Anak Genius Itu Anakku

Anak Genius Itu Anakku
Laporan


__ADS_3

Andrean sibuk membolak-balikkan laporan yang telah diberikan David padanya. Yang pertama tentang kartu keluarga, benar saja kartu keluarga yang dikosongkan namanya dibawah Sakinah itu tertulis nama Arsen. Dalam penjelasan kartu keluarga Sakinah memiliki tiga orang putra yang lahir dengan hari yang sama.


Kemudian, Shalsabilla dan Jimi tidak memiliki putra, artinya ada sesuatu yang aneh.


“Apakah dia menjual salah satu anakku karena kehidupannya yang susah dahulu? Jika memang begitu, aku akan membeli 10 kali lipat dari harga jual anakku.” tutur Andrean berbicara sendiri menatap laporan itu.


“Apa aku harus bertanya dulu padamu? Aku percaya padamu, kenapa tak kau katakan sendiri padaku?”


Andrean mendesah, laporan tentang Sakinah memiliki tiga orang putra, telah seminggu ini ia ketahui. Arsen anak kecil yang terlihat sangat licik saat menolong nya malam itu adalah putranya.


“Apakah sebenarnya anak kecil itu tau kalau aku orangtuanya? Kalau tidak, kenapa anak itu bisa menolongku dan berbuat sangat licik?”


Masih diingat oleh Andrean kala itu.


Setelah Arsen menolong dirinya, keesokan paginya ada berita viral terbaru, putri seorang pengusaha yang berprofesi menjadi model cukup terkenal, wanita yang malam itu menuangkan alkohol yang diberi obat perangsang ke dalam mulutnya dengan paksa saat ia pura-pura mabuk.


Wanita itu ditangkap basah sedang bugil dikamar hotel dengan seorang pengusaha paruh baya yang memiliki istri dan tiga orang anak, putri sulung pengusaha itu bahkan sama besar dengan wanita itu.


“Perbuatan yang cukup kejam, ini semua pasti ada permainan tangan orang dewasa, tetapi dia bekerjasama dengan siapa? Tidak mungkin pria itu 'kan?” Andrean terus berpikir.


Ia tak yakin jika Jimi cukup berpengaruh.


Berita buruk itu benar-benar aib yang memalukan, ayah wanita itu bahkan tak berani lagi menjodohkan putrinya dengan Dedrick ataupun Andrean. Penanam saham pun sebagian menarik modal mereka.


Bukan hanya kejadian itu, setelahnya Andrean juga mendapati dirinya dipantau di apartemennya sendiri. Awalnya ia mengira itu ulah Dedrick yang menempatkan pengawalan rahasia atau memasang kamera tersembunyi, tetapi itu bukan perbuatan Dedrick.

__ADS_1


Malam itu, saat Andrean memilih tidur di apartemen menghindari degupan di dadanya dan biraahinya yang muncul saat melihat Sakinah. Ia kedatangan tamu tak diundang, wanita yang sudah ia putuskan menjadi pacar dan kini statusnya mantan pacar, menerobos masuk ke dalam kamar hendak mengajaknya bercinta.


Saat itu, pertamakalinya ia kecolongan, minuman yang ada di dalam kulkas apartemennya sudah dicampur obat, padahal ia sudah waspada akan makanan dan minuman yang dibawa wanita itu.


Andrean memang pengalaman bercinta, namun ia melakukan biasanya dalam persiapan, memakai pengaman, setidaknya ia melakukan dalam keadaan sadar. Nafasnya tersengal-sengal, keringatnya bercucuran, ia menggigit bibirnya kuat, ia bahkan membuat suhu AC di apartemen itu sangat dingin agar ia masih bisa sadar.


Wanita yang menjadi mantan pacar itu terus menggerayanginya, mencumbunya. Andrean terus mengelak, mendorong tubuh wanita itu. Bukannya merasa risih karena ditolak, wanita itu malah membuka pakaiannya hingga meninggalkan daging montok segitiga. Ia menyodorkan buah pepaya masak yang tergantung di dadanya itu pada Andrean yang tengah berkabut akibat obat perangsang.


Andrean mencicipi pepaya itu sedikit, kemudian menolak kembali.


“Kenapa Honey?” tanya wanita itu masih menyodorkan buah dadanya.


