
Malam ini setelah Julia menidurkan Arga, Julia masuk ke dapur, ia sangat kelaparan setelah bolak balik menyusui Arga. Julia dengan tenang makan sendirian di meja makan dapur, ia bikin nasi goreng. Sementara Nenek masih mengobrol dengan Satria di ruang keluarga.
Selesai makan, Julia membuat teh untuk dirinya, dan duduk santai di teras sendirian. Satria mencarinya, Nenek sengaja masuk ke kamar lebih awal, untuk memberikan kesempatan pada Satria dan Julia berbicara. Satria mendapati Julia yang sedang ngeteh, ia mendekat.
"Mau dong yank tehnya,,,,." ucap Satria.
Julia menyodorkan cangkir teh kepada suaminya, lalu ia bangkit untuk pergi. Satria buru-buru meletakkan cangkir yang sudah ditangannya dan menarik tangan Julia.
"Yank, jangan menghindar dong,,,, Mas mau ngobrol sama kamu." ucap Satria lembut.
"Ngobrol apa Mas?" sahut Julia manja yang sudah berada di pangkuan Satria. Satria menangkup wajah Julia dengan tangannya, Ia menatap istrinya lembut, membuat Julia berdesir.
"Memang kamu tidak kangen yank sama Mas?" ucapnya manja.
Jantung Julia makin berdegup kencang. Sinyal ini,,,, walaupun ia masih enggan, tapi tak mungkin ia menolak keinginan suami. dan benar,,,,, Satria menggendong Julia, ia membawa Julia ke kamar tamu, bukan kamar dimana Arga tidur.
Dengan perlahan Satria membaringkan istrinya di ranjang. Satria memandangi istrinya, lalu diciuminya istrinya dengan lembut, hingga Julia pasrah. Makin lama Satria makin bergairah mencium penuh nafsu. Ia salurkan hasratnya yang bergelora, menghujani istrinya dengan sentuhan dan ciuman yang membuat Julia mengerang, pakaian keduanya sudah tanggal dari tubuh mereka satu persatu, entah mulai kapan, yang jelas, tubuh mereka sudah menyatu, bergerak pelan, dan suara erangan Julia terdengar. Kemudian suara erangan keduanyapun makin kencang seiring dengan gerakan mereka yang berpacu dengan cepat, akhirnya melayang, hingga mereka terkulai lemas, dengan nafas yang tersengal.
"Yank, kamu puas?" tanya Satria dengan nafas yang mulai teratur di ranjang, sambil memeluk istrinya.
"Iya Mas, makasih ya,,,,." jawab Julia manja. Satria mengecup kening istrinya, iapun merasa puas. Dan mereka bersama ke kamar mandi membersihkan badan, lalu menuju kamar tempat Arga tidur. Merekapun tertidur sampai pagi. Julia baru saja mandi pagi dini hari, dan masih mengenakan handuk, berniat melakukan sholat tahajud, tapi sayang, Satria terbangun, ia mendekati Julia dan mulai menggoda Julia lagi.
"Mas, nanti Arga bangun,,,,,." rengeknya, karena Satria mulai menciumi lehernya. Mendengar alasan Julia, Satria kembali menggendong Julia dan membawanya ke kamar tamu lagi.
"Ish Mas, gimana kalau nanti Nenek lihat kita?" ucap Julia.
"Biarkan saja,,,,!" ucap Satria cuek dan terkekeh.
Tangan dan bibir Satria mulai bergerilya di tubuh polos Julia, handuknya sudah jatuh di lantai.
"Emmhhh,,,,." Julia mulai mendesah, atas rabaan, belaian dan kecupan Satria. Kalau sudah begini, Julia akan membalas mencumbui suaminya, dikecupnya cuping telinga suaminya, dan menggigit mesra, membuat Satria makin liar bergerilya. Lagi dan lagi, Mereka bergumul dengan gerakan yang makin lama makin cepat, aliran darah mulai naik ke ubun-ubun, serasa akan terbang, Julia mengerang sangat keras, Satria menarik napas panjang, tanda bahwa hasrat mereka telah memuncak dan lepas,,,, tubuh Julia yang putihpun basah oleh keringat.
Setelah selesai, Satria menutupi tubuh istrinya dengan handuk, dan mencium kening Julia.
"Sudah, sekarang kamu mandi lagi yank, yuk sama Mas?" ucap Satria menggoda.
