Bukan Perempuan Pilihan

Bukan Perempuan Pilihan
REUNI SMA


__ADS_3

Di rumah, Satria uring-uringan sendiri, mendengar Julia yang justru sedang bersenang-senang di saat anaknya sakit. Ingin rasanya ia menyusul istrinya dan menariknya pulang. Tapi kalau seperti itu, bisa besar kepala Julia. Makanya sekesal apapun ia cuma bisa bertahan.


***


Julia pulang ke hotel lebih cepat dari rencananya, perasaannya khawatir mendengar Arga yang sakit. Julia menelpon Nenek, sesampainya di hotel. Tapi Nenek bilang, Julia tak perlu pulang sekarang, biar Nenek yang akan menjenguk dan menjaga Arga besok pagi. Juliapun merasa tenang.


Keesokan paginya, Nenek mendatangi rumah Satria sesuai janjinya.


"Sat, gimana keadaan Arga sekarang? apa dia sudah baikan?" tanya Nenek setibanya di rumah Satria.


"Alhamdulillah panasnya sudah turun Nek,,, Kok Nenek tahu Arga sakit? dr. Santoso menghubungi Nenek?" Satria balas bertanya.


"Namanya juga Nenek, ya tahulah kalau cucunya sakit,,,, Julia yang kasih tahu!" ucap Nenek terkekeh.


"Oh masih perhatian dia sama anak?! kirain, dia masih ingin senang-senang?!" ucap Satria sinis.


Nenek menyikut Satria karena bicara sembarangan.


"Sat,,,, sat,,,, bagaimanapun seorang ibu, tidak akan tega dengar anaknya sakit! dia pergi darimu, karena kamu keterlaluan Satria! kamu tidak menghargai Julia sebagai istri! kamu pikir baik-baik, sebelum Julia benar-benar pergi!" ucap Nenek mengancam.


Satria diam saja, dia kesal Nenek lebih