Aku Dan Adik Cantikku

Aku Dan Adik Cantikku
Nadia Melahirkan.


__ADS_3

Esok harinya, Fatah dan anak buahnya mencari bukti di rumah Sonia. Dia menggeledah barang-barang milik Sonia. Fatah menemukan banyak sekali obat tidur dan perangsang di kamar. Dari pengakuan anak buahnya, Sonia menggunakan obat itu untuk menjebak gadis yang hendak bekerja dengannya.


Fatah juga sudah menemukan orang yang disuruh Sonia untuk memotong kabel rem Kinanti. Orang itu adalah dua anak buah Sonia berbadan besar itu. Kini Sonia sudah tidak bisa mengelak lagi.


Pengadilan sudah memutuskan untuk menghukumnya seumur hidup atas perbuatannya. Semua aset Sonia juga sudah disita polisi. Kini Sonia akan menjalani hidupnya di penjara seumur hidupnya.


Dua bulan berlalu, Reihan, Aldo, Levi, dan Audy lulus sebagai sarjana. Hari ini mereka di wisuda. Baju sarjana dan toga layak mereka pakai.


"Untuk merayakan kelulusan kita, makan-makan yuk!" ajak Audy.


Mereka semua setuju.


"Kali ini biar gue yang traktir kalian semua," ucap Levi.


"Yakin lo?" Reihan menimpali.


"Lo ngeremehin gue?" Levi nampak ingin menunjukan kalau dia punya uang.


"Bener ya, Lev. Awas sampai lo bohong," ancam Audy.


"Sudah cepet, kalian tinggal tunjuk mau makan dimana."


Nadia datang mengucapkan selamat kepada Aldo. Terlihat perut Nadia yang sudah membesar, kandungan memasuki sembilan bulan. Aldo memeluk Nadia seraya menanyakan kondisi kandungannya.


Reihan dan Audy yang melihatnya pun ikut bahagia. Audy tidak kuasa meneteskan air matanya melihat mereka bisa kembali bersatu lagi. Ayah dan Ibu Audy sudah merestui hubungan Nadia dan Aldo. Aldo juga sudah kembali ke rumah papanya.


Reihan memberikan sapu tangan untuk mengusap air mata Audy.


"Dy, gue punya kejutan buat lo."


"Apa?" tanya Audy yang belum mengerti.


Reihan menarik tangan Audy, lalu memggiringnya di tengah lapangan. Banyak balon berterbangan di udara berbentuk love. Audy pun terperangah saat Reihan berlutut di depannya sambil membawa seikat bunga mawar merah.


"Kita telah melalui sedih sukanya kehidupan. Kita juga sudah merasakan bagaimana saling meninggalkan. Kali ini dan untuk yang kesekian kali, aku Reihan Adistira meminta Audy Salernitana untukmenjadi teman hidupku selamanya," ucap Reihan dengan lantang.


Para mahasiswa terdiam sejenak, pandangannya terfokus kepada Audy dan Reihan. Balon berbentuk love masih berterbangan di udara, bahkan semakin banyak.


Audy kembali menangis dan menerima bunga dari Reihan, Mengisyaratkan kalau Audy menerima cintanya Reihan. Reihan berdiri memeluk Audy. Para Audience bersorak mengucapkan selamat kepada Reihan karena mulai hari ini mereka jadian.


"Selamat ya bro, akhirnya jadi jantan juga," ucap Levi.


Reihan menyatukan tangan dengan Levi sembari tertawa. Tak berselang lama, Nadia mulai merasakan sakit di perutnya.


"Nad, lo kenapa?" tanya Aldo yang terlihat panik.


"Se-sepertinya bayi kita mau keluar," ucap Nadia lirih.

__ADS_1


"Panggil ambulance!" teriak Levi.


Para perempuan segera membantu sebisa yang mereka bisa. Nadia terus mengerang kesakitan.


"Tahan napas, hembuskan," ucap salah satu dosen.


Tak berselang lama ambulance datang membawa Nadia ke rumah sakit. Aldo ikut menemani Nadia. Audy dan Reihan menyusul dari belakang.


Di rumah sakit Nadia masih terus berjuang mengeluarkan jabang bayinya ke dunia. Aldo menunggu cemas di depan pintu ruangan persalinan, berjalan mondar-mandir seperti setrika.


"Duduk dulu, Do. Biar rileks," ucap Reihan.