__ADS_1
"Hmmm tapi janji ya,,,, jangan ngapa-ngapain lagi di kamar mandi." ucapnya.
Satria tertawa, ia senang sekali menggoda istrinya, yang tak pernah menolak keinginannya bercinta.
Nenek geleng-geleng kepala, yang dalam gelap, melihat bayangan Julia yang mengenakan handuk, tangannya ditarik Satria untuk kembali ke kamar.
"Mas, tadi lihat tidak? sepertinya tadi Nenek ada di depan kamarnya!" ucap Julia malu, wajahnya bersemu merah.
"Kalau lihat kenapa emangnya?! kan biasa,,,, Nenek juga pernah muda!" jawab Satria tergelak, sambil menoel hidung Julia.
"Iiisshhhhh,,, Mas nih tidak tahu malu!" sahut Julia gemas.
Satria terus tertawa sambil membopong Julia masuk kamar mandi.
***
Pagi-pagi Nenek sudah menyiapkan sarapan. Nenek maklum, pasti Julia lelah melayani Satria, jadi Neneklah yang sibuk memasak di dapur, dibantu Bi Erroh.
Julia yang baru keluar kamar, merasa malu, karena tidak membantu Nenek, mana rambutnya basah pagi-pagi begini.
"Nek maaf ya Julia tidak bantu Nenek." ucap Julia.
"Iya Nek,,, Nenek kenapa senyum-senyum?" jawab Julia, sambil menyiapkan secangkir kopi untuk suaminya.
"Ah Nenek biasa saja,,,, kan senyum itu ibadah Julia sayang,,,,!" sahut Nenek.
Julia jadi memerah malu, ia merasa kalau Nenek mengetahui apa yang mereka lakukan pagi tadi.
Di meja makan, Nenek masih senyum-senyum aja, bahkan selalu mengerling ke arah Julia.
"Mas kopinya,,,,." ucap Julia pada Satria.
Satria langsung menyambutnya, dan menyiapkan kursi untuk Julia.
"Makasih yank,,,, temani Mas sarapan ya? biar Mas semangat ke kantor." ucap Satria, sambil mengedipkan mata.
__ADS_1
"Ih Mas apaan sih? kelilipan ya, ngedip-ngedip gitu?" tegur Julia merasa jengah.
Sontak Nenek yang duduk di depan mereka tertawa terbahak.
Muka Julia langsung bersemu merah seperti udang rebus. Untung Arga bangun dan berteriak kencang, jadi ada alasan untuk pergi dari meja makan.
"Eits Julia, biar Nenek saja yang bawa Arga kesini. Kamu temani suamimu sarapan." cegah Nenek, agar Julia tetap di meja makan.
"Ya Nek,,,,." Julia tidak jadi ke kamar. Ia menemani dan sesekali menyuapi suaminya makan, karena Satria meminta.
Hari ini mereka berdua seperti orang pacaran saja, sampai Nenek senang melihat kemesraan keduanya.
"Yank kamu masih betah di rumah Nenek? tidak ingin pulang sekarang?" tanya Satria, saat ia akan berangkat ke kantor bersama Edwin.
"Iya Mas, aku masih ingin disini. Mas tidak keberatan kan?" jawab Julia.
"Oke, nanti Mas pulangnya kesini lagi ya?" ucap Satria sambil berpamitan, ia mencium kening Julia, dan Julia mencium tangannya.
"Emmm,,,, tapi jangan lagi ya Mas?" ucap Julia.
"Lagi? apanya?" tanya Satria tersenyum nakal. Julia menggelayut manja pada suaminya. Sampai Nenek keluar ke teras, baru Julia melepaskan pelukannya pada Satria.
"Hati-hati di jalan Mas!" ucap Julia, melepas kepergian Satria.
"Kamu juga yank,,, jaga diri baik-baik, jaga Arga dan Nenek ya,,,,! Muach,,,,!" ucap Satria sambil melambaikan tangan pada Julia, Nenek dan Arga yang digendong Nenek.
"Daagghh Arga,,,,!" lambainya pada Arga.
Setelah Satria pergi meninggalkan mereka, Nenek masuk, Arga sudah digendong Julia, dan mengajak Arga jalan-jalan ke sekeliling kampung. Julia ingin menikmati udara segar.
Julia berjalan pelan, ia melihat, beberapa pedagang keliling, sedang menjajakan dagangannya. Suasana di kampung Nenek begitu menyenangkan.
💝
💝
__ADS_1
💝
( Bersambung,,,,, )