
Sementara ini urusan mengenai tender telah usai, Tn. Satria mengajak Julia untuk menikmati keindahan kota Lyon. Dan juga mencari oleh-oleh untuk orang-orang tercinta di tanah air.
Tujuannya kali ini adalah berbelanja dan makan,,,, karena selain surga belanja, Lyon juga disebut sebagai kota kuliner, tak hanya masakan tradisional ala Perancis, tapi juga banyak restaurant yang menyajikan makanan manca negara.
Setelah parkir, mereka menuju mall terbesar di kota Lyon La Part-Dieu, disana banyak barang-barang mewah, dari busana hingga dekorasi rumah. Bagi Julia mall ini cuma untuk sekedar refreshing dan windows shoping saja, karena kantongnya akan terkuras kalau ia berbelanja disana. Melewati toko-toko di dalam mall, membuat Julia hanya bisa menelan l***h dan berdecak.
"Apa yang mau kamu beli Nona Julia? daritadi kamu cuma melihat-lihat saja? belum ada yang minat?" tanya Tn. Satria heran.
"Emmm eh iya Tuan, belum ada,,, Saya liat-liat saja sudah senang." jawab Julia malu.
"Atau kamu mau Aku traktir?" tanya Tn. Satria terkekeh.
Oh no,,, dia meledekku. bathin Julia.
"Tidak Tuan,,, sudah cukup yang Tuan belikan untuk saya kemarin. Jangan beli lagi." ucap Julia tersipu.
Siaaallĺl kenapa Tn. Satria berpikir aku minta traktir? Julia merutuk dalam hati.
"Ayo kita kesana!" perintah Tn. Satria, tanpa sadar ia menggandeng tangan Julia. dan herannya Julia sama sekali tidak menolak, ia ikuti saja digandeng Tn. Satria, walaupun ia sempat terkesiap juga. hihihi,,,,
"Ehm,,,,!" tak disangka Beno sudah berdiri di belakang Tn. Satria dan Julia.
mendengar suara deheman, Tn. Satria menoleh dan berkata, "Beno? ada apa?"
Seketika Tn. Satria tersadar telah menggandeng tangan Julia, dan melepasnya dengan tergesa. Beno tersenyum usil.
"Tn. Daffin masih disini, ia mengajak kita minum kopi jam 4 sore nanti Tuan,,," jawab Beno.
Hati Julia enggan, ia malas untuk bertemu lagi dengan Tn. Daffin. Tapi Tn. Satria justru melontarkan pertanyaan padanya.
"Bagaimana Nona Julia? kamu mau?" tanya Tn. Satria berharap Julia mau ikut
__ADS_1
"Saya tidak usah ikut Tuan, saya kan masih harus bersiap-siap untuk kepulangan kita besok?" Julia beralasan.
"Tidak! kamu harus ikut. Ini perintah!" ucap Tn. Satria galak, walaupun dalam hati ia terkikik.
"Oke Beno sampaikan kepada Tn Daffin, tidak masalah, kami akan datang. Tunjukkan saja cafe tempat ketemuan nanti." ucap Tn. Satria. Beno mengangguk dan pergi dari hadapan mereka.
Julia meradang dalam hati. Tapi Tn. Satria menggandengnya lagi, kali ini Julia jadi merasa malu, sebenarnya Tn. Satria ini sengaja atau tidak melakukan itu?
Jam 1 pm mereka keluar dari mall, tas belanjaannya lumayan banyak. Mereka juga menyempatkan maksi di rooftop mall.
***
Jam 2 pm, tiba-tiba kota Lyon diguyur hujan,,,, badai dan kilat menyambar-nyambar, kota Lyon yang semula panas membuat sebagian orang kegerahan, siang ini menjadi dingin dan menakutkan.
Julia yang sudah berdandan di kamarnya, karena akan ikut ke cafe bellaria, mengikuti kemauan bosnya, akhirnya masuk ke dalam selimut. Ia ketakutan dengan suara badai diluar. Ia menyalakan penghangat ruangan.
Suara bel kamar berbunyi berkali-kali, tapi karena kalah dengan suara derasnya hujan dan kilat disertai badai, Julia tidak mendengar.
Alhasil Tn. Satria yang berada diluar pintu kamar, segera pergi, pikirnya Julia tertidur karena lelah.
Tak berapa lama, pelayan datang dan membawakan pesanan Julia, pelayan mengabarkan, bahwa ada pohon yang tumbang di seberang Jalan, banyak mobil yang tidak bisa lewat, terus ada berita lagi dari kantor Perusahaan kelistrikan, bahwa panel-panel pembangkit mereka yang dikendalikan komputer sedang bermasalah karena badai, Kemungkinan dibeberapa tempat akan mengalami pemadaman, kawasan ini termasuk yang terdampak. "Yah begitulah Nona, selama 10 tahun terakhir, ini baru terjadi lagi. Kami akan menyiapkan emergency lamp. Kebetulan genset kami juga belum siap." Pelayan menjelaskan.
"Apakah hujan badai seperti ini sering terjadi?" tanya Julia tertarik.
