BARA DIATAS SINGGASANA DEMAK

BARA DIATAS SINGGASANA DEMAK
Kilas Sejarah - Prabu Airlangga & Kerajaan Kahuripan


__ADS_3


Mdang kahuripan jiwana janggala nama yang lazim dipakai untuk sebuah kerajaan di Jawa bagian timur yang didirikan oleh Airlangga, Airlangga atau sering pula di tulis “Erlangga”, adalah pendiri Kerajaan Kahuripan, yang memerintah tahun 1009-1042 M, dengan gelar abhiseka,


“Sri Maharaja Rakai Halu Sri Dharmawangsa Airlangga Anantawikramottunggadewa.”


Airlangga lahir dari rahimnya Mahendradatta, seorang putri Wangsa Isyana dari Kerajaan mdang mataram, Ayahhandanya bernama Udayana sri dharmadayana warmadewa, raja bali Kerajaan Bedahulu dari Wangsa Warmadewa airlangga mempunyai dua adik bernama marakata pangkaja dan anak wungsu, Ia disebutkan sebagai seorang yang memerintah Mpu Kanwa untuk menulis Kakawin Arjunawiwaha .


Ia dibesarkan di istana Watugaluh Kerajaan Mdang mataram di bawah pemerintahan raja Dharmawangsa Teguh. Waktu itu Mdang menjadi kerajaan yang cukup kuat, bahkan mengadakan penaklukan ke Bali, mendirikan koloni di Kalimantan Barat, serta mengadakan serangan ke Sumatra dan negeri kamboja.


Kahuripan jiwana janggala adalah kerajaan penerus dan sekaligus berakhirnya imperium mdang i bhumi mataram yang mana kerajaan mdang i bhumi mataram berpusat di jawa bagian tengah yang kemudian di pindah oleh mpu sendok kejawa bagian timur


Pada saat pesta pernikahan putri Prabu Darmawangsa teguh keturanan murni dari mdang i bhumi mataram dengan Airlangga, Kota Wwatan diserang oleh pasukan Haji Wurawari. Peristiwa ini tercatat dalam Prasasti Pucangan sebagai peristiwa Pralaya.


Prabu Darmawangsa Teguh tewas dan Airlangga berhasil melarikan diri ke Wonogiri ditemani Mpu Narotama, setelah tiga tahun dalam pelarian Airlangga membangun kembali Kerajaan Mdang yang mana airlangga sebelumnya di datangi penduduk untuk mendirikan kerajaan di Watan Mas dekat Gunung Penanggungan.


Airlangga naik tahta untuk melanjutkan Wangsa Isyana dari mpu sendok di Jawa bagian timur di sekisaran tahun 1009 M. setelah melakukan penaklukan-penaklukan dan perluasan semua daerah diantaranya Raja Hasin dari, Raja Wisnuprabawa dari Wuratan, Raja Wijayawarma dari Wengker (Ponorogo), Raja Panuda dari Lewa, Raja Putri dari Wilayah Tulungagung dan pada tahun 1032 Prabu Airlangga menaklukan Raja Wurawari serta menumpas pemberontakan Wijayawarma Raja Wengker.


Wilayah kekuasaan Prabu Airlangga membentang dari Pasuruan Timur sampai wilayah Madiun dan membangun istana baru di daerah Sidoarjo bernama Kahuripan.


Berdasarkan prasasti Tanjore bertarikh 1030, Kerajaan Chola dari india telah menaklukan daerah daerah koloni Sriwijaya, seperti wilayah Nikobar dan sekaligus berhasil menawan raja Sriwijaya yang berkuasa waktu itu Sangrama-Vijayottunggawarman.


Selama beberapa dekade berikutnya, seluruh imperium Sriwijaya telah berada dalam pengaruh dinasti Chola. Meskipun demikian Rajendra Chola I tetap memberikan peluang kepada raja-raja yang ditaklukannya untuk tetap berkuasa selama tetap tunduk kepadanya.


Faktor lain kemunduran Sriwijaya kemungkinan faktor alam. Karena adanya pengendapan lumpur di Sungai Musi dan beberapa anak sungai lainnya, sehingga kapal-kapal dagang yang tiba di Palembang semakin berkurang. Akibatnya, Kota Palembang semakin menjauh dari laut dan menjadi tidak strategis. Akibat kapal dagang yang datang semakin berkurang, pajak berkurang dan memperlemah ekonomi dan posisi Sriwijaya menyurut.


