Bukan Perempuan Pilihan

Bukan Perempuan Pilihan
JOGJA


__ADS_3

โ™กโ™กโ™ก


Satria memandangi selembar foto ditangannya dengan mata sendu. Ia sangat mencintai gadis itu, tapi seperti sebagian besar laki pada umumnya, ia gengsi untuk mengatakannya. Ia selalu menunjukkan dalam bentuk perhatian dan sikap, apa itu belum cukup? pikirnya.


Biarlah kalau memang Julia ingin pergi jauh darinya. Ia akan ikhlas,,,, Santi mengirimkan pesan melalui whatsapp padanya, tapi ia enggan untuk berbicara pada Julia saat ini. Hatinya sedang begitu rapuh.


Satria juga mengabaikan makan malam yang disiapkan oleh Pak Amad, karena daritadi perutnya belum terasa lapar.


Pikirannya hanya tertuju pada Julia dan Julia.


Ia merasa sakit, saat Julia mengatakan ingin resign dari perusahaannya, dengan alasan ingin menjauh darinya. Ia merasa apa yang ia lakukan telah membuat gadis itu tak nyaman, cintanya bertepuk sebelah tangan.


***


"Santi,,,, aku minta maaf, telah membuatmu kecewa. Tapi kamu juga harus mengerti posisiku, aku tidak nyaman dekat dengan Tn. Satria, karena aku merasa tidak ada kepastian apapun dengannya. San, aku mencintai Tn. Satria, tapi cintaku bertepuk sebelah tangan." isak Julia. Santi melongo mendengar sahabatnya bercerita. Tapi ia sudah terlanjur berjanji pada Julia untuk tidak menceritakan kepada siapapun.


Jadi sebenarnya mereka berdua saling mencintai, pikirnya. Santi mengetahuinya dari Rico kekasihnya, kalau Tn. Satria jatuh cinta pada Julia.


Santi cuma menepuk jidatnya, saat mendengar dari Rico, dan sekarang ia melakukan hal yang sama, saat mendengar Julia curhat. Ya Ampun,,, bagaimana ini?


"Apa kamu masih tetap ingin ke Jogja?" tanya Santi.


"Yah, aku ingin menyegarkan pikiranku San." jawab Julia.


"Baiklah kalau itu maumu. Aku antar kamu besok." jawab Santi lagi. Mungkin itu yang terbaik untuk Julia. Tapi tanpa diketahui Julia, Santi menyusun rencana.


***


Sebelum berangkat ke kantor, Santi mengantarkan Julia ke stasiun gambir, Ia memeluk Julia dan berpesan agar hati-hati selama dalam perjalanan.


"Oke aku udah agak terlambat, kamu baik-baik disana ya? Ingat,,,, jangan kelamaan, nanti aku kesepian." pesan Santi terkekeh.


"Oke San,,, terima kasih ya,,,, byeeee!!" jawab Julia.


"Byeeeeee,,,,,!!" balas Santi melambai.


Julia segera melangkahkan kakinya ke tempat boarding pass dan menuju ke tangga keatas. Kereta sudah siap berangkat saat Julia tiba diatas, dan Julia segera masuk ke gerbongnya.


"Hmmmhhhh selamat tinggal Jakarta,,,, sementara aku akan pergi dulu dari sini." gumamnya.

__ADS_1


Perjalanan ke jogja kali ini membuat Julia merasa plong. Karena apa yang harus ia katakan, sudah ia katakan pada Satria. Ia tahu akan sulit mencintai laki-laki itu.


Julia membayangkan akan bertemu teman-temannya semasa kuliah, yang masih tinggal disana. Pasti seru!!! pikirnya.


-


-


-


Kereta tiba di stasiun tugu masih siang. Julia turun dari kereta dan segera mencari grab yang sudah ia pesan. Hmmm,,,, jogja sudah begitu banyak perubahan, banyak sekali cafe yang bermunculan. berbeda dengan saat ia kuliah disana dulu.


Grab sampai di depan hotel yang ditunjukkan di aplikasi, Julia menginap di hotel yang berada di jantung kota jogja, agar mudah kesana dan kemari.


Untuk check in tidak butuh waktu lama, karena ini bukan hari libur. Julia mendapat kamar di lantai 2 No. 207. Petugas hotel menunjukkan kamar dengan ramah, setelah Julia masuk ke kamar, petugas segera pergi.