Aldo tampak tidak mendengarkan ucapan Reihan, dia masih mondar-mandir di depan pintu.


Ayu dan Reno dengan langkah cepat menemui Aldo.


"Nadia gimana?" Ayu tak kalah cemas, namun rona wajahnya menunjukan kegembiraan.


"Masih ditangani dokter, Ma," jawab Audy.


Aldo menghampiri mertuanya yang tak kalah cemas, lalu mencium punggung tangannya.


Tak berselang lama dokter keluar tersenyum menatap Aldo dan keluarga. "Bapak Aldo, selamat anak anda berjenis kelamin laki-laki."


Aldo tampak terdiam sejenak, raut wajahnya memancarkan kebahagiaan, dengan langkah cepat Aldo masuk ruang persalinan melihat kondisi bayi dan istrinya.


Ayu, Reno, Audy dan Reihan juga ikut senang melihat bayi mungil yang ada disamping Nadia. Bayi itu menangis, mungkin karena melihat banyak orang. Nadia segera menenangkannya dengan kasih sayang seorang ibu.


"Akhirnya kita punya cucu, Pa." Ayu tak kalah senang sekaligus terharu.


Reno tersenyum menatap Ayu. "Iya, Ma."


Tio tiba-tiba datang dengan panik. "Bagaimana keadaan cucuku." Tio melihat seorang bayi yang mungil ada disamping Nadia.


Aldo menangis bahagia menghampiri papanya, lalu memeluk erat. "Pa, Aldo akan jadi ayah."


Tio pun ikut terharu hingga meneteskan air mata sambil menupuk punggung Aldo. Audy dan Reihan pamit kepada semua orang yang ada di ruang persalinan. Mereka hendak merayakan kelulusan mereka di sebuah restoran karena Levi sedari tadi berisik menyuruh mereka berdua datang.


Sesampainya di restoran seefod, Levi terlihat sendiri menunggu Audy dan Reihan.


"Hey, Levi ... lama nunggunya ya," ucap Audy.


Levi terlihat cemberut. "Gue nungguin kalian sampai ngantuk."


"Lo sudah pesen makanan, belom?" tanya Reihan.


"Belum."

__ADS_1


"Lha kok belum?"


"Kan nungguin kalian, kalau gue pesen makan kalau kalian gak datang gimana?"


"Ya sudah pesen makanan gie."


"Mbak!" Levi memanggil seorang waiters.


Waiters itu memberikan menu makanan restoran.


"Saya mau seefod sama kepiting satu porsi, sama minumnya jus jeruk. Kalian mau pesen apa?" tanya Levi.


"Samain saja deh," jawab Reihan.


"Gak kreatif lo!" cibir Levi.


Waiters kembali mengulang pesanan mereka bertiga, lalu pergi ke dapur.


"Bayinya Nadia laki apa cewek?" tanya Levi.


"Laki, lucu banget," ucap Audy.


"Namanya bayi ya lucu, kalau serem namanya hantu," ucap Levi.


Audy pun kesal, dia melempar sumpit ke arah Levi. "Dasar lo, ngerusak kebahagiaan saja."


"Namanya juga Levi, rajanya bikin orang kesel," cibir Reihan.


Hidangan makanan pun datang, mereka bertiga segera makan. Levi terlihat bersemangat.


"Makannya pelan-pelan, Lev. Entar keselek lho," ucap Audy.


Benar saja, Levi tersedak cangkang kepiting, dia segera mencari minuman untuk melancarkan tenggorokannya.


"Lo kalau ngomong dijaga dong, jadi keselek beneran 'kan gue," ucap Levi sambil terengah.


Reihan dan Audy menahan tawa melihat expresi Levi.


Selesai makan, Reihan dan Audy hendak melanjutkan perjalanannya.


"Kita ke ancol yuk!" ajak Reihan.


Audy menyunggingkan senyum sambil mengangguk. Motor vespa tua Reihan melajukan menuju pantai ancol. Dua sejoli yang sedang di mabuk cinta sedang menabur bunga di hamparan laut.


Pantai Ancol memang menyuguhkan panorama yang berkesan bagi Audy dan Reihan. Di pantai ancol pertama kali mereka beciuman dan mulai tumbuh perasaan saling suka. kini mereka hendak mengulangi memori indah itu. menikmati sunset sambil melihat lautan lepas yang terhampar luas.


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2