Aku Dan Adik Cantikku

Aku Dan Adik Cantikku
Kelicikan Aldo.


__ADS_3

Levi tidak tau kalau tujuan Aldo itu ingin mengambil keperawanan Nadia. Levi hanya tau kalau Reihan dan Audy ingin merusak reputasi Aldo sebagai pria femes di kampusnya.


Siang jam istirahat tiba, Reihan dan Audy mencari Levi untuk membalas perbuatannya kemarin. Levi terlihat duduk sambil makan soto di kantin. Audy dan Reihan menghampiri dengan wajah menyeringai duduk di depan Levi.


"Hay Levi ..." sapa Audy basa basi.


Levi berdehem sambil makan soto. "Gue tau kedatangan kalian kemari."


"Baguslah kalau sudah tau," ucap Reihan.


"Bentar ya gue ngabisin soto dulu."


Audy langsung memindahkan mangkok soto itu di depannya, lalu menatap Levi tajam.


"Maksud lo kemarin apa?" Audy bertanya dengan nada tinggi.


Levi membersihkan tangannya menggunakan tisu. "Alah ... gue tau kalian mau ngerusak reputasi bos Aldo, kan? Gue denger percakapan kalian kemarin."


Audy dan Reihan saling pandang. "Lo pasti salah denger deh. Maksud kita itu bukan seperti itu."


Levi tersenyum sinis. "Salah denger ...? Kuping gue masih waras. Orang gue denger semua apa yang kalian omongin."


Audy menjadi kesal, dia mau mengolok-olok Levi, tapi Reihan menggeleng memegang pundak Audy.


"Percuma ngomong sama dia, lo jelasin kayak apa juga dia gak bakalan percaya," ucap Reihan kepada Audy.


"Bener itu apa kata Reihan," sahut Levi.


"Nyolot saja lo!" hardik Audy.


Levi berdiri memegang pundak Reihan"Oiya ... gue punya hadiah buat lo, Rei." Gue sudah mempersiapkannya dari kemarin."


Reihan tampak curiga dengan perkataan Levi. Levi merogoh tasnya mengambil seikat buah rambutan, lalu di lempar kepada Reihan.


"Ach ...!" Reihan melompat berteriak histeris segera berlari menjauh dari buah rambutan itu. para mahasiswa melihat tingkah Reihan yang berlari ketakutan.


"Rese lo ya!" cibir Audy.


Levi segera berlari sambil membawa beberapa buah rambutan untuk berjaga-jaga.


"Jangan lari lo!" teriak Audy melihat Levi yang semakin menjauh.


Reihan bersembunyi di dalam kamar mandi mengintip dari lubang pintu. Audy menghampiri Reihan.


"Reihan, keluar. Levi Sudah gak ada!" panggil Audy dari luar kamar mandi.


Reihan keluar. "Aman, kan?"


Audy mengangguk.

__ADS_1


"Awas saja kalau ketemu. Gue kasih kecoa sekarung." ucap Reihan kesal.


"Lagian lo sama rambutan saja takut, gimana nanti berumah tangga," pancing Audy.


"Apa hubungannya rambutan sama berumah tangga?" tanya Reihan.


"Gak ada, lupain saja." Audy berjalan membelakangi Reihan.


"Tungguin gue." Reihan menyusul Audy. Mereka berdua hendak masuk kelas.


Di taman siswa, terlihat Nadia sedang bercanda mesra dengan Aldo. Serasa dunia milik mereka berdua.


"Minggu depan gue ulang tahun," ucap Aldo.


"Oya ... selamat ya, Sayang." Nadia ikut senang.


"Ngasih selamatnya minggu depan saja."


"Aku 'kan ingin jadi orang pertama yang ngucapin Selamat ulang tahun untuk kamu," ucap Nadia.


Aldo tersenyum.


"Kamu mau rayain ulang tahun dimana?" tanya Nadia.


"Aku mau ngrayain bareng kamu saja. Gimana kalau kita dinner di atas tower. Aku ada kejutan untuk kamu, Sayang." Aldo mencoba merayu Nadia.


Nadia menyunggingkan senyum menatap Aldo, lalu bersandar di pundak Aldo.


Aldo mencium rambut Nadia. "Gak pa-pa. Asal selalu bersamamu sudah cukup bagiku."


Nadia terhayut dengan rayuan Aldo. Nadia belum tau saja kalau Aldo punya rencana yang buruk buat Nadia. Dia sengaja mempersiapkan ini untuk menjebak Nadia.


