Anak Genius Itu Anakku

Anak Genius Itu Anakku
Menyesal


__ADS_3

Shaleh hanya bisa tersenyum, begitulah Sakinah menjaga sikap. Ia sangat menghormatinya, itulah alasan hatinya terpesona.


Begitu banyak penyesalan yang ia sesali, mulai dari ia tak dapat menepati janji, tak menjelaskan alasannya, jika seandainya saat itu ia menjelaskan, Sakinah adalah gadis yang taat dengan agama, jika ada pria yang datang melamar, bagus agamanya, dia akan menerima. Saat itu, ia masih meragu, masih malu, sehingga Ardi lebih cepat meminang.


Ia menyesal, lalu melampiaskan dengan sibuk bekerja mencari uang sebanyak-banyaknya.


Hingga 10 tahun berlalu, hatinya masih mencintai satu wanita. Saat ia mendengar Ardi meninggal, ada rasa kejam dihatinya, ia senang pria itu meninggal, Tuhan membuka harapan dari cinta yang ia pendam.


Satu penyesalan yang selalu ia ingat selamanya. Malam itu, dimana malam saat Sakinah diperkosa. Jika seandainya saat itu, ia bersikeras mengikuti Sakinah, mungkin wanita itu tidak diperkosa, tidak di usir dari desa. Masih ia ingat, saat itu ia di warung saat Sakinah membeli gula. Ia sudah berdiri dan mengikuti Sakinah beberapa langkah, namun Sakinah melarang dan ingin sendiri pulang karena tak ingin berjalan dengan yang bukan mahram. Entah kenapa, saat itu kakinya pun berat melangkah mengikuti Sakinah.


Ia menyesali semuanya, kenapa ia tak cepat mengutarakan cintanya, meminang wanita janda itu segera, mengakui saja kalau anak yang dikandung Sakinah itu anaknya? Atau menikahinya saja demi melindungi. Tetapi? Dia malah hanya menjadi pria pengecut, berharap Sakinah akan meminta tolong padanya, ia lupa, Sakinah adalah wanita tegar, wanita pendiam dan menyimpan sesuatu di dalam hati dengan pikirannya sendiri.


Ibu Sakinah meninggal, tetangga semakin jahat padanya. Ia hanya menjadi penonton pengecut. Saat Sakinah diantar Pak RT ke bandara, ia hanya bisa melihat dari kejauhan, hanya mencoba memendam sendiri, berharap Pak RT mengatakan dimana putrinya tinggal padanya. Hingga suatu hari ia mendengar alamat Billa, di Batam, daerah Bayuajo.


Ia menyusul ke Batam, berharap menemukan wanita itu. Ia menyesali kebodohannya kembali, setelah menemukan alamat Billa. Kenapa ia tak langsung meminta pada Pak RT secepatnya saat itu, agar bisa mendekati dan meminang Sakinah? Hanya karena sebuah malu? Ia menunggu beberapa tahun hanya untuk mengetahui alamat Sakinah.


Seharusnya bukan hanya do'a, tetapi juga usaha. Seharusnya ia membantu Sakinah saat susah! Sayang, kehadirannya sudah sangat terlambat.


Dia kembali didahului oleh pria keren, seorang CEO keturunan Belanda, pria yang memperkosa wanita yang ia cintai, pria yang memberikan wanita itu malaikat kecil yang kembar.


Semuanya telah terlambat untuknya....


Ini kah yang disebut jodoh dan takdir?


~~


Air mata Shaleh turun semakin deras.


“Jika seandainya ... apakah aku bisa meminangmu? Apakah kamu akan bahagia bersamaku? Apakah kita akan memiliki anak juga, seperti kehidupanmu sekarang?” gumam Shaleh dengan bibir gemetar menahan sejak di dada.


“Kinah, aku mencintaimu. Semoga kau selalu bahagia.”


Penyesalan panjang yang hanya bisa ia tangisi. Ucapan cinta yang tak pernah ia ungkapkan pada Sakinah.


“Ya Allah. Hanya engkau yang mengetahui hatiku, aku berserah diri padamu.”

__ADS_1


Tak terasa, ia pun tertidur dalam tangisnya.




Andrean telah menggerutu sejak tadi. “Sayang, jelaskan padaku, pria tadi siapa?” Menatap Sakinah serius tak berkedip.



“Kak Shal-”



“Ssst! Jangan panggil nama dia dengan bibir manismu.” Memotong ucapan sakinah secepat kilat, menempelkan jarinya di bibir istrinya, kemudian mencium bibir itu posesif.



“Hm!” Sakinah melepaskan ciumannya, mendorong bahu Andrean, mengelakkan wajahnya. “Sayang, kamu kenapa? Jangan bilang kamu cemburu?” Menatap Andrean penuh selidik. “Aku sudah menjadi istrimu, memiliki anak denganmu, dia hanya seorang kakak kelasku, tidak lebih, jangan kekanak-kanakan begitu.”




“Katakan padaku Sayang, apa saja yang dikatakan olehnya saat tadi aku pergi!” pinta Andrean.



“Tidak ada. Dia langsung pamit setelah kamu dan Ayah Billa pergi, tanya saja pada Ibunya Billa kalau tidak percaya.” jelas Sakinah.



“Sungguh, Sayang?!” Langsung berhambur memeluk Sakinah erat. “Aku mencintaimu, Sayang. Aku takut kehilanganmu.”


__ADS_1


“Iya, iya.” sahut Sakinah.



“Cuma, iya?” Andrean merengek manja.



“Iya, aku juga mencintaimu.” sahut Sakinah.



“Sungguh?!” Menatap wajah Sakinah, kemudian tersenyum dan mengecup bibir Sakinah lama, mulai dari mencium biasa hingga mencium panas.



“Sayang, sudah!” tolak Sakinah.



“Sayang, katanya kau mencintaiku, aku sangat merindukanmu. Aku .... kangeeen....” bisiknya manja saat mengatakan aku kangen. Tangannya mulai nakal meraba-raba tubuh Sakinah.



Ya, akhirnya Andrean pun meluluhkan Sakinah dan mereka pun bercinta.



...\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*...



*Nb : Apakah Arlove ingat, pria yang hendak mengantar Sakinah membeli gula di bab awal, sebelum Sakinah diperkosa? Nah, iya, dia adalah Shaleh Yusuf*.


__ADS_1


*Nah, semoga ini bisa menjawab pertanyaan Arlove... tentang Shaleh ya*...


__ADS_2