
Rufia memilih menjual roti di jalanan bersama seorang wanita single parent dengan box mobil. Dia merasa cukup senang dengan kehidupan barunya.
Tapi tiba-tiba ada gerombolan preman datang, mereka sudah diberikan uang, tetapi malah meminta Rufia ikut bersama mereka.
“Bajing*an! Sudah dikasih uang, masih meminta lebih!” Wanita Single Parent itu memukul kepala salah satu preman dengan wajan, kemudian berteriak.
“Tolong! Tolong!”
Rufia di jambak rambutnya dan lengannya di tarik paksa. Untung saja, tak lama kemudian, bala bantuan datang dan polisi yang bertugas juga datang.
Setelah kejadian itu, Rufia jadi waspada. Dan ... ternyata benar, malam harinya, Rufia kembali di kejar dua orang. Dia berlari sekuat hati, menyelamatkan diri sambil berteriak meminta tolong.
Sayangnya, jalanan sepi. Jalan menuju tempat kost dia tinggal memang lengang dan sepi, karena itu paling murah untuk di sewa untuk kantongnya yang sudah mulai menipis.
“Tolong!” Rufia memutar langkahnya berlari ke arah jalan raya, karena tempat itu pasti masih ada orang, sedangkan jalan gang ke kost nya tidak akan ada orang, ada pun pasti orang-orang di sana tak peduli.
Rufia akhirnya sampai di jalan raya, karena masih merasa cemas, dengan ceroboh tak melihat sana-sini, kemalangan menimpanya.
Bruk! Sebuah sedan menabrak dirinya, orang-orang berkumpul melihatnya, dia bisa melihat dua orang itu juga ada di kerumunan, Rufia pun menutup mata, karena kepalanya sudah mulai pusing dan berat.
Dua orang itu tampak memotret dirinya yang tertabrak lalu berjalan pergi dari sana. Sedangkan sang sopir, segera menolong Rufia setelahnya, tubuhnya bersimbah darah, karena dia berlari kencang dan mobil pun juga melaju kencang saling berlawanan arah.
***
Di Indonesia.
Arhen dan Aini semakin baik hubungan mereka, harmonis dan manja tentunya.
“Sayangku, kenapa sih, kamu cantik banget,” Berucap dengan tampang menggoda.
“Kan wanita, ya cantik lah, gak mungkin ganteng!”
“Uh, imutnya, cup!” Memeluk dan mencium Aini.
__ADS_1
“Kamu sudah bersiap?”
“Sudah,” jawab Aini.
Ya, hari ini adalah hari keberangkatan mereka pulang ke desa. Lucas dan satu orang pemandu wisata sudah berdiri di depan mobil Avanza hitam menunggu mereka.
Arhen berniat berkeliling Sumatra Barat bersama Aini, menjelajahi setiap daerah-daerah di sana. Oleh karena itu, dia butuh pemandu.
Seorang pelayan hotel pria masuk. “Sudah siap, Tuan Muda?” tanyanya.
“Iya, sudah, ayo!” jawab Arhen. Pelayan itu membantu membawa barang-barang Arhen. Setelah sampai di depan mobil, Arhen dan Aini masuk ke dalam mobil, menuju rumah menjemput Ramadhan.
Saat menuju perjalanan ke rumah, Lucas sudah mulai merasa aneh, dia merasa diikuti, sedangkan Arhen, dia tengah asik bermanja, sehingga tingkat kewaspadaannya pun jadi berkurang.
Walaupun sejak tadi curiga, tetapi tak ada apa-apa sampai mereka datang. Ramadhan masuk ke dalam mobil, sebelumnya dia berpelukan dengan temannya.
“Ingat aku terus Dhan, jika nanti kau kembali, harus hubungi aku lagi ya!”
“Iya, kenapa sih, kamu tuh kek istri yang mau ditinggal suaminya selamanya aja, hehehe!” Ramadhan menjawabnya dengan terkekeh.
“Sudah, sudah, jangan bersedih lagi, kamu harus terbiasa tanpaku!” Setelah berkata seperti itu dia menutup mulutnya karena malu sendiri dengan ucapannya, seolah berkata pada kekasih.
Akhirnya, mereka pun melanjutkan perjalanan, naik dengan pesawat kelas bisnis. Ada Arhen, Lucas, Ramadhan, Aini dan pemandu wisata.
Perjalanan pun berlangsung dengan damai, hingga mereka sampai di bandara kota kelahiran Sakinah dengan ceria. Akan tetapi, insting Lucas masih merasa aneh sejak mereka keluar dari hotel di Jakarta.
Selepas mendarat di Bandar Udara Minangkabau, pemandu menempuh perjalanan selama dua hingga tiga jam. Belum lagi medannya yang naik-turun dan berliku kadang membuat perut mual dan kepala pusing.
Terbayang betapa lelahnya perjalanan yang akan ditempuh dengan jarak sekitar 115 kilometer (km) itu. Tapi, apa yang ditawarkan oleh jalur Padang-Bukittinggi benar-benar menjadi obat bosan. Pemandangannya benar-benar aduhai.
Jajaran pegunungan Bukit Barisan menghampar luas di kanan dan kiri jalan. Belum lagi, gagahnya Gunung Singgalang dan Marapi akan memanjakan mata di sepanjang jalan menjelang masuk ke Kota Bukittinggi.
