
Sebuah Aula tempat pertemuan yang diselenggarakan oleh 3 perusahaan besar di Belanda, tampak sangat ramai dipadati oleh tamu, wartawan, model, selebriti dan para staf keamanan.
Perusahaan Antaman Wizgold, Perusahaan Wilz Plantsgroup, serta Perusahaan yang baru menjajakan kakinya di 10 perusahaan terbesar di Eropa, yaitu perusahaan Ar3s.
Ar3s di sokong oleh banyak perusahaan kecil di bawahnya, lalu diantaranya ada perusahaan besar Antaman Wilzgold dan Wilz Plantsgroup, Perusahaan Caredhen food, Lawsen Flow, Arbluefire, Dubury, Franxico Jwer, dan lainnya. Begitulah yang orang-orang ketahui.
Arbluefire, dulunya memang Arsen jual pada perusahaan game, namun semakin ia bertambah usia, belajar bagaimana mengenal bisnis bersama Hans dan Papanya Andrean, ia menjadi pemuda penuh perhitungan, sehingga ia membuat perombakan dan membuat game baru, sehingga Arbluefire menjadi turun peminatnya, di situlah Arsen mengendalikan permainan dan menawarkan untuk membeli perusahaan game itu, yang akhirnya kini menjadi perusahaan di bawah naungan Ar3s.
Lawsen Flow, perusahaan yang dibangun secara ilegal oleh Jonathan di daerah Lawyer dengan menipu banyak pihak, Arsen mengurusnya menjadi miliknya dan membantu pihak yang telah tertipu bekerja sama untuk membangun perusahaan itu, dengan syarat Lawyer akan menjadi miliknya dengan diganti nama Lawsen dibawah naungan Ar3s.
Lalu, perusahaan Franxico Jwer, perusahaan perhiasan milik Irfan yang sudah diinvestasikan kepadanya saat itu, ia ambil alih, tanpa mengganti nama, karena ia cukup menyayangi Irfan. Ia berharap, suatu hari nanti, cucu dari Irfan ada yang bisa menjalankan perusahaan itu dengan baik dibawah kepemimpinannya.
Caredhen food, perusahaan yang dirintis oleh Ardhen sejak kecil. Ia menjalankan bisnis itu bersama temannya Abraham Holt dan Cleo Nathan yang dipandu oleh Chef kesayangannya Ardhen. Kini, perusahaan itu di kelola oleh Ibu Abraham dan Ibu Cleo selama anak-anak mereka kuliah di Italia.
Dubury adalah perusahaan otomotif yang akhir-akhir ini menjadi salah satu pendukung perusahaan Ar3s. Kemudian, beberapa perusahaan kecil yang juga berpartisipasi mendukung Ar3s, tampak sudah duduk di tempat mereka masing-masing.
Cekrek! Cekrek! Beberapa suara kamera dan kilatan cahaya kamera memenuhi ruangan menangkap gambar-gambar saat Para petinggi perusahaan masuk ke dalam aula. Bahkan para tamu berdiri dari kursinya.
Dedrick, Andrean, Ibu Abraham, dan 3 orang pria berjas hitam yang berdiri tegap dan gagah, mulai mengikuti langkah Arsen yang sudah menaiki pentas. Setibanya di atas pentas, Hans langsung menarik kursi untuk Arsen duduki, kemudian beberapa orang yang mengikuti juga duduk di kursinya.
“Silahkan duduk!” Pembawa acara mempersilahkan semua tamu kembali duduk.
__ADS_1
Arsen duduk ditengah-tengah, di samping kiri dan kanannya ada Andrean dan Dedrick, lalu yang lainnya. Para Sekretaris masing-masing dan satu orang bodyguard berdiri dibelakang kursi para petinggi itu.
Pembawa acara memulai acaranya dengan sedikit berbincang-bincang dengan para petinggi, hingga masuk pada kata sambutan dari Andrean.
“Terimakasih telah memenuhi undangan kami, hari ini kami akan menyampaikan kepada masyarakat umum dan memperkenalkan putra saya. Mungkin sebagian dan para karyawan lainnya sudah mengenal sosok putra sulung saya. Ia adalah putra pertama saya, Arsen Ryker Van Hallen, Direktur Utama Perusahaan Ar3s,” jelas Andrean setelah sedikit berbasa-basi tadi.
Semua terpana dan terdiam sejenak, lalu suara berisik mulai terdengar, seolah mereka tak percaya. Ya, semua karyawan Ar3s saja baru mengenal wajah tampan rupawan itu beberapa saat yang lalu, saat mereka mendengar atasan mereka baru berusia 16 tahun dan telah menyelesaikan studinya di Harvard. Lalu, kini, mereka mendengarkan berita lebih mengejutkan lagi.
