Anak Genius Itu Anakku

Anak Genius Itu Anakku
Apakah Mungkin?


__ADS_3

Setelah membeli bunga, Andrean dan David langsung menuju PT Wilzplants Groups. Setelah sampai di sana, tampak Dedrick tengah memeriksa berkas kerja dengan sangat serius.


“Tuan, Tuan Muda Andrean sudah sampai,” Alex memberitahu Dedrick yang telah merunduk dan fokus pada berkasnya saja. Mendengar penuturan Alex, Dedrick mendongak.


“Duduklah!” ujar Dedrick. Dia segera bangun sambil membawa berkas yang ia pegang bersama laptopnya, pindah ke arah sofa panjang yang ada di tengah-tengah ruangan itu, kemudian meletakkan berkas dan laptop di atas meja di hadapan sofa itu.


Andrean dan David pun duduk di sofa, begitu pula dengan Alex, duduk di samping Dedrick.


“Kau tampak sangat sibuk Kak?” Andrean melepaskan jas dan melonggarkan dasi kemejanya.


“Ya, akhir-akhir ini banyak masalah di perusahaan!” jawab Dedrick dengan menghela nafas.


“Perusahaanku dan perusahaan Arsen juga!” Andrean bersender di punggung sofa.


“Hah?”

__ADS_1


“Iya, sepertinya kita diserang bersama-sama, ini bukan satu pihak saja, apakah musuh keluarga Van Hallen? Aku dan yang lainnya juga sedang menyelidiki ini. Beberapa hari ini Arsen dan Vindo menemukan kalau sumbernya ada di Inggris, tetapi juga ada di Amerika, Rusia dan Belanda,” Andrean menjelaskan.


“Mereka berkelompok berarti?”


“Kurasa begitu Kak! Dan-- sepertinya orang ini ada hubungan dengan Jonathan deh!” Andrean mengetuk-ngetuk jari telunjuknya di tangan sofa.


“Bukannya Jonathan dihukum mati?”


“Ya, karena itu aku menyelidiki siapa saja yang dekat dengan Jonathan. Cara dia melakukan sama persis dengan yang aku dan Arsen lakukan dulu. Seolah memperlihatkan posisinya di Inggris, tetapi keesokannya dia menunjukkan ada di Belanda, Amerika, dan Rusia. Ini terlihat sudah disusun sangat rapi dan sengaja!” Andrean mengusap wajahnya, lalu meraih segelas air putih yang telah di tuangkan Alex.


“Jangan berasumsi seperti itu, hal tidak mungkin bisa saja mungkin 'kan. Bukankah dia pintar. Anak pintar itu banyak akal. Lihat sikembar, mereka cerdas dan memiliki kelebihan masing-masing di bidangnya. Jadi, jangan anggap remeh dia. Kita harus selidiki ini lebih lanjut dan waspada tentunya.” Dedrick juga meminum segelas air yang ada di hadapannya sampai tandas.


“Kurva jual beli Kakak gimana?” tanya Andrean.


“Masih aman, tetapi tak banyak beruntung!” Tampak Dedrick sedikit menyayangkan hal itu.

__ADS_1


“Itu lebih baik Kak! Dari pada rugi, karena perusahaan yang Kakak pimpin adalah produksi kebutuhan sehari-hari, jika tidak berjalan dengan baik, pasti merugi banget, sedangkan yang aku pimpin hanya sejenis perhiasan, tidak akan banyak merugi jika brang tidak di curi!” Andrean menyunggingkan senyuman kecilnya.


“Dan ... itu bisa saja terjadi kalau dia berhasil membobol data inti perusahaan 'kan?”


“Tentu Kak! Dav, keluarkan bahan yang kemarin, tunjukkan pada Kakak!” pinta Andrean.


“Baik, Tuan Muda.” David mengeluarkan berkas yang tersimpan hati-hati dari dalam tas hitam yang ia pegang seperti koper uang bentuknya, lalu menyerahkan berkas itu di hadapan Dedrick.


Dedrick pun melihat dan mempelajari berkas itu, mencocokkan dengan file-file yang ia miliki. “Kau juga pelajari lah ini!” Dedrick juga menyerahkan copyan file miliknya pada Dedrick dan David.


“Hm, apakah menurutmu Puloh ada di salah satu kelompok ini?” Tiba-tiba Alex berbicara mengenai Pria yang sepasukan Arsen kala itu.


“Rasanya tidak mu-” Andrean menghentikan ucapannya, kalau menatap Alex bersamaan dengan Dedrick dan David juga.


“Apakah mungkin?” gumam mereka bersama.

__ADS_1


__ADS_2