...***...


Sore hari saat mau pulang, Audy dan Reihan melihat Aldo dan Nadia satu mobil.


"Kita ikutin," ucap Audy.


Reihan segera melajukan motornya mengikuti mobil Aldo. Mereka sampai di sebuah Mall.


"Waduh mau ngapain tu anak," ucap Reihan.


Audy dan Reihan kembali mengikuti Aldo dan Nadia. Tidak ada yang mencurigakan, Aldo dan Nadia hanya makan dan membeli siuvenir, lalu pulang.


"Kita Sudah dua kali ngikutin Aldo, tapi gak ada apa-apa, Rei. Jangan-jangan benar apa yang di katakan Nadia, cewek yang kemarin mungkin memang sepupu nya Aldo," ucap Audy.


"Hati gue masih mengganjal, Dy. Seperti ada yang di sembunyiin dari Aldo."


"Kita pulang saja yuk, percuma juga kita ada di sini." ajak Audy.

__ADS_1


Mereka berdua akhirnya pulang.


Hari demi hari dilalui, Audy dan Reihan tetap tidak menemukan keganjilan tentang Aldo. Itu karena Levi diam-diam mengikuti mereka berdua. Jadi Aldo sudah bisa memperkirakan apa yang harus dia lakukan.


Audy pun sudah malas mengikuti Aldo karena selama satu minggu Audy tidak menemukan bukti tentang keburukan Aldo. Reihan sebenarnya masih curiga dengan Aldo, tapi karena Audy tidak mau lagi mencari tau siapa Aldo sebenarnya. Reihan pun menuruti apa kata Audy.


Malam ini Nadia ingin bertemu dengan Aldo di sebuah Mall. Nadia tampak cantik dengan dress putih selutut dan sepatu higheels yang menambah kecantikannya.


"Mau kemana? Cantik bener?" tanya Ayu.


"Mau menghadiri acara ulang tahun teman, Ma." jawab Nadia.


"Pake saja mobil Mama, biar cepet."


"Gak usah dech, Ma. Nadia naik taksi saja."


"Ya sudah, hati-hati ya, Nak."


Nadia tersenyum, mencium punggung tangan Ayu.


Audy turun dari tangga melihat Nadia keluar rumah.


"Nadia mau kemana, Ma?" tanya Audy.


"Mau menghadiri pesta ulang tahun temen katanya."


Audy mengangguk, lalu duduk di ruang amu sambil menyalakan tv. Tidak ada rasa curiga dalam hati Audy.


Di sisi lain, Aldo mengirim pesan kepada Nadia untuk menemuinya di salah satu gedung beetingkat di Jakarta. Nadia kemudian menaiki taksi menuju gedung itu. Lima belas menit perjalanan, Nadia melihat Aldo ada di depan pintu masuk.


"Hay, Sayang." Nadia cipika-cipiki dengan Aldo.


"Ayo." Aldo mengajak Nadia naik sampai ke rooftop.


Nadia terkejut gembira saat di rofftop, dia melihat meja bulat dan dua kursi saling berhadapan serta kain putih penutup meja. Aldo tersenyum sambil menawarkan tangan kepada Nadia. Dengan senang hati Nadia memegang tangan Aldo.


Mereka berdua seperti Raja dan Permaisuri berjalan bergandengan, lalu duduk di satu meja. Nadia tersenyum menatap Aldo.


"Kamu suka tempatnya?"


Nadia mengangguk. "Suka ... Makasih ya, Sayang."


Aldo menjentikan jarinya memanggil pelayan yang telah di siapkan. Pelayan datang, menghidangkan makanan dan minuman yang tentunya berkelas. stick daging dan minuman bersoda telah siap di hadapan Nadia.


"Silahkan dinikmati," ucap Aldo.


Nadia mencoba satu potong stick dan rasanya terasa lezat di lidah. Malam itu mereka makan bersama hingga menikmati indahnya malam.


Setelah selesai makan, Nadia mulai merasakan panas di tubuhnya. Darahnya seperti mengalir dengan deras apalagi saat mencium aroma parfum dari Aldo.

__ADS_1


"Badan gue panas, Do." Nadia meracau tidak jelas menggigit bibir bawahnya.


Aldo tersenyum sinis memapah Nadia menuruni tangga. Nadia sudah begitu terangsang, tanpa rasa malu Nadia mencium wajah Aldo di lorong kamar.


__ADS_2