Jalur utama yang termasuk jalur lintas Sumatera tersebut memiliki banyak destinasi wisata yang dapat disinggahi. Letaknya tidak jauh dari jalan utama, sehingga tidak butuh waktu lama untuk sampai ke tiap destinasi.
__ADS_1
Air terjun Lembah Anai, misalnya. Air terjun yang berada di tengah Lembah Anai ini benar-benar berada di pinggir jalan utama. Siapapun bisa memarkir mobil tepat di sebelah air terjun. Arhen menggunakan penutup wajah, masker dan topi serta jacket lengkap, mereka berfoto di beberapa tempat sejak tadi.
Wisatawan juga bisa mendekat ke air terjun Lembah Anai sambil bermain dengan monyet-monyet yang berkeliaran di sekitarnya.
Lokasi air terjun Lembah Anai berjarak sekitar 50 km dari Bandara Minangkabau. Oleh karenanya, mampir ke air terjun tersebut bagai oase untuk menghilangkan kejenuhan dan lelah sebelum mencapai Bukittinggi.
Persis di seberang air terjun terdapat bentangan rel kereta api yang legendaris. Jalur kereta yang menghubungkan Kota Sawahlunto-Padang itu dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda untuk mengangkut batubara.
Lanjut dari air terjun Lembah Anai, mampir juga ke Pusat Informasi dan Dokumentasi Budaya Minangkabau di Kota Padang Panjang. Di sini, mereka bisa mulai mengenal kehidupan dan budaya masyarakat Minangkabau, suku utama di Sumatera Barat.
Selain berkenalan dengan budaya Minangkabau, mereka juga bisa sejenak memejamkan mata sambil menikmati sejuknya udara pegunungan Padang Panjang.
Arhen awalnya bertujuan ingin langsung ke Bukittinggi, jadi berubah tujuan, dia ingin pergi ke daerah Padang Panjang, Solok, dan Payakumbuh, begitu banyak tempat wisata di sana. Ada danau Singkarak, danau atas dan danau bawah, kebun teh, lambah arau dan lainnya.
Di Lambah arau, di sana banyak air tejun yang indah, jarak air terjun yang satu dengan yang satunya berdekatan, bisa berjalan kaki. Akan tetapi, Arhen lebih memilih di atas mobil sambil merekam pemandangan indah di beberapa air terjun itu dengan kameranya. Lebih dari 7 air terjun yang ia temukan di sekitar sana, semua bentuk air terjun itu berbeda-beda cara jatuh dan postur dinding yang air itu lewati, unik-unik semua.
Pariwisata kota Eropa dan Jepang, juga ia singgahi di lembah arau, lalu juga ke Negeri seribu menhir, bukik bulek Taram, bukit batu Manda dan lainnya. Tak berlama-lama apalagi mandi di air terjun. Demi keselamatan diri, Arhen hanya mengabadikan dengan video saja, berfoto di sana sebentar, lalu pergi. Hingga dia bisa menempuh banyak tempat.
Tak terasa, mereka akhirnya sampai di jam gadang Bukittinggi, jam 11 malam. Pemandu wisata langsung menyewa hotel di sana, untuk penginapan mereka. Setelah membersihkan diri, gerombolan Arhen memilih naik bendi berputar-putar dan turun kembali di jam gadang. Arhen kembali mengabadikan moment-moment nya di sana.
Esok hari, mereka ingin berjalan-jalan di daerah ini, lalu langsung ke daerah Pariaman dan pulang.
Sesuai dengan jadwal rencana, pagi-pagi sekali mereka telah beranjak dari penginapan, langsung pergi ke kebun binatang, panorama, lubang Jepang, dan tempat lainnya sampai jam 3 sore. Setelahnya, melanjutkan perjalanan ke daerah Pariaman.
Sejak kemarin, Lucas sangat tidak nyaman. “Tuan Muda, apakah jalan yang akan kita tempuh lengang? Apakah tak ada jalan lain?” tanyanya dengan wajah khawatir, dia merasa sangat tidak tenang.
“Aku juga tidak terlalu tahu jalan, aku lahir di Batam, besar di Belanda, memangnya kenapa? Aku malah jadi kepikiran pengen ke kelok 9 sama kelok 44, tau! Tapi kalo menempuh kelok 44 bisa mual.” tanggap Arhen masih santai, dia masih belum puas melihat-lihat daerah ini.
“Sudah, jangan tegang begitu mukanya, Lucas. Hari ini kita langsung pulang! Besok, pas Mom dan yang lain sampai, kita jalan-jalan lagi, kalo perlu ke pulau-pulau, di pasisia itu bagus loh, aku juga pengen ke sana!” Arhen berkata dengan ceria. Di kepalanya, hanya isi bermain sepuasnya, dia sudah lelah kerja mati-matian di dunia hiburan selama ini, ini adalah liburan terbaik baginya.
Di jalanan yang sepi, antara Pauh dan Pariaman, mobil mereka di pepet beberapa mobil, di pojokkan ke sudut dan ... Dor!
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Updatenya slow ya guys... lagi sibuk mau lebaran...
Puasa hendak berakhir, sebentar lagi idul Fitri akan datang, mari kita sambut dengan bahagia karena telah mencapai kemenangan. Mohon maaf lahir dan batin ya🙏