Aku Dan Adik Cantikku

Aku Dan Adik Cantikku
Rencana Reihan.


__ADS_3

di pagi yang cerah, Audy siap untuk berangkat ke kampus. Sebelum itu dia iseng menimbang tubuhnya, tidak ada perubahan bahkan berat badannya naik dua kilo.


Audy tampak kesal, dia berpikir alat timbangan badannya rusak. Audy menimbang badannya sekali lagi. ternyata sama saja, beratnya masih 87 kg.


Audy menuruni tangga, hari ini dia tidak sarapan.


"Audy, sarapan dulu," ucap Ayu.


"Gak deh, Ma. Audy lagi diet."


Ayu mengernyitkan dahi. "Mama gak salah dengar nie?"


"Ya sudahlah, Ma. Audy mau berangkat ke kampus dulu." Audy mencium punggung tangan mamanya. Menunggu Reihan di depan rumahnya.


"Kakakmu beneran mau diet?" tanya Ayu kepada Nadia.


"Iya, Ma. Kak Audy lagi taruhan sama Reihan."


"Taruhan apa?" tanya Ayu penasaran.


"Dikasih tantangan sama Reihan dalam sebulan harus bisa nurunin berat badannya 10 kg," jawab Nadia yang sedang makan.


Ayu mengangguk. "Baguslah."


Suara bising motor vespa Reihan datang menghampiri Audy.


Reihan melepas helmnya. "Tumben lo sudah berdiri di sini, biasanya juga gue bunyiin klakson berkali-kali baru keluar."


"Udah gak meledek," ucap Audy kesal.


Audy duduk di belakang Reihan dengan posisi miring.


"Gue mau sarapan dulu ya, Dy. Lo mau ikut gak?" tanya Reihan saat di perjalanan.


"Gak, gue lagi diet," jawab Audy.


Reihan tertawa. "Yakin lo mau diet?"


"Yakinlah."


"Ya sudah deh, gue nanti makan di kampus saja."


Sesampainya di kampus, Reihan langsung menuju kantin. Audy mengikutinya dari belakang. Reihan memesan soto lengkap dengan es teh.


Audy yang melihat cara makan Reihan pun tergoda. Sepertinya sotonya enak? Audy berusaha kuat, dia hanya bisa menelan ludah melihat Reihan makan.


"Lo yakin gak sarapan, sotonya enak lo." Reihan merayu Audy supaya dia ikut makan.


"Gak."


"Coba saja dulu, dikit saja." Reihan meyodorkan satu sendok soto ke bibir Audy.


Audy terdiam sejenak, tanpa ragu dia menerima suapan dari Reihan.


"Gimana?"


"Enak," ucap Audy.


"Ya sudah sarapan saja, ngapain lo susah-susah diet. doyan banget nyiksa diri," bujuk Reihan.


"Ya sudah deh, pesen satu. Mas soto satu dong sama es teh!" Seru Audy.

__ADS_1


Reihan menahan tawa, rencananya berhasil. Audy hari itu menghabiskan dua mangkok soto.


"Gimana enak, kan?" tanya Reihan sambil tersenyum.


"Enak banget, Rei. Mana gue sudah habis dua porsi lagi."


"Ya gak pa-pa lah, selagi masih muda," canda Reihan.


Audy tersenyum nyengir.


"Masuk kelas yuk!" ajak Reihan.


"Bentar dulu lah, Rei. Baru juga makan, biar turun dulu nasinya."


"Lima menit lagi jam nya pak Bambang lho. Kalau kita sampai telat masuk kelas, bisa di gantung di tiang bendera," ucap Reihan.


"Ya sudah, bantuin gue berdiri." Reihan menarik tangan Audy supaya dia berdiri karena kekenyangan.


Di tempat lain, Nadia sudah tidak mau lagi di jemput Sama Aldo. Dia masih sakit hati dengan perbuatan Aldo kemarin. Aldo menghampiri Nadia di taman siswa.


"Nad, lo masih marah sama gue?" tanya Aldo duduk disamping Nadia.


Nadia tidak menjawab, dia asyik membaca buku.


"Gue mau berubah demi lo, asal lo maafin gue," ucap Aldo menyakinkan Nadia.


Nadia menutup buku bacaannya, lalu menatap Aldo. "Kan kemarin gue sudah bilang, gue maafin lo. Gue ngejauh dari lo bukan karena gue marah sama lo. Gue lagi butuh sendiri saja. Hanya itu."


