Anak Genius Itu Anakku

Anak Genius Itu Anakku
Lamar Dia


__ADS_3

“Kau tidak boleh takut menemuinya, temuilah dia secepatnya, nikahi dia, jangan ditunda.”


“Nikah?” Arhen terkejut, walaupun sempat terpikir dibenaknya, tetapi ini terlalu cepat, ia masih sangat muda.


“Iya, nikahi dia secepatnya, jangan ditunda lagi, tolong lamar dia ya,” pinta Sakinah dengan lembut namun tegas, Arhen terdiam, tak menjawab perkataan ibunya.


“Kau ingat, saat dulu kalian bertanya, siapa ayah kalian, betapa kalian merindukannya? Mungkin saja wanita itu akan segera hamil.”


Deg! Jantung Arhen serasa berhenti berdetak, ia meneguk salivanya berkali-kali, ia tak bisa membayangkan dia akan menjadi seorang ayah, tetapi kembali ia teringat, dulu mereka bertiga sangat ingin tahu dengan ayahnya.


“Dulu, kamu kecewa pada papa 'kan? Dia datang setelah kalian besar, kau mengatakan Papa adalah pria buruk, apakah menurutmu Papamu buruk dan kelakuanmu kali ini baik?”


Deg! Jantung Arhen semakin berdetak tak beraturan, seolah ini adalah karma, bagaimana ia dulu benci dan tak percaya pada ayah kandungnya, dia lebih memilih Dedrick sebagai ayahnya dari pada Andrean. Ia sering berdebat dengan Arsen, saat kakak laki-lakinya itu mengatakan ayah yang paling terbaik adalah ayah kandung kita, dia tidak seburuk yang kamu pikirkan, tolong berikan dia kesempatan.


Masih terngiang-ngiang di ingatannya, dia tak ingin menjadi buruk, ia tak ingin anaknya nanti membencinya.


“Iya Mom, Kakak akan menemui wanita itu dan akan melamarnya,” jawab Arhen patuh.


“Hm, bolehkah Mom tahu, kenapa kamu bisa seperti itu?” Sakinah mulai mengajak Arhen berbicara, ingin menghibur putranya, agar pemuda tampan itu tidak takut dan cemas lagi.


“Aku ceroboh dan gak teliti Mom, aku sembarang minum...” Arhen menjawab dengan sendu.

__ADS_1


“Oh, tetapi kamu masih ingat 'kan dengan kisah yang Mom ceritakan dulu? Tentang malaikat Harut dan Marut yang dirubah menjadi manusia dan diturunkan ke bumi, padahal mereka berdua adalah malaikat terbaik saat itu. Dia diuji oleh Allah, di datangkan padanya seorang gadis yang memberikan mereka tiga pilihan, menyembah berhala, membunuh atau meminum khamr. Malaikat itu pun memilih meminum minuman yang memabukkan itu, sehingga ia kehilangan akal sehatnya, ia membunuh dengan sadis, memper-kosa wanita dengan keji, menyembah berhala dan melakukan banyak dosa lainnya.” Sakinah mulai bercerita.


“Dari kisah itu, apa yang bisa dipetik?” tanya Sakinah kemudian.


“Tak ada kebaikan sesuatu apapun dalam minuman yang memabukkan, karena banyak kemudaratan di dalamnya,” jawab Arhen, kemudian dia diam sejenak, Sakinah masih mendengarkan.


Lalu, dia berkata kembali. “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan." (QS Al-Maidah [3]:90)


“Seorang pedagang asal Yaman pada suatu hari bertanya kepada Rasulullah. Dia bertanya tentang kebiasaan masyarakat di tempat tinggalnya yang suka minum minuman keras terbuat dari bahan padi-padian yang disebutnya mizr. Rasullullah menjawab pertanyaan itu dengan pertanyaan pula, ‘Apakah minuman itu memabukkan?’


“Pedagang itu pun menjawab, ‘Ya.’ Maka Rasulullah pun bersabda, "Setiap yang memabukkan sangatlah dilarang. Allah sudah membuat ketentuan bahwa bagi mereka yang meminum minuman memabukkan, maka di dalam minumannya itu akan berisi tinat al-khabal. Orang tadi kembali bertanya, apa yang dimaksudkan tinat al-khabal dan Rasulullah menjawab. "Itu merupakan keringat yang berasal dari penghuni neraka." 