Hmmm ia ingin santai dulu di kamar, membongkar makanan dan minuman yang ia beli kemaren di mall. Ia minum sebotol minuman jus, lalu pergi ke kamar mandi menyeka muka dan tubuhnya.


Julia beristirahat sebentar, sambil menunggu kedua teman yang telah ia hubungi tadi.


"Teeeetttttt,,,,!" bel kamar berbunyi, Julia bangkit dari rebahannya.


"Haiiiii,,,,!!!" sapa Julia sumringah, kedua temannya telah sampai, mereka berpelukan erat, karena lama tak berjumpa.


"Kamu Juga Tami, Riza,,," ucap Julia tulus.


"Ayo masuk,,,!" ajak Julia.


"udah 5 tahun loh kita ga ketemu. Ohya gimana, kamu udah married belum?" tanya Riza.


Dessss,,,,, pertanyaan yang membuat Julia tersentak.


"Mm,,, pernah sih kalau married mah! tapi,,,, " jawab Julia menggantung.


"Tapi kenapa? udah cerai maksudmu?" tanya Tami.


"Yah begitulah,,,, statusku janda sekarang Tam, Riz,,,." jawab Julia tanpa beban..


"kalau kalian gimana?" tanya Julia.

__ADS_1


"Aku udah married 2 tahun lalu Jul, anakku baru satu, perempuan usia satu tahun. Kalau Riza masih single nih,,," ucap Tami.


"Yoi sayyy,,,, aku masih single, aku masih pengen nyante dulu lah,,," jawab Riza enteng.


Lalu obrolan dilanjutkan dengan cerita lucu jaman kuliah, mereka tertawa bersama di kamar hotel.


"Ohya acara kita jalan kemana nih? kamu jadi kan temani aku tidur di hotel Riz?" tanya Julia.


"Asyiaaappp,,,, boleh Jul! kapan lagi nginep di hotel? bosen juga stay di rumah." jawab Riza terkekeh.


"Kita jalan ke Malioboro aja yuuukkk? kangen aku, lama ga kesana!" ajak Julia, yang disepakati kedua temannya.


Julia mandi dulu sebelum mereka jalan. Ia mengenakan celana jeans dan blus putih, so simple, tapi Julia justru terlihat sangat cantik.


"Ayo kita let's goooo,,,,,!!!" ucapnya Riang.


Bersama teman masa kuliah memang menyenangkan. ada saja yang bisa jadi cerita dan lelucon. Mereka keluar dari jam 7 sampai jam 10 malam,,, window shoping di malioboro mall, kongkow di cafe blitz, sekedar mencari secangkir capuccino ice kesukaan Julia, dan duduk di pinggiran malioboro untuk berfoto.


Cuaca malam hari di jogja malam ini sangat cerah, banyak orang yang keluar rumah sekedar kongkow bersama temannya.


Banyak juga terlihat dari penampilannya, mahasiswa yang notabene adalah anak kos keluar sekedar mencari santap malam.


Jam 10.15 malam mereka pulang ke hotel, dan mampir sebentar ke rumah Tami di perumahan condong catur.


"Met malam Tami, makasih ya udah nemenin jalan hari ini, sampai jumpa besok!" ucap Julia.


"Oke masama Julia, Riza,,, sampai besok!" jawab Tami lalu masuk ke halaman rumahnya.


Mobil berjalan lagi membawa mereka berdua ke Hotel tempat Julia menginap. Setiba di hotel, Riza yang keliatan lelah, karena siangnya dia bekerja, langsung menuju bathroom, mencuci kaki dan tangannya, berganti piyama dan langsung ngabruk di tempat tidur, tak sampai lima menit Riza tertidur.


Giliran Julia, ia sudah mengenakan piyama, tapi ia tak juga bisa tidur. Tatapannya tertuju pada langit-langit kamar hotel, ia menyetel AC agar tidak terlalu dingin. Ia melamun, teringat akan Nenek Fatiah, dan juga Sandrina yang baru saja ia kenal. Gadis yang sangat menyenangkan.


terlintas juga wajah tampan Satria, saat ia mencoba menggoda Julia. Semua terasa nyata seperti berada di dekatnya. Tak ia pungkiri, Ia kangen pada sang Bos. Sangat kangen!


Mas Satria,,,,,,


๐Ÿ’–


๐Ÿ’–

__ADS_1


๐Ÿ’–


( Tunggu lanjutan kisahnya yaaaa,,,,, ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜ )


__ADS_2