"Sampai kapan, Nad?" tanya Aldo memohon.


"Gak tau." Nadia berdiri beranjak dari tempatnya.


Nadia tidak mengacuhkan Aldo. Dia berjalan tanpa menoleh ke belakang.


...***...


Sore hari sepulang dari kuliah, Reihan mengajak Audy ke cafeshop langganan mereka. Audy menolaknya, dengan alasan ingin ngegym.


"Bentar aja, gue yang traktir deh," ucap Reihan.


Audy tampak berpikir sambil memperbaiki bando yang melingkar di kepalanya. Tawaran yang menarik sebenarnya, kapan lagi Reihan traktir Audy.


"Tapi, kan ..."


"Alah, gak usah tapi-tapi. Ikut saja." Reihan segera memotong pembicaraan Audy sebelum dia berubah pikiran.


Audy belum tau kalau Reihan juga sedang menyusun rencana supaya Audy kalah taruhan dengannya. Dengan menang taruhan, Reihan bisa mendapatkan camera yang diimpikannya.


"Mau makan apa. omlette, spagetti, atau stick," ucap Reihan.


"Omlette saja deh, biar kenyang," jawab Audy.


Reihan segera memesan omlette dan minuman dingin.


"Gimana, enak gak?" tanya Reihan saat melihat Audy makan dengan lahapnya.


"Enak, tumben lo baik sama gue?"


"Lha ... biasanya 'kan gue baik sama lo," balas Reihan.


"Tapi, baiknya lo gak kayak biasanya. Lo biasanya ngebully gue," ucap Audy.

__ADS_1


"Itu 'kan dulu, sekarang bedalah." Reihan menyunggingkan senyum sambil menaik turunkan alisnya.


"Kenyang gue, makasih ya, Rei. Lo memang sahabat gue yang paling baik," ucap Audy sambil menaruh sendok dan garpu di piring.


Reihan menyunggingkan senyum. Hari ini Rencananya berhasil, dengan ini Audy tidak bisa olah raga.


"Sudah malam, pulang yuk!" ajak Reihan.


Audy mengangguk. Reihan yang membayar makanan Audy.


SesampImainya di rumah, Ayu memberi tau Audy kalau dari tadi Nadia menunggunya. Audy menepuk jidat, dia baru ingat kalau malam ini mau latihan ngegym bareng Nadia.


"Sekarang Nadianya dimana, Ma?" tanya Audy panik.


"Sudah berangkat," ucap Ayu.


"Kok Nadia gak nelpon Audy sih, Ma?"


"Sudah, katanya handphone kamu tidak aktif," jawab Ayu.


Audy mengambil hp yang ada di tasnya. Ternyata Hp nya mati.


"Yah ... Audy gak jadi ngegym dong, Ma."


"Lagian dari tadi kamu ditungguin adik kamu gak datang-datang," ucap Ayu.


"Tadi Reihan ngajakin makan soalnya."


"Ya sudah, besok-besok 'kan bisa. Mama mau ke kamar dulu,"


Audy merebahkan tubuhnya di ruang tamu. melempar tas punggungnya di sembarang tempat. Tanpa Sadar Audy tertidur di ruang tamu.


Beberapa jam kemudian Nadia pulang melihatnya Audy tertidur dengan posisi terlentang. Nadia mencoba membangunkan Audy.


"Kak bangun, sudah malam."


Audy lamat-lamat melihat wajah Nadia, mengucek matanya, lalu menguap.


"Lo, Nad? Jam berapa sekarang."


"Jam sepuluh malam," jawab Nadia.


Audy mengangkat tubuh gemuknya sambil mengusap wajahnya.


"Sorry ya, Nad. Tadi gue gak ikut lo ngegym. Padahal gue yang minta," ucap Audy terkekeh.


"Gak pa-pa, Kak. besok-besok juga bisa."


"Thank you ya, Nad. Tadi Reihan ngajakin gue nongkrong sampai malam. Pas kebetulan hp gue mati."


"Memang nongkrong dimana, Kak. Sama Reihan?" tanya Nadia.


"Di cafeshop langganan," jawab Audy.


"Oalah ... ya sudah deh, Kak. Nadia ke kamar dulu. Mau mandi habis itu tidur."


"Gue juga mau ke kamar, dari tadi belum mandi," ucap Audy.


Audy pun naik ke atas menuju kamarnya, sedangkan Nadia kamarnya ada di bawah.


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2