Sedangkan Reihan masih berkutat mencari lowongan kerja. Audy tau Reihan akan sulit mencari kerja. Jiwa pemberontaknya tidak akan kuat untuk berada di satu ruangan.
Nadia melanjutkan kuliahnya setelah anaknya lahir. Anak laki-lakinya diberi nama Wisnu Chandra Lesmana. Terinspirasi dari dewa Wisnu yang memberi kesuburan. Aldo bekerja di kantor papanya, rencananya dia juga akan sekolah lagi supaya menjadi pengacara kondang.
Audy terlihat tengah membungkus hadiah dengan rapi.
"Hadiah buat siapa, Kak?" tanya Nadia saat baru pulang kuliah.
__ADS_1
Audy hanya menyunggingkan senyum, lalu pergi membawa hadiah tersebut. Audy berada di cafe tengah menunggu seseorang, hari ini turun hujan. Reihan datang dengan sedikit pakaian basah, lalu mengibaskan rambutnya ke belakang.
"Ada apa?" tanya Reihan berusaha mengalahkan suara air hujan.
Audy langsung memberikan kado yang sudah di bungkus dengan rapi itu.
"Buat gue?" tanya Reihan.
Audy mengangguk menyunggingkan senyum.
"Gue buka ya," ucap Reihan.
Reihan terkejut saat tau hadiah yang di berikan untuknya adalah camera canon keluaran terbaru. Matanya seketika membulat, mulutnya membuka tidak percaya.
"Ini beneran buat gue?" tanya Reihan dengan wajah tidak percaya.
Reihan tampak senang tidak bisa berkata-kata lagi. Dia hanya bisa memeluk Audy sambil mengucapkan terima kasih. Audy ikut senang menepuk-nepuk pundak Reihan.
"Lo gak usah cari kerja lagi, mending lo kejar impian lo," ucap Audy melepas pelukannya.
Dengan mantap Reihan mengangguk. "Gue akan jadi jurnalis, menulis di blog dan memotret tempat indah di negeri ini. Gue janji gak akan ngecewain lo."
Audy mengangguk. "Gue percaya sama lo."
Satu bulan kemudian, Reihan menjadi jurnalis lepas. Hari ini dia akan melakukan petualangannya keliling Indonesia. Tempat pertama yang akan dia kunjungi adalah Aceh. Reihan ingin membuat film dokumenter tentang budaya di aceh.
Reihan berpamitan kepada Audy saat di Bandara. Audy mencium pipinya sebagai salam perpisahan. Setelah petualangannya di aceh selesai dia ingin sekali melamar Audy.
__ADS_1
Hari-hari dilalui Reihan dengan meliput budaya di Aceh. Mulai dari tarian, alat musik serta budaya yang lahir di tanah serambi mekah itu.
Reihan tinggal di rumah seorang teman yang bernama Husein. Dia suka sekali dengan kucing. Rumahnya banya di huni belasan kucing. Dia juga aktif mengikuti lomba tari saman. Husein salah satu orang yang ikut melestarikan budaya Aceh.
Reihan selama di Aceh, di jamu dengan baik hingga waktunya tiba dia harus pulang.
"Aku nak punya hadiah untuk kau." Husein memberi cindera mata berupa gelang khas Aceh.
Reihan mengucapkan terima kasih seraya menundukkan setengah badannya.
"Kalau da waktu mampirlah kau kemari," ucap Husein.
Reihan tersenyum sambil mengacungkan jempolnya. "Aku pulang dulu, kawan!"
Pesawat terbang menuju Bandara Soekarno Hatta. Sekitar tiga jam perjalanan, Reihan sudah sampai di Bandara. Terlihat seorang gadis yang selalu dirindukannya berdiri di pintu keluar Bandara.
Reihan berlari menghampiri Audy, lalu berhenti tepat di hadapannya. Tanpa sepatah kata, tapi penuh makna. Reihan memeluk serta mengangkat tubuh Audy seraya melepas rasa rindunya.
Satu minggu kemudian, Reihan melamar Audy. Kedua belah pihak keluarga menerima dengan senang hati.
...~**TAMAT~...
Terima kasih untuk untuk teman Author dan pembaca yang mendukung Novel ini. Maaf Kalau banyak sekali kesalahan di dalam alurnya.
Berikutnya saya akan mencoba menulis novel Fantasi yang berjudul Dewa Tiga Dunia. Mohon didukung ya Teman-teman.🙏🙏
...Sekian**....
__ADS_1