“Pantas saja waktu itu, Tuan Andrean berani membeli kalung yang harganya mahal, rupanya perusahaan milik putranya, bukankah itu namanya curang!”
“Saya tak bisa percaya, dia anak yang baru berusia 16 tahun itu? Anak dari keluarga Van Hallen?”
“Ah, pantas dia sudah pintar sejak kecil dan bisa memiliki perusahaan, ia memiliki dukungan, dan tentunya akan mendapatkan didikan super dari keluarga Van Hallen, tidak diragukan lagi.”
Brak! Ibu Abraham menggebrak meja, menatap tajam ke arah kursi para tamu, kemudian pembawa acara langsung berseru.
“Attention please! Mohon perhatiannya, jangan ribut! Bisa kita memberikan waktunya sejenak, agar perkumpulan berjalan lancar?”
Setelah pembawa acara itu berseru, para pengawal dan staf keamanan mulai berjalan ke kerumunan tamu, bersiap menarik siapa yang akan ribut. Bergegas para tamu menutup mulut mereka rapat-rapat. Sebagian bisa menerima, sebagian tentu saja ada yang menaruh dendam sejak dulu pada Van Hallen dalam hati, sehingga pertemuan ini mereka berniat memprovokasi. Akan tetapi, keberanian mereka tak cukup, karena kenyataannya mereka masih ditekan dan masih dibawah kepemimpinan keluarga Van Hallen.
Perkenalan pun kembali dilanjutkan, mulai dari Arsen dan pejabat tinggi.
__ADS_1
Saat perkenalan diri, Arsen tak bicara, ia hanya diam dan menyuruh Hans yang memperkenalkan dirinya. Setelahnya masuk pada sesi tanya jawab.
“Tuan Muda Arsen, bisakah kami mengetahui sejak kapan Anda tertarik dengan sebuah bisnis? Apa yang menyebabkan Anda tertarik. Terimakasih!” ucap salah satu wartawan bertanya.
“Silahkan, Tuan,” ujar Hans memberikan mik pada Arsen, sebenarnya pemuda itu malas banyak bicara, tetapi ini adalah pertemuan penting untuk memperkenalkan dirinya, selama ini selalu diwakilkan oleh Hans.
“Sejak kecil, karena aku suka uang!” jawab Arsen, pendek, singkat dan jelas, lalu ia memberikan mik pada Hans.
“Em,” Wartawan itu menggigit bibirnya, sebenarnya ia masih belum puas, tapi kesempatan sudah dilemparkan pada wartawan yang baru.
“Tuan Muda, apakah kiat-kiat yang Anda lakukan agar bisa menjadi sukses seperti ini, sehingga bisa mendirikan perusahaan Ar3s menjadi perusahaan 10 besar di Eropa?” tanya wartawan baru itu.
“Bekerja, membaca, dan berdo'a.” Lagi, Arsen menjawabnya pendek. Tampak raut muka wartawan itu sedikit masam.
Hans memegang mik yang diberikan Arsen dengan berdehem. “Ekhem, terimakasih atas pertanyannya, itu pertanyaan yang bagus. Maksud Tuan Muda Arsen, jika ingin sukses harus rajin dan giat dalam bekerja, pantang menyerah, dan selalu bersemangat. Lalu, membaca, dengan membaca, kita bisa memperoleh banyak ilmu di dalamnya, bisa bermanfaat untuk kehidupan, kemudian berdo'a, gantungkan harapanmu tinggi dilangit, biarkan hatimu menginginkan harapan itu, setelah berusaha dan bekerja, memohon lah pada Tuhan, agar impian tinggi itu bisa kau gapai,” terang Hans.
Sesi pertanyaan untuk Arsen pun di akhiri dan berpindah pada para petinggi yang lainnya.
Arsen merasa bosan dan kesal, begitu banyak orang yang menatapnya sejak tadi, membuat ia risih. Rasanya, ia ingin menggunakan topeng seperti biasa, tetapi Andrean berkata padanya kala itu, ‘Sampai kapan Putra Papa menyembunyikan jati dirinya, apa sampai Papa mati?’
Hans juga meminta Arsen untuk menunjukkan jati dirinya setelah ia menyelesaikan kuliahnya di Harvard.
__ADS_1
Tak lama pertemuan itu pun berakhir, mereka semua bersalaman dengan para petinggi tak terkecuali dengan Arsen.
“Putra-putra Anda sangatlah tampan dan keren Mr. Andrean. Saya tidak menyangka dia sangatlah hebat, orang yang sangat saya ingin kenal selama ini,” tutur seorang pria paruh baya yang berjalan bersama istrinya, di sampingnya ada seorang gadis cantik, sejak tadi ia senyum malu-malu pada Arsen.