
Prang!
Seorang pria dengan jambang tebal yang ditumbuhi beberapa helai uban di jambangnya, melempar gadjetnya keras ke lantai.
“Sialaaan! Siapa yang melakukan semua ini?! Kalian harus segera menemukannya! Aku tidak ingin mendengar kegagalan lagi!!!” teriaknya marah pada beberapa orang pria kekar yang memakai jas. Mereka semua adalah bawahannya.
“Apa yang dilakukan pria bodoh itu? Beraninya dia menyentuh wanitaku! Sialan, aku akan membunuh bajingan itu!” teriaknya keras.
“Kenapa kalian masih di sini? Aku sudah perintahkan kalian untuk mencari pelakunya 'kan?! Pergi sekarang!” usir pria berjambang itu kesal.
Ia adalah Jonathan Rhys, asisten Irfan Van Abbey. Ia telah 10 tahun bekerja bersama Irfan sebelumnya. Dulunya, ia cukup setia, mengutamakan urusan Irfan diatas segalanya, namun karena keputusan Irfan yang tidak bijak dengan perkataan yang menyakiti hatinya, ia pun mulai menyiapkan langkah dan menanamkan akar pijakan untuk dirinya sendiri dengan bertopeng jabatannya sebagai asisten pribadi Irfan.
Ia tahu seluk beluk Irfan dan perusahaannya, mudah baginya untuk menghancurkan Irfan. Sudah 4 tahun ini ia begitu, selama itu pula dia telah memperkaya dirinya, bersenang-senang dan memiliki banyak istri.
Rahangnya bergerak, giginya ia gertakkan saking marahnya, matanya menatap tajam. Baru saja ia menonton tiga buah video yang membuatnya meradang.
Ia bakar cerutunya, kemudian ia berjalan ke lemari besar yang berada disamping tempat duduknya tadi, ia raih dua botol minuman beralkohol, Cocnag Grandee Champagne dan Bilionaire Vodka. Ia tuang minuman itu digelas kecil khusus untuk ia minum.
Ia mendesah, masih saja kesal.
“Brey!” teriaknya sambil menekan sesuatu di mejanya.
Seseorang pria muda bergegas menghadapnya. “Ya, Tuan, saya di sini.” jawabnya.
“Putuskan semua hubungan kerja sama kita dengan Puloh, lalu dekati Hans Ares!” ucapnya dengan menghisap cerutu panjang.
“Baik Tuan, akan saya lakukan.”
Jonathan meniup dan memain-mainkan asap cerutunya sembari meneguk minumannya. Ia memiliki rencana dan sedang menyusun strategi baru.
Sebenarnya, dirinyalah yang membuat perusahaan Irfan jatuh merosot sampai saham perusahaan terjual pada Arsen, padahal ia berniat akan membelinya dengan memakai nama lain dengan harga murah saat Irfan sangat tercekik.
Ia yakin tak akan ada yang bisa membantu dengan jumlah uang yang sangat banyak kecuali perusahaan besar yang berhubungan dengan Wizza, Irfan sangat membenci Kakak tirinya itu, jadi ia berencana untuk merebut perusahaan Irfan. Sialnya, rencana tinggallah rencana, Arsen telah mengambil alih terlebih dahulu.
__ADS_1
“Aku akan merebut yang lebih besar dari yang kau rebut, bersiaplah Hans Ares, bersiaplah Arsen, kalian masih terlalu muda dan baru saja menapaki dunia bisnis yang keras ini!” gumam Jonathan.
Wanita yang ada di dalam video itu adalah istri ketiga Jonathan, lalu pria yang bersamanya adalah Puloh, walaupun di dalam video itu wajah mereka di samarkan, namun bentuk tubuh dan tatto kalajengking di lengan Puloh diperlihatkan, lalu tanda hitam di bagian paantaat istri ketiganya itu juga diperlihatkan.
Jonathan Rhys pun pergi ke rumah istri ketiganya.
Sesampainya di sana, wanita itu masih belum tahu jika videonya sudah tersebar.
“Honey, kamu sudah pulang?” Ia langsung bersikap manja. Jonathan hanya menatapnya tajam.
“Kau kenapa Honey? Kenapa menatapku seperti itu?” tanyanya.
“Wanita murahaan!” umpatnya, lalu ia langsung menjambak rambut wanita itu kasar, ia putar tubuh itu, sehingga posisinya memunggungi tubuh Jonathan.
“Selain dengan Puloh, dengan siapa lagi kau bercinta Wanita Jalaang?”