Andrean terus berjalan, menarik laci meja, mengambil sesuatu yang kecil berbentuk balon, meniupnya. Ya, dia waspada alat pengaman itu mungkin saja sengaja dibocorkan. Dilihat dari cara wanita itu memaksanya, tampak wanita ini menginginkan keturunan untuk memoroti harta keluarga Hallen.


Inilah salah satu kekahawatiran Dedrick dan Andrean terhadap wanita, takut terulang kembali kisah cinta yang kelam, apalagi wanita yang mereka temukan kebanyakan hanya memandang harta mereka.


“Honey dont worry. Aku hanya ingin menikah denganmu, tidak lebih. Izinkan aku membahagiakanmu malam ini. Cup!” Wanita itu mengecup Andrean.


Cup!


Ciuman itu membuat ia membayangkan Sakinah, ciuman manis Sakinah saat itu. Wajah cantiknya nan ayu, senyumannya yang manis, tutur katanya yang lemah lembut, pandangan matanya yang menyejukkan.


‘Kinah....’ gumamnya pelan.


Hasraatnya yang tadi tinggi tiba-tiba saja mengendur, ia dorong kuat tubuh wanita itu.

__ADS_1


“Keluar!” usirnya.


Andrean merapikan pakaiannya dan melemparkan pakaian wanita itu padanya. “Pakai pakaianmu dan keluar dari apartemenku sekarang juga!” tegasnya.


Baru saja pakaian dalam serta rok pendeknya terpasang, Arhen telah membuka apartemennya bersama Dedrick. Andrean terkesiap, tetapi apadaya, tampilannya dan wanita setengah telanjaang yang menyambut Arhen dan Dedrick.


“Jadi Papa ingin pindah ke apartemen ini karena ingin berselingkuh dari Mom? Jika Papa tidak menyukai Mom, berpisah saja dengannya, tinggalkan saja Mom. Aku benci Papa!” teriak Arhen sembari menangis.


“Papa kedua, ayo kita kembali lagi, aku tak ingin lagi di sini.” ajak Arhen pada Dedrick.


“Baiklah, jangan menangis lagi, mau papa belikan sesuatu?” tanya Dedrick membujuk, pria itu menatap Andrean tajam.


Ya, Andrean sebenarnya merasa terluka, namun dengan kondisinya yang buruk begitu, bagaimana caranya ia membujuk Arhen, satu-satunya cara, ia hanya mengganti kata sandi baru pintu apartemen agar siapapun tak bisa masuk ke dalam apartemennya, lalu membasuh muka agar segera sadar.


Ia pilih bersandar di sofa, pandangannya menerawang, lelah, ia matikan semua lampu, merenung. Hingga ia melihat ada cahaya kecil yang terselip di bunga hias pojokan jendela, ia mendekat dan melihat kamera pengintai.


Perlahan disanalah ia mulai menyadari ada beberapa kamera terpasang di apartemennya. Lalu ia memeriksa rekaman CCTV, tetapi rekaman itu seolah telah diedit. Ia pun mulai curiga dan memeriksa semuanya, ia temukan juga jika hp dan laptopnya telah diretas. Sehingga ia membeli hp yang sama persis. Ia membawa ke dua hp itu untuk mengecoh, mencoba menyelidiki siapa pelakunya.


Perlahan ia curiga orang-orang terdekat Sakinah, namun keluarga Sakinah hanya orang biasa, lalu ia berpikir mungkin saja Jimi, tetapi pria itu tidak begitu pintar. Hingga ia menguji kedua putranya. Namun dua putranya itu memiliki kegeniusan yang berbeda, Arhen mencintai dunia akting, sedangkan Ardhen dunia masak.


Andrean kembali mendesah saat mengingat semuanya.


Selanjutnya ia menatap berkas yang lainnya, kerangka kalung yang hampir sama, antara kerangka kalung Franxico Jwer dan Ar3S.


“Kerangka Franxico Jwer memang benar adanya kebocoran dari salah satu karyawan yang disogok, apakah Ar3S juga?” Andrean mengelus dagunya.

__ADS_1


“Perusahaan baru ini harus di selidiki, apakah dia kaki tangan Paman atau salah satu orang yang bersaing dengan cara tidak sehat. Tidak masalah jika merrka menang ataupun lebih laris dipasaran, tetapi jika caranya mencuri karya orang lain, itu adalah perbuatan salah.”


...***...


__ADS_2