
Tiga tahun kemudian.
Sikembar kini telah berumur 19 tahun, Jay sudah bertambah besar dan tinggi, ia kini telah berumur 10 tahun, Jamila juga sudah berumur 8 tahun, sekolah di sekolah yang sama dengan Jay.
Hari ini Sakinah bersama Jamila dan Jay menjemput Ardhen di bandara. Dua bulan yang lalu, Ardhen telah wisuda bersama teman-temannya. Mereka berfoto bersama, orang tua Abraham dan dua adiknya, orang tua Cleo bersama satu orang kakaknya, serta Sakinah sekeluarga.
Setelah wisuda dan bersenang-senang, Cleo dan lainnya telah memilih pulang duluan bersama keluarga masing-masing ke Belanda. Akan tetapi, Ardhen bersama Abraham pulang belakangan karena membantu Rufia yang akan menetap di Belanda.
Rufia selama ini hidup bersama ibunya, 7 bulan terakhir, Ibunya meninggal dunia karena sakit keras. Ia jadi sebatang kara tanpa sanak keluarga. Abraham yang jatuh hati padanya berniat membawanya ke Belanda, jadi dia minta bantuan pada Ardhen untuk mengajak Rufia.
Awalnya Rufia menolak, tetapi Ardhen menjelaskan, kalau mereka membuat produksi olahan kue. Sehingga, Rufia pun tertarik, ia mengurus surat-surat penting untuk menetap di Belanda akhirnya.
Sakinah menunggu di ruangan yang sejuk ber-AC, di depannya ada minuman dan cemilan, ada Clara dan dua pengawal pribadi, salah satunya merangkap jadi sopir.
Tak lama, Clara mendekat ke arah Sakinah yang duduk bertiga dengan Jamila dan Jay. “Nyonya, Tuan Muda Ardhen sudah sampai,” jelas Clara.
Sakinah mengangguk. Ia kemudian berdiri, Jay dan Jamila juga ikut berdiri, dari kejauhan tampak Ardhen dan Abraham turun bersama seorang gadis dengan menarik koper mereka masing-masing. Kali ini Ardhen dan Abraham pulang dengan pesawat kelas bisnis.
Ia sedikit berlari-lari kecil dengan wajah ceria sambil tersenyum senang.
“Mom!” Langsung mencium punggung tangan Sakinah.
“Hei, Princes Mila!” Ardhen merunduk dan mengecup pipi Jamila. Kemudian menoleh pada Jay dan tersenyum, Jay juga tersenyum sekilas.
“Hei, kenapa jalanmu cepat sekali! Kasihan Rufia pakai high heels, susah mengejarmu tahu!” protes Abraham. Lalu dengan segera menyalami Sakinah, ikut-ikutan mencium punggung tangan Sakinah karena terbiasa melihat Ardhen seperti itu sejak dulu.
Rufia yang juga baru sampai merasa sangat canggung, perlahan ia juga merungkuk sedikit mengulurkan tangan, Sakinah mengulurkan tangannya ke arah Rufia, gadis itu kemudian melakukan hal yang sama seperti yang Abraham lakukan, mencium punggung tangan Sakinah.
Sakinah mengelus kepala Rufia lembut saat gadis itu mencium punggung tangannya.
“Mom, kenapa aku tidak dielus seperti itu?” Abraham langsung menyodorkan kepalanya kepada Sakinah dengan merunduk.
__ADS_1
Ardhen mendorong kepala Abraham jengkel. “Kau itu pria! Momku hanya boleh menyentuh kepala pria, jika pria itu suami dan putranya saja! Memangnya kau mau jadi wanita!” tegur Ardhen posesif. “Dan satu hal lagi, aku ingatkan, jangan panggil Momku dengan Mom, dia cuma Momku bukan Mommu!" Menunjuk kening Abraham.
Abraham mendengus tak peduli, masih menyodorkan kepala pada Sakinah, sehingga Sakinah akhirnya mengelus pucuk kepala Abraham dengan tersenyum.
Rufia hanya bisa tersenyum melihat keakraban itu.
~~
Di tempat lain, tepatnya di lokasi syuting.
Arhen sedang di datangi seorang gadis cantik bertubuh mungil di sela syuting film terbarunya. Wanita itu menangis-nangis, mengatakan ia hamil anaknya Arhen. Bukan hanya itu, berbagai foto dan video dirinya tersebar di internet berganti-ganti wanita masuk ke club malam terkenal di ibu kota. Berganti pacar setiap Minggu.
“Arhen, kau harus bertanggung jawab atas bayiku!” teriak wanita itu.