“Aaah! Sakit! Honey, apa maksudmu, aku tidak mengerti.” elak wanita itu.
“Cih, benar-benar wanita ******!” Jonathan langsung menyingkap pakaian wanita itu, lalu dengan kasar ia langsung melakukan adegan panas dengan posisi berdiri, tubuh wanita itu membelakanginya. Ia tekan punggung wanita itu agar sedikit membungkuk, memudahkan dia melakukan aksinya.
“Wanita murahaan, apa kau suka seperti ini, hah?!” tanyanya sambil melakukan kekerasan dalam hubungan intim.
Ia melakukannya sampai ia benar-benar puas, kemudian melemparkan uang dan surat cerai.
“Kau bukan lagi istriku, aku tidak Sudi memelihara wanita jalaang sepertimu! Uang itu cukup untuk biayamu, tempat ini untukmu, jadi jangan berharap aku akan memberikan lebih, kau juga tidak memiliki anak bersamaku!” sarkasnya, lalu pergi meninggalkan wanita itu.
Wanita itu terdiam, hatinya benar-benar hancur.
“Didunia ini memang tidak ada yang namanya cinta, aku telah salah karena telah memiliki perasaan cinta, apalagi pada laki-laki yang tak memiliki hati.” gumamnya, kemudian air mata menetes di pipinya yang cantik.
Menikah dengan Jonathan bukanlah keinginannya dari awal. Waktu itu ia melamar pekerjaan ke perusahaan Franxico Jwer dan diterima sebagi moderator.
Beberapa kali ia bertemu dengan Jonathan, awalnya ia tak terlalu tanggap karena dia hanya ingin fokus bekerja dan mencari banyak uang, namun suatu malam entah apa yang terjadi sehingga pagi sekali ia sudah berada di atas ranjang dengan tubuh polos bersama atasannya. Jonathan langsung berkata akan bertanggungjawab dan melamarnya saat itu juga.
__ADS_1
Tiga bulan menikah, baru ia sadar, kalau ia hanya istri ketiga. Selama menikah ia selalu bersabar dan perlahan jatuh cinta pada suaminya, hingga ia melakukan sebuah kesalahan, ia khilaf karena merasa nyaman saat berkomunikasi dengan Puloh.
Puloh yang memang pintar meluluhkan wanita dan senang menjelajahi tubuh wanita. Dengan tekatnya, ia pun bisa menikmati tubuh indah wanita itu. Lalu, kini ia tersadar, dia memang salah, dari awal semua ini memang salah. Tak akan pernah ada cinta dari sang suami untuknya.
“Kalau begitu, aku hanya bisa pergi, meninggalkan semua kenangan ini.” Ia mendesah, menyadari semua kesalahan ini, “Tak ada yang harus kusesalkan lagi 'kan? Tidak ada cinta, tidak ada tempatku bersandar, untuk apa bertahan karena aku telah dicampakkan!” Ia tak lagi menangis, mungkin air matanya telah kering atau ia lelah untuk bersedih dengan cinta sebelah pihak.
Kemudian ia menghubungi temannya meminta bantuan untuk menjual rumah, lalu ia pergi ke luar negri, meninggalkan semuanya, meninggalkan suami yang ia cintai dan meninggalkan kesenangan sesaatnya, yaitu Jonathan dan Puloh.
***
“Tuan, kami sudah menemukan pusat video ini dikirim.” ucap salah satu bawahan Jonathan menghadapnya.
“Dimana?”
“Di Inggris.”
“Hah?!” Jonathan mendelik. “Aku tidak pernah punya musuh di Inggris, aku juga tidak pernah menyinggung seseorang keturunan Inggris!”
“Kalau begitu, ayo, segera berangkat ke Inggris!” perintahnya.
“Baik Tuan, saya akan segera menyiapkan keberangkatan kita.”
Jonathan pun berangkat ke Inggris dan tiba di hotel, dimana Andrean terakhir menginap.
“Apa kau yakin di sini pusatnya?” tanya Jonathan.
Matanya menyelidik bangunan mewah itu, jelas-jelas hotel ini hanya tempat penginapan mewah bintang lima biasa, bukan hotel untuk pertemuan penting.
“Aku ingin memesan kamar nomor 13 VIP.”
“Maaf, Tuan. Kamar itu sudah ada penghuninya.” jawab Resepsionis.
“Kalau begitu, kamar VIP lainnya.”
__ADS_1
“Baik Tuan, tunggu sebentar, saya akan segera memeriksanya.”