
Media di Belanda telah mendapatkan konfirmasi langsung dari Vindo. Dia mengatakan adanya tegangan tinggi listrik di mansion. Keadaan Arsen dan Andrean masih di rawat dan belum bisa tampil di publik, untuk sementara ini, perusahaan akan di pimpin oleh perwakilan dulu, tentu saja Jimi kembali tampil dengan wajah yang menyamar untuk perusahaan Arsen. Sedangkan dua perusahaab besar yang dipegang oleh Andrean dan Dedrick biasanya, kini di pegang oleh Roqa dan Vindo untuk sementara.
Pengusaha dan pebisnis picik lainnya, tentu saja menyerang perusahaan saat keadaan lemah seperti itu. Roqa dan Vindo benar-benar kewalahan, walaupun Alex dan David selalu berada di samping mereka setiap saat, tetapi kegeniusan Andrean dan Dedrick tidak diragukan lagi sebagai Owner dan CEO perusahaan besar itu. Sehingga pekerjaan mereka tidak bisa digantikan dengan sempurna oleh Roqa dan Vindo.
“Sial! Para keparat ini sengaja menyerang sekarang!” umpat Vindo kesal.
“Sudahlah Vindo, memang begitulah bisnis!” jawab David santai.
“Ya, makanya aku lebih ingin menjadi bodyguard saja, bukan jadi asisten apalagi menjadi pemimpin cadangan!” celetuk Vindo.
“Tapi, kenyataan Tuan Muda Arsen menunjukmu untuk menjadi pemimpin pengganti 'kan? Kau juga pernah menjabat di Lawsen Flow,” sahut David lagi menimpali.
__ADS_1
“Hm...” Vindo hanya bisa bergumam. Pada dasarnya, dia memang dituntut belajar keras oleh Barend Elmo. Di balik kecerdasan dan tekatnya juga, kedua orangtua angkatnya itu sangat mendukung dan berharap dia menjadi kaki tangan kepercayaan keluarga Van Hallen.
Kemarin, Arsen telah sadar, tetapi kembali pingsan lagi saat menonton televisi tentang sang ibu tanpa sengaja. Awalnya, semua orang menutupi saat dia bertanya ini itu. Hingga dia membahas perusahaan dan menunjuk Vindo untuk menggantikan perusahaan bersama Jimi.
Sayangnya, saat semua orang lengah, Arsen menekan tombol tv dan menukar Chanel, terlihat video jika beberapa pengawal dan pelayan di tanya wartawan, semua kompak mengatakan meninggal karena kebakaran. Proses pemakaman tidak bisa dilihat karena dijaga ketat, tetapi setelah dikuburkan, orang bisa melihat pusaranya. Terpampang nisan dengan Nama Sakinah, Hans, dan Roselia.
Kemudian, banyaknya tamu yang melayat, rekaman mayat Dedrick yang sangat tampan di dalam peti, ada Calista yang tersandar lemas di peti itu dengan mata bengkak.
“Bagaimana kabar Tuan Muda, apa pihak rumah sakit sudah menghubungi?” tanya Vindo.
“Kuharap juga begitu!” Vindo bergumam, menggantung harapannya.
__ADS_1
***
Jimi dan Shalsabilla sangat syok saat menonton acara swasta disiarkan Chanel asing yang sengaja di beli perbulan. Acara televisi Belanda. Ditambah dengan panggilan telepon dari Barend Elmo pada Jimi.
Pria bertato itu mengabarkan jika ada masalah di Belanda. Sekarang Jamila dan Jay bersama dia, Barend meminta mereka berdua segera datang ke Belanda untuk menjemput dan merawat Jamila dan Jay.
Mereka pun segera berangkat ke Belanda. Dengan pengawalan ketat, Jimi menggantikan posisi Arhen di perusahaan dengan pakaian yang menyamar seperti biasa. Shalsabilla mulai merawat dan mengurus surat-surat pindah sekolah untuk Jamila dan Jay.
Jimi dan Shalsabilla berniat membawa dua anak kecil itu kembali ke Indonesia, jika Andrean sudah sadar dan setuju. Karena tak ada Sakinah, Billa ingin memberikan kasih sayang yang sama pada Jamila, seperti Sakinah memberikan kasih sayang yang sama pada Jay.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Terimakasih, sudah selalu setia membaca dan menyukai cerita ini...
Makasih atas dukungannya, like dan hadiahnya, serta komentar-komentar manis dan positif nya💓✍️😍