Di jawa bagian timur Airlangga naik tahta untuk melanjutkan Wangsa Isyana di Jawa bagian Timur pada tahun 1009 M. setelah melakukan penaklukan penaklukan dan meluaskan semua daerah diantaranya Raja Hasin dari, Raja Wisnuprabawa dari Wuratan, Raja Wijayawarma dari Wengker sekarang Ponorogo, Raja Panuda dari Lewa, Raja Putri dari Wilayah Tulungagung dan pada tahun 1032 Prabu Airlangga menaklukan Raja Wurawari blora, serta menumpas pemberontakan Wijayawarma Raja Wengker.

__ADS_1


Berita tentang kemenangan Airlangga atas Sriwijaya dengan cepat menyebar ke seluruh daerah Mdang. Airlangga kemudian berjanji kepada semua rakyat Mdang bahwa ia akan membangun kembali istana Mdang yang telah hancur. Ibu kotanya didirikan di suatu tempat yang dinamakan Watan Mas. Akan tetapi, tak lama kemudian, ibu kotanya dipindahkan ke daerah Kahuripan. Disanalah, istana dibangun, dan semua pusat pemerintahan ditempatkan.


Airlangga berpendapat bahwa nama kerajaan yang sudah diruntuhkan oleh musuh tidak baik jika dipakai lagi. Maka, ia memberi nama baru untuk kerajaannya, yakni “Mdang Kahuripan”. Bersamaan dengan itu, Airlangga dinobatkan menjadi Raja pertama Dari Kerajaan Mdang Kahuripan dengan gelar Abhiseka


“Sri Maharaja Rakai Halu Sri Dharmawangsa Airlangga Anantawikramottunggadewa”.


Pada awal masa pemerintahannya, Kerajaan Kahuripan memiliki daerah kekuasaan membentang dari daerah Pasuruan hingga Madiun. Pantai Utara pulau Jawa, terutama daerah Surabaya dan Tuban, menjadi pusat perdagangan, yang di sana didirikan dua pelabuhan besar. Raja Airlangga kemudian memperluas wilayah kekuasaannya hingga ke Jawa bagian tengah,


~Setelah airlangga berhasil menjadi maharaja tunggal di pulau jawa setelah beberapa tahun kemudian secara perlahan Raja Airlangga mulai mengadakan pembangunan-pembangunan, antara lain pembangunan yang tertulis dalam sebuah prasasti banyak tercatat dalam prasasti-prasasti peninggalannya yang di keluarkan di antara Membangun Sri Wijaya Asrama tahun 1036 Masehi.


Membangun Bendungan Waringin Sapta tahun 1037.


Membangun jalan-jalan yang menghubungkan daerah pesisir ke ibu kota.


Memperbaiki pelabuhan Hujung Galuh, yang letaknya di muara Kali Brantas.


Memindahkan pusat ibu kota dari daerah Kahuripan ke daerah Dahana pura atau Daha yang Sekarang menjadi kota kediri.


Maka, terbitlah kitab yang berjudul Kakawin Arjuna Wiwaha yang ditulis oleh Mpu Kanwa. Kitab tersebut menceritakan tentang perjuangan Arjuna yang mengalahkan Niwatakawaca, sebagai kiasan dari perjuangan Raja Airlangga. Hanya saja, bedanya, Arjuna adalah titisan Bathara Indra, sedangkan Raja Airlangga seperti yang kita ketahui saat ini sangat dekat dengan penggambaran Dewa Wisnu.


Setelah Raja Airlangga turun tahta pada tahun 1042 Masehi, ia memantabkan dirinya untuk menjadi seorang pertapa. Dalam Babad Tanah Jawi diberitakan bahwa ia kemudian bergelar Resi Getayu. Dalam Serat Calon Arang, diberitakan bahwa ia kemudian bergelar Resi Erlangga Jatiningrat. Sementara, dalam Prasasti Gandhakuti, diberitakan bahwa ia kemudian bergelar.


“Resi Aji Paduku Mpungku Sang Pinaka Catraning Bhuwana”.


Karena prabu airlangga memiliki dua orang anak laki-laki dan Putrinya yang bernama Sanggramawijaya Tunggadewi yang tercatat dalam Prasasti Turun Hyang dan Cane, tidak menginginkan tahta Raja, lantas Raja Airlangga membagi kerajaannya menjadi dua kerjaan dengan menugaskan Mpu Bharada untuk menetapkan batas antara dua kerajaan itu peristiwa pembagian kerajaan itu salah satunya dicatat dalam Serat Calon Arang dan Prasasti Turun Hyang II.


