
Seperti rencana yang telah di susun pemuda berkulit gelap sebagai pemimpin rencana jahat, tiga orang penyusup yang menyamar menjadi pelayan mansion keluarga Van Hallen telah bereaksi, memberikan informasi dan mulai menyusun rencana.
Hacker ciptaannya, serta dirinya menyerang tiga perusahaan besar sekaligus di waktu yang sama, dari tempat yang berbeda dengan teamnya. Klien bodong mengajak pertemuan dengan Hans, sedang klien lainnya malah berhadapan dengan Alex Dan Dedrick.
Serta suruhan lainnya yang ingin menemui Andrean dan David. Sayangnya, Andrean menolak pertemuan itu, dengan sikap sombong seperti biasa, ia tak tertarik bekerjasama. Sedikit berubah dari rencana, karena menghadapi para lelaki memang jauh lebih sulit dari pada jadwal anak-anak dan seorang istri.
Saat mengantarkan Jay dan Jamila, di tengah jalan mereka di hadang, sopir dan pengawal dua bocah itu ditembak mati, lalu mayat dan mobil mereka di sembunyikan. Sedangkan King, dia di culik saat jam istirahat belajar, dari hp Jamila, penculik mengirim pesan, meminta King keluar dari gerbang sekolah.
Kini, tiga anak kecil itu diikat di tiang pancang pondasi pile.
Di mansion Van Hallen, jam 10 pagi, Sakinah sibuk membaca pelajaran Jamila, dia sering memeriksa pelajaran dan PR Jamila. Terkadang beberapa soal dia tidak paham, makanya dia belajar. Walaupun anaknya sudah memiliki guru private, sebagai ibu, dia ingin melihat proses belajar anaknya juga, sama dengan sikembar dulu.
Sakinah sibuk berkutat dengan bacaannya, tiba-tiba dia di bekap paksa, dia memberontak, tapi kalah.
Di mansion, biasanya Sakinah hanya memakai hijab biasa tanpa cadar, jadi otomatis hidungnya menghirup bius yang sudah dituangkan di sapu tangan yang dibekapkan di hidung dan mulutnya. Perlahan, Sakinah pun terkulai lemas dan tak sadarkan diri.
“Cepat! Kita harus bergerak cepat, sebelum seisi mansion ini tersadar!” Mereka bertiga membopong tubuh Sakinah ke dalam mobil dan membawanya pergi dari sana.
Pemuda berkulit hitam yang menjadi ketua rencana ini, sudah membersihkan dan mengatur cctv saat anggotanya mulai bereaksi dan membius Sakinah, hingga mereka kabur dari sana. Tiga orang yang berada di dalam mansion itu, memberikan obat tidur dalam makanan dan minuman satpam. Lalu gas beracun di sekitar ruangan mansion yang bisa dihirup para pelayan lainnya, sedangkan mereka sudah meminum obat penawarnya.
__ADS_1
Untuk Sakinah, dia berada di ruangan terpisah, tak sembarangan orang masuk, sehingga ia tak terkena gas racun itu, sehingga mereka melakukannya dengan manual, membius Sakinah melalui sapu tangan yang dituangkan obat bius.
***
Hans berbincang dengan klien di hadapannya, dia merasa tak nyaman, berniat pergi, lalu dua orang itu langsung menyodorkan video, dimana sang adik terikat disebuah kursi. Membuat niat Hans terhenti.
“Kau bisa ikuti kami, jika ingin adikmu selamat!”
Hans berniat meminta bantuan dan memberikan kode pada Arsen. “Hoooo! Aku lupa memberitahu mu, jika kau berniat macam-macam, gadis ini akan mati, jadi mari ikuti kami!” Dengan terpaksa Hans mengikuti. Hans hanya berpikir, pasti dua klien ini hanya ingin mengancamnya untuk bisnis, dia masih percaya diri, jika pun dia menyetujui bisnis terlarang. Arsen pasti peka dengan sikapnya dan langsung bertindak.
Di tempat lain, Alex langsung menyerang klien bodong itu, mengintrogasi mereka berdua. Sayangnya, dua orang itu lebih memilih bungkam.
“Baik!” sahut Alex. Dia mencoba menghubungi Andrean dan David, tetapi tak ada jawaban sama sekali.
“Mereka berdua tidak mengangkat Tuan Muda.”
Di Lautan Kebebasan.
Jesylin menghubungi Vindo, suaranya terdengar berbisik sambil menangis, meminta tolong pada putranya, pulau yang selama ini terjaga, tiba-tiba di serang oleh beberapa helikopter secara mendadak. Hingga Berend Elmo dan para pengawalnya kelabakan.
__ADS_1
Semua helikopter yang menyerang, sudah hancur terbakar dan jatuh ke dalam lautan, tetapi tak lama beberapa boat dan kapal-kapal kecil datang ke pulau itu. Keamanan Lautan Kebebasan yang mulai goyah karena serangan dadakan tadi harus mulai bergencar senjata dengan tamu yang baru datang.
Berend menyembunyikan putra dan istrinya di tempat rahasia, anak-anak dan wanita-wanita lemah. Sedangkan yang kuat bertarung.
“Mom, don't worry! I will come!” Vindo meminta izin pada Arsen, dia harus menolong keluarganya segera di pulau.
“Baiklah! Kau hati-hati!” sahut Arsen.
Entah kenapa hatinya mulai cemas tak beraturan, darahnya berdesir sejak tadi. Seperti kebiasaannya, dia memeriksa media sosial Roselia. Hari ini tak ada postingan apapun, Rayyan juga tak memposting apapun.
“Hm, kau sibuk, ya? Kau membuatku berpikiran terus, Ros!”
Tiba-tiba mata Arsen menangkap sesuatu bahaya, jam tangan yang terpasang pelacak di mana Roselia menunjukkan koordinat bahaya. Arsen langsung menghubungi Hans, ingin bertanya kemana Roselia hari ini? Apakah dia tidak kuliah, karena koordinat keberadaan Roselia jauh dari kampusnya.
Dia menelepon Hans terus-menerus, awalnya tak diangkat, tiba-tiba dimatikan dan tak aktiv lagi, membuat Arsen berpikir keras.
“Jangan-jangan-- Tidak! Aku harus segera mencaritahu!” Arsen bangkit dari duduknya, memainkan laptop ajaib yang sudah dimodifikasi jaringan-jaringan di dalamnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Maaf Arlove tersayang, lama gak update....