"Di musim panas di awal Juni, memang seperti ini Nona, banyak hujan, kadang disertai badai. Tapi masalah pemadaman, ini belum pernah terjadi, satu lagi, selama pemadaman jangan keluar kamar, untuk menghindari kejahatan." jelas pelayan lagi.
"Baiklah terima kasih informasinya pak, dan juga,,,, kopinya." ucap Julia ramah. Pelayan mengangguk dan tersenyum, kemudian ia pergi.
Hmmmmhhh sore yang tidak menyenangkan. Julia mulai khawatir, apalagi Tn. Satria dan pengawalnya tidak ada disini. Julia mencari ponselnya di meja rias, "OMG,,,, lowbat! aku harus ngecas nih, sebelum kegelapan melanda." bathinnya.
Julia menuju balkon untuk melihat ke jalanan, dan benar, di seberang jalan ada Pohon yang tumbang, hingga banyak kendaraan putar balik.
__ADS_1
Brrrrrr,,,, dingin, Julia masuk lagi dan duduk di sofa, sambil menikmati kopi dan cemilan. karena kenyang, dan dingin Julia terlelap.
***
Ya ampun hujan dan badainya belum juga reda, bagaimana keadaan Julia? apakah dia sudah bangun? bathin Satria gelisah. Sementara Ia bersama para pengawalnya, sedang minum kopi di cafe bersama Tn. Daffin dan asistennya, Julia sendirian di kamarnya. Apalagi baru saja dari berita TV diinformasikan bahwa jam 10 malam nanti di sebagian wilayah Lyon, akan terjadi pemadaman listrik sementara, pemadaman berlangsung mungkin sekitar dua jam. Satria melirik arlojinya,,,
"Hmmmhhhh Tn. Daffin kurasa aku harus sgera kembali ke hotel, karena asistenku sendirian di kamarnya, dia tanggung jawabku, jadi aku harus memastikan dia baik-baik saja." ucap Satria. Dari raut wajahnya ia terlihat mulai gelisah.
"Wah wah wah,,, anda Bos yang super perhatian dengan anak buah. Tapi masalahnya hujan badai belum berhenti Tn. Satria." jawab Tn. Daffin terkekeh.
"Kalau begitu mari kita kembali ke hotel Tn. Satria,,,, semoga Nona Julia aman sampai kita kembali." ucap Beno.
"Kami pamit dulu Tn. Daffin, semoga kerjasama kita lancar, dan sampai ketemu di Jakarta." pamit Tn. Satria tergesa.
***
Tep,,, lampu seketika padam, Julia terbangun dari tidurnya. Ia gelisah karena ia belum juga mendapatkan lampu emergency dari pihak hotel,,,, Ia bangkit sambil meraba-raba, dalam keadaan gelap, matanya sulit menemukan apapun. Akhirnya ia mendapatkan yang ia cari, telpon,,, ia lalu memencet tombol angka. Ya Allah aku lupa, telponnya juga mati, tidak berfungsi. Julia mulai cemas,,, untuk turun ke bawah iapun tidak berani, karena lift pasti mati juga, ia tidak mungkin turun menggunakan tangga darurat dalam keadaan gelap. Dengan menggeragap ia menuju meja rias, untuk mengambil ponsel yang sedang ia cas. Ini dia,,,, ia langsung menghidupkan ponselnya, tapi entahlah ponselnya tidak bisa dinyalakan, mungkin waktu ngecas tadi, tidak masuk. pikirnya.
Julia mulai kalut,,,, ia paling takut gelap. Julia mendengus kesal, kenapa daritadi ia lupa mencas ponsel. Karena putus asa, ia beranikan diri untuk keluar, ia akan meminta lampu emergency ke bawah.
Sambil masih meraba dinding, ia mencari pintu keluar,
treteeeeettttt,,,,, Dduaaaaaarrrrrrr,,,, daarrrrrrr
Suara petir memekakkan telinga, membuat Julia terjungkal,,,, tapi kilatannya membuat kamar jadi terang. Ia setengah berlari ke pintu, dan klik,,, pintu terbuka, tak lupa ia mengambil card yang diselipkan di dinding di sebelah pintu, untuk membuka pintu sekembalinya dari bawah.
Julia baru keluar beberapa langkah, saat ia melihat bayangan orang yang sedang berdiri, tingginya setinggi Tn. Satria, posturnya juga mirip sekali. Ia lalu berlari ke arah orang itu, begitu sudah dekat, kilatan petir dari arah jendela ujung koridor, membuat keadaan menjadi terang, dan wajah orang di depannya, terlihat jelas, dan ternyata bukan Tn. Satria. Orang itu tersenyum menyeringai,,, Julia sangat takut, ia berjalan menjauh kembali ke kamarnya, tapi laki-laki itu mengejarnya,,, Julia memasukkan card ke slot pintu, dan ia memutar slot pintu dan membukanya, tiba-tiba tangan kekar orang itu mencengkeram lengannya.
♤
♤
__ADS_1
♤
( Lanjuuuutttt,,, horror niiihh 😫😫😫, tapiiiii jangan lupa ya like n commennya,,,, biar author ga kebawa tegang! 😁😁 )