Kerajaan Mdang Kahuripan dibagi dua, yakni Kerajaan Janggala dengan ibu kota di Kahuripan kemungkinan mencakup Jawa Tengah, dan Kerajaan Kadiri dengan ibu kota di Daha yang kemungkinan mencakup Jawa bagian timur dan bali

__ADS_1


Setelah membagi kerajaanya itu, Raja Airlangga kemudian menobatkan putra mahkota Mapanji Garasakan sebagai raja di Kerajaan Janggala, dan putra mahkota Sri Samara Wijaya sebagai raja di Kerajaan Kadiri. Menurut Prasasti Malenga, 2 kerajaan tersebut selalu terlibat perang yang tidak berkesudahan. Demikian seterusnya, perang itu berlanjut sampai dilakukan oleh keturunan-keturunannya, dan tidak pernah berdamai meskipun masih memiliki ikatan kekerabatan (hubungan darah).


Tidak diketahui dengan pasti kapan Airlangga meninggal. Prasasti Sumengka (1059) peninggalan Kerajaan Janggala hanya menyebutkan, Resi Aji Paduka Mpungku dimakamkan di tirtha atau pemandian. Kolam pemandian yang paling sesuai dengan berita prasasti Sumengka adalah Candi Belahan di lereng Gunung Penanggungan. Pada kolam tersebut ditemukan arca Wisnu disertai dua dewi.


Beberapa tahun setelah Raja Airlangga memutuskan diri hidup menjadi pendeta, ia dikabarjan mangkat pada tahun 971 saka (1049 M). Raja Airlangga semasa hidupnya dianggap sebagai titisan Dewa Wisnu. Karena itu, sesudah mangkat, ia dibuatkan sebuah arca Dewa Wisnu yang sangat indah dengan lencana kerajaan Garuda Mukha.


Prasasti Sumengka peninggalan Kerajaan Janggala menyebutkan bahwa Resi Aji Paduka Mungku atau Raja Airlangga didarmakan di tempat pertirtaan atau pemandian. Jika prasasti ini ditelusuri lebih lanjut, maka tempat pertirtaan yang paling sesuai bagi dharma Raja Airlangga adalah Candi Belahan / Sumber ***** yang terletak di Dusun Belahan, Desa Wonosunyo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, atau tepatnya di lereng Gunung Penanggungan. Sebab, ditempat pertirtaan tersebut, ditemukan dua patung dewi yang saling berdiri berdampingan dan arca Dewa Wisnu.


Berdasarkan prasasti Pucangan, diketahui bahwa Raja Airlangga adalah penganut Hindu Wisnu yang taat. Maka, ketiga patung yang terdapat ditempat pertirtaan tersebut dapat diperkirakan sebagai lambang Raja Airlangga dengan dua istrinya. Di dinding pertirtaan tersebut, ditemukan juga tulisan tahun 1049 masehi. Jika dilihat dari tarikh tahun mangkatnya Raja Airlangga, tentu tahun tersebut merujuk pada tahun mangkatnya Raja Airlangga.


Berdasarkan prasasti Pucangan (1041) diketahui Airlangga adalah penganut Hindu Wisnu yang taat. Maka, ketiga patung tersebut dapat diperkirakan sebagai lambang Airlangga dengan dua istrinya, yaitu ibu Sri Samarawijaya dan ibu Mapanji Garasakan.


Berikut Prasasti-prasasti yang mendukung pula adanya pembagian di Kerajaan Mdang Kahuripan :


Prasasti Wurare.


Prasasti Sumengka.


Prasasti Malenga.


Prasasti Turun Hyang II.


Prasasti Pucangan.


Prasasti Ngantang.


Prasasti Banjaran.

__ADS_1


Prasasti Kembang Putih.


Demikian kurang lebih mengenai kerajaan kahuripan di jawa bagian timur yang mana kerajaan ini adalah akhir dari kerajaan imperium mdang i bhumi mataram yang pusat pemerintahannya berpindah pindah mulai dari jawa bagian tengah sampai akhirnya di jawa bagian timur, Raja airlangga ini masa akhir dari mataram mdang dan awal dari lahirnya raja raja jawa di bagian timur mulai dari sang ratu sanjaya mataram mdang jawa bagian tengah sampai ke mpu sendok jawa bagian timur hingga berdirinya kerajaan airlangga di kahuripan jawa bagian timur.


__ADS_2