Arhen masih dengan santainya duduk, ia meminum air mineral sebotol habis dengan tegukan cepat. Lalu, ia menghela nafas panjang. Ia kemudian menatap gadis mungil itu secara seksama.
“Kemarilah, Sweet Heart!” Arhen mengulurkan tangannya, mengetuk kursi kosong yang ada di dekatnya.
Orang-orang yang ada di sekitar lokasi syuting sejak tadi sudah menegang, mulai dari kru hingga Manager dan Asiten pribadi Arhen sendiri.
“Cassandra Belleza,” jawab gadis itu.
“Nama yang indah dan cantik, secantik dirimu, berhentilah menangis!” Arhen berkata dengan tersenyum.
Bisik-bisik kembali menguak, tentu saja gosip baru tentang artis satu ini akan bertambah lagi.
“Aku selesaikan dulu syutingnya ya, nanti kita bicarakan lagi masalah kehamilanmu, boleh 'kan Sweet Heart?” Arhen tersenyum.
“Baiklah!” Tanpa aba-aba gadis cantik bertubuh mungil itu langsung memeluk Arhen tanpa aba-aba. Arhen berdiam kaku dengan senyum terpaksa, ia hanya bisa meneguk salivanya, tidak berniat membalas pelukan itu sedikitpun.
Setelah memeluk Arhen, wajah gadis itu berubah ceria dan riang, ia duduk menunggu Arhen di pojok sana, di tempat Arhen memintanya menunggu.
__ADS_1
Akhirnya, Arhen kembali melanjutkan syuting film terbarunya dengan lancar.
~~
Di Perusahaan Ar3s.
Wajah tampan Arsen yang paripurna itu tampak kusam dan kusut. Ia barusan memeriksa hp nya. Hans siap siaga dan akan menebalkan telinga mendengarkan perkataan pedas Arsen, jika wajah atasan mudanya seperti ini, pasti pemuda itu akan marah-marah, pikir Hans.
“Aku butuh waktu sendiri Kak, tolong kerjakan ini, aku sedang tidak mood!” pinta Arsen dengan melemparkan map berwarna kuning pada Hans. Asisten Pribadinya itu menangkapnya dengan tangkas.
‘Eh?’ Hans terkesiap, ia hanya disuruh keluar, biasanya ia akan diomeli sebagai tempat pelampiasan bagi Arsen.
“Baik, Tuan Muda!” Lantas Hans keluar dari ruangan itu dan kembali lagi ke ruangannya yang bersebelahan dengan ruangan Arsen.
Hans melihat hpnya, terlihat berita terbaru yang baru saja diunggah di sosmed cabe gosip, mengatakan kalau putra ke-dua dari Andrean Van Hallen menghamili seorang gadis.
‘Artis populer ini sangat keren, setelah berganti pacar tiap minggunya, kini ia menghamili seorang gadis,’ tulis seseorang.
‘Tapi dia tidak mu bertanggung jawab!’ balas seseorang.
‘Aku juga bersedia hamil dengannya, artis papan atas, jangan-jangan wanita itu yang sangat agresif memanjat ranjangnya!’
‘Dasar pria busuk! Pria mesum! Terkutuk lah kau karena tidak ingin bertanggung jawab!’
‘Dasar pria sampah pengecut, hanya modal tampang dan keturunan kaya, tetapi kelakuan buruk!’
‘Aku yakin dia itu hanya mengandalkan keluarga dan tampang, kalau tidak, tidak akan mungkin dia selalu menjadi artis top nomor satu di negara ini!'
Begitu banyak judul dan kritikan di komentar para haters dan fans Arhen, bahkan mereka saling menyerang satu sama lain.
“Pantas saja Tuan Muda begitu pusing, rupanya Tuan Muda Arhen tersandung kasus buruk baru lagi? Ia selalu mendapatkan scandal setiap saat!” gumam Hans.
__ADS_1
Sedangkan pada kenyataannya, Arsen kini sedang menggerutu menatap hpnya, membaca mantra kutukan pada seorang pria yang sedang berjalan bersama Roselia. Ia adalah Rayyan, teman sekolah Roselia.
Hari ini, Roselia ditemani berbelanja oleh Rayyan untuk pesta perpisahan sekolah mereka. Tadi, Arsen baru saja menerima foto kiriman dari pengawal rahasianya yang diam-diam mengikuti Roselia setiap saat, atas perintah Arsen tanpa sepengetahuan Hans, Asisten Pribadinya, alias calon Kakak Iparnya.