“Masih ada lagi dampak negatif alkohol. Penelitian menunjukkan, setiap konsumsi 2-3 gelas alkohol per hari, pada akhirnya dapat mengganggu fungsi jantung. Studi lain bahkan menyatakan alkohol bisa menimbulkan efek negatif terhadap fisik bayi yang baru lahir.”


“Berdasarkan hasil penelitian American Medical Association (AMA) tahun 1988, menyebutkan bahwa angka 100 ribu kematian serta uang berjumlah 85,8 miliar dolar berkaitan langsung dengan akibat alkohol, dengan 25 hingga 40 persen ruang inap rumah sakit berisikan pasien penyakit komplikasi karena alkohol.” Arhen mulai berbicara panjang lebar tentang apa yang diajarkan ibunya, sampai menyebutkan bacaan yang ia baca.


“Anak pintar, Mom bangga karena memiliki putra sepertimu, jadi ... dari jawaban yang telah Mom dengar, kamu tidak akan meminum khamr lagi 'kan? Harus lebih berhati-hati dalam memakan dan meminum sesuatu, mungkin saja kamu lupa membaca basmallah saat minum itu kemarin.” Suara Sakinah terdengar lembut, tetapi tersimpan banyak makna didikan untuk anak-anaknya, agar menjadi pribadi yang lebih baik.


Setiap anak memiliki karakter masing-masing, Sakinah menggunakan metode pendekatan dengan berbagai cara untuk mendidik anak-anaknya, seperti Arhen, dia putranya yang ceria dan terbuka, dia mengajarkannya sambil bercerita panjang lebar, memberikan contoh-contoh yang menyenangkan yang bisa ia terima dan pahami, lalu mendengar pikiran dan pemahaman darinya terlebih dahulu, sebelum mengkritik dan memberi masukan padanya.


Berbeda dengan Arsen yang super pintar, dia lebih suka menjadi pendengar, hingga Sakinah berhati-hati dalam bicara, langsung mengatakan inti dari pesan, sedangkan Ardhen, putranya yang lembut itu, dia tak bisa dikasari dan dimarahi, dia suka ketus dan berkata jutek saat marah.

__ADS_1


Putra bungsunya itu lebih senang dibujuk dan dimanja saat memberikan arahan dan didikan. Tak lupa, pelukan dan ciuman selalu ia curahkan pada putra bungsunya itu, jika ia ingin menegur. Berbeda lagi dengan putri satu-satunya, anak itu benar-benar nakal, tomboy, jauh lebih sulit merawatnya dari pada triplet.


Dia yang dimanja oleh Andrean dan tiga kakak laki-lakinya, membuat ia bersikap keras kepala dan suka-suka, jahil dan pemalas belajar, suka berantem dan memukul orang di sekolah. Sakinah hanya bisa bersabar dan berdo'a, menerapkan sikap tegas yang penuh kasih adalah jalan satu-satunya yang ia miliki kini untuk mendidik kepribadian Jamila agar menjadi wanita yang berbudi luhur.


Arhen sedikit tersenyum, hatinya mulai tenang setelah bicara dengan ibunya, jujur saja, kemarin ia memang tak membaca basmallah. “Kakak janji Mom,” sahutnya.


“Baiklah, kalau begitu, tolong lamar dan nikahi gadis itu, Mom dan yang lainnya akan menemui menantu Mom itu sebulan lagi, kita akan bertemu, bicaralah dengan baik-baik.” pesan Sakinah.


“Ya Mom, makasih Mom, Kakak sangat sayang dan cinta sama Mom, Kakak sangat beruntung telah menjadi putra Mom,” Air mata Arhen menetes, hatinya terasa lapang dan damai kini.


“Iya, Mom juga Sayang. Sekarang, cari dan temui dia, lamar dan ajaklah menikah.”


“Iya, Mom. Assalamu'alaikum warahmatullahi wa barakatuh.”


“Wa'alikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.”


Panggilan pun segera di akhiri.


“Lucas, tolong pinta seseorang membelikan aku cincin berlian yang cantik, Mom menyuruhku melamarnya, kita akan menemui gadis itu segera.” pinta Arhen, ia dan Lucas tak bisa keluar, takut akan kejadian serupa tempo hari, dikejar para fans yang sangat antusias.


“Baik, Tuan Muda,” Lucas pun segera menelfon seseorang dan menemuinya di lorong koridor hotel.

__ADS_1


__ADS_2