
Gunung Penanggungan terletak di Provinsi Jawa Timur, tepatnya: sisi Barat termasuk dalam Kabupaten Mojokerto dan sisi Timur termasuk dalam Kabupaten Pasuruan . Lokasinya sendiri, jika ditinjau dari Kota Surabaya kurang lebih sejauh 55 kilometer. Sementara itu, gunung ini termasuk dalam jajaran gunung tidak aktif di Indonesia.
Secara geografis Gunung Penanggungan termasuk ke dalam kompleks pegunungan yang terdiri dari Gunung Penanggungan , Gunung Arjuno , serta Gunung Welirang . Kemudian, bukit-bukit yang mengelilinginya adalah: Bakel, Gajah Mungkur, Sarah Kelopo, serta Kemuncup. Ketinggian gunung ini hanya 1.653 Meter Dibawah Permukaan Laut (MDPL) atau yang terendah dibanding Gunung Arjuno maupun Gunung Welirang.
Terdapat beberapa jalur pendakian yang dapat dimanfaatkan untuk mencapai puncak Gunung Penanggungan, di antaranya: Jalur Wonosunyo (Betro, Gempol), Jalur Jalatunda (trawas), Jalur Kedungudi (Trawas), Jalur Tamiajeng (Trawas), serta Jalur Ngoro .
SEJARAH
Gunung Penanggungan merupakan penampakan alam yang diperkirakan terbentuk pada kala Holosen . Menurut kajian oleh tim Van Bammelen (1937) diketahui bahwa gunung ini telah menjadi gunung mati atau tidak aktif selama 1000 tahun. Ini menandakan bahwa Gunung Penanggungan menjadi wilayah yang relatif aman sejak masa Hindu-Buddha .
Data tersebut kemudian ditemukan dengan berbagai tempat peribadatan di sekitar wilayah Penanggungan. setidaknya ada sekitar 198 situs kepurbakalaan dengan mayoritas bangunan-bangunan untuk pemujaan, ditemukan di sana. Hal ini menandakan bahwa sudah sejak lama masyarakat Jawa memanfaatkan wilayah Penanggungan yang memang aman dari ledakan.
__ADS_1
Penemuan-penemuan tersebut diantaranya adalah: Tempat pertapaan, candi, petirtaan, Punden berundak, dan beberapa tempat pemujaan yang lain. Penemuan ini pertama kali digagas oleh Tim Kepurbakalaan Hindia-Belanda (1935) yang saat itu dipimpin oleh WFStutterheim dan A.Gall. Kemudian pencarian peninggalan juga secara tidak langsung terbantu melalui kebakaran hutan di wilayah tersebut. Inilah mengapa wilayah Gunung Penanggungan dianggap sebagai tempat bersejarah yang cukup penting di Jawa Timur.
LEGENDA
Diceritakan dalam kitab tantu panggelaran bahwa dahulunya Gunung Penanggungan merupakan puncak dari Gunung Semeru yang jatuh ketika dipindahkan. Seperti yang pernah kami bahas sebelumnya , Gunung Semeru dipercaya sebagai gunung yang dipindahkan dari India sebagai paku bumi pulau Jawa. Itulah kepercayaan masyarakat sekitar, sehingga gunung penanggungan masih dianggap memiliki nilai mistis .
Secara penampakan alam, Gunung Penanggungan memiliki puncak yang hampir sama dengan Gunung Semeru. Hamparan puncak kedua gunung tersebut berupa pasir dan bebatuan yang cukup luas. Mungkin karena hal itu legendanya sering dikait-kaitkan dengan Mahameru .
Ketika masa pemerintahan Majapahit, Hayam Wuruk sering mengunjungi wilayah Gunung Penanggungan. Tujuan Hayam Wuruk ke sana adalah untuk menuju pemandian yang berada di wilayah Jalatunda. Pemandian tersebut dipercaya memiliki kekuatan mistis yaitu amerta atau air keabadian.
MISTERI
__ADS_1
Misteri Altar Kuno di Puncak Penanggungan
Di Puncak Penanggungan, terdapat sebuah misteri yang sampai saat ini belum terpecahkan. Orang-orang yang sibuk berfoto untuk menyadari jika di puncak gunung yang selalu diselimuti kabut ini konon ada sebuah altar kuno yang hingga kini masih ada misteri. Namun, di lereng puncak sisi utara, kini juga ada bangunan baru yang menyerupai altar dan kemungkinan digunakan untuk menggelar upacara.
Menurut kepercayaan Jawa Kuna, Gunung Penanggungan merupakan salah satu bagian puncak Mahameru yang dipindahkan oleh penguasa alam. Penanggungan merupakan salah satu gunung suci dari sembilan gunung suci di Jawa.
Nigel Bullough warga Inggris yang telah menjadi WNI dengan nama Hadi Sidomulyo dan menjadi pengajar di Universitas Surabaya, sejak tahun 1998 menelusuri jejak-jejak sejarah yang tertera dalam Kitab Negarakertagama karya Mpu Prapanca. Pada tahun itu, Nigel menapak tilasi rute desa-desa di Gunung Penanggungan. Temuan mutakhirnya adalah adanya jalan kuno yang bisa dilalui kuda pada zaman Kerajaan Majapahit sampai di puncak Gunung Penanggungan.
Altar kuno di Puncak Penanggunan ini memang masih belum ditemukan, namun menurut tim Ekspedisi Gunung Penanggungan Ubaya, Kusworo, kemungkinan altar itu dulu ada meski belum bisa dibuktikan. Ia sendiri tidak percaya altar itu ada mengingat sebaran peninggalan di lereng-lereng gunung ini. “Dilihat dari banyak peninggalan di Gunung Penanggungan, bisa jadi situsnya ya gunung itu sendiri,” kata Kusworo Rahadyan. penelitian data dinas purbakala selama dua tahun (2012-2014) menemukan 116 situs percandian atau objek kepurbakalaan, mulai dari kaki sampai Berdasarkan mendekati puncak gunung.
Selain itu, sampai saat ini juga masih dijumpai sisa-sisa jalur kuno yang menghubungkan antar-candi atau situs.
Gunung Penanggungan Sebagai Cagar Budaya
__ADS_1
Pemerintah Jawa Timur sudah menetapkan kawasan Gunung Penanggungan sebagai kawasan cagar budaya yang harus dilindungi. Melalui Surat Keputusan Gubernur Jatim Nomor 188 tertanggal 14 Januari 2015, Gubernur Jatim Soekarwo menyebut Gunung Penanggungan merupakan tempat bersejarah karena di lokasi tersebut banyak warisan berupa benda-benda bersejarah peninggalan kerajaan-kerajaan masa lalu.
Sekian sedikit informasi yang dapat author bagikan. setidaknya, sekarang kita lebih mengetahui mengenai wilayah-wilayah pegunungan yang ada di Indonesia. Semoga Bermanfaat!