Anak Genius Itu Anakku

Anak Genius Itu Anakku
Panggilan Video


__ADS_3

Setelah membeli bunga, dengan resehnya Andrean mulai bertanya sesuatu yang vulgar pada David. “Dav, kamu bisa main di atas ranjang 'kan? Atau butuh video untuk-” ucapan Andrean terhenti.


“Aku bisa Tuan Muda, aku normal!” potong David cepat, pipi dan telinganya memerah.


“Berapakali kau main dalam semalam?”


“Hah?”


“Jangan bilang padaku, kau tidak kuat dan hanya main sekali karena pinggang dan lututmu encok, atau milikmu lemah?” ejek Andrean.


“Tidak, itu tidak benar! Aku kuat dan milikku sangat kuat!”


“Hahahhaa!” Andrean tertawa lepas. “Oh, baguslah. Jika tidak, kasihan sekali istrimu, dia masih sangat muda, sedang candu-candu nya!” Andrean berkata sambil masih terkekeh.


“Ingat, kasih bunga dan hadiah pada istrimu, wanita itu suka kejutan!” pesan Andrean masih sambil terkekeh.


**


Dedrick tampak memijat kepalanya, Alex melaporkan beberapakali ada orang yang menyerang sistem perusahaan mereka, ingin membobol data. Alex, laki-laki tampan yang memiliki beberapa bintik di daerah hidungnya tampak berwajah kusam, dia tak tidur sejak semalam.


“Lex, sebaiknya kau istirahat dan tidur dulu! Lihat penampilanmu, kau terlihat seperti bapak beranak empat!”


“Hm,” Alex yang biasanya energik itu hanya menjawab dengan bergumam, ia merebahkan wajahnya di atas meja di samping laptop.


“Tidurlah di ranjang atau sofa Lex!” perintah Dedrick. Dengan sedikit huyung karena kurang tidur, Alex pun berjalan ke sofa panjang di sudut ruangan, ia langsung menelungkup kan wajah dan tubuhnya di badan sofa itu.

__ADS_1


Dedrick mulai memeriksa semua data sambil berpikir. Ia merasa kasihan pada Alex yang bekerja keras, ia bisa tidur nyenyak karena bantuan Alex dan teamnya.


Masih sibuk dengan pikiran yang menerawang, Calista menelponnya. “Honey, putra kecilmu ingin melihat wajah Dad nya!” Tampak wajah cantik dan ceria Calista di sana penuh, lalu berganti dengan wajah anak keduanya. Suasana hati Dedrick menjadi membaik setelahnya.


“Hay, Sayang!”


“Halo Dad!” sahut anak kecil itu dengan suara cadelnya. “Dad, you know, Kak King baru saja membuat masalah dengan Kak Mila?” Anak kecil itu mengadukan sesuatu pada ayahnya.


“Mila? Masalah apa Honey?” Dedrick menatap Calista yang berada disebelah anaknya.


“Hm, itu- Mila membakar taman belakang sekolah.” jelas Calista menggaruk keningnya yang tidak gatal sama sekali.


“Lalu?”


“Well, your son bantu dia bersama Jay! Haaaaaah!” Calista dan Dedrick sama-sama mendesah.


“Honey, aku jadi khawatir dengan anak kita yang ketiga ini?” Calista berkata sambil mengelus perutnya yang masih rata. Ya, wanita itu kini tengah hamil dua bulan, ini calon anak ketiga mereka.


“Apa yang kamu khawatirkan, Honey?” Dedrick menatap Calista lembut.


“Kau tidak ingat? Kau sangat dingin dan judes padaku?” Dedrick tersenyum kecil mengingat itu, judes pun akhirnya dia luluh juga 'kan.


“Hm, aku masih ingat Honey!”


“Hm, kau juga tahu 'kan, aku dan Andrean sebelas dua belas? Aku sering jahat pada David dan Alex, menjadikan mereka berdua kudaku, melempar mereka dan menendangnya. Apa nanti anak kita akan menurunkan sifatku? Atau campuran sikapku dan sikapmu?”

__ADS_1


Dedrick tersenyum hangat. “Honey, kau tidak melihat King? Dia ceria sepertimu, keras kepala dan suka mengejar apa yang dia mau, aku suka sikap anak kita seperti dirimu. Putra kedua kita juga tampak ceria sepertimu, jadi anak ketiga kita juga akan ceria.”


“Bagaimana kalau dia ceria tapi nakal?”


Dedrick tersenyum. “Kalau dia nakal, kita akan mendidiknya berdua, memberikan contoh yang baik. Anak-anak itu biasa nakal, dia sedang mencari jati dirinya sendiri, sedang belajar menemukan karakter dirinya. Tidak apa-apa.”


“Hm,”


“Sudah, jangan terlalu banyak berpikir,”


“Ya,”


Mereka diam sejenak saling pandang, sedangkan anak keduanya sudah pergi, kini hanya mereka berdua yang saling pandang di layar hp. “Love you, Honey,” Terdengar Dedrick mengatakan cintanya dengan lembut.


Pipi Calista memerah, suaminya itu sangat jarang mengatakan cinta dan selalu mengatakan cinta diwaktu biasa-biasa saja, seperti sekarang ini. “Honey, katakanlah cintamu saat kita makan malam dengan romantis atau di atas ranjang, jangan sedang menelepon begini!” protes Calista dengan semburat rona malu-malu.


“Tapi aku suka dan tulus mengatakannya.”


“Hm,”


“Nanti aku akan menyatakan cintaku di atas ranjang padamu!” Dedrick berkata serius.


“Aaaah, kamu ini! Dasar menyebalkan!” Calista mematikan hpnya sepihak. Lalu, mengirim pesan chat.


‘Aku merindukanmu, cepatlah pulang!’

__ADS_1


Dedrick terkikik melihat pesan itu. ‘Manisnya,” gumamnya tersenyum.


...----------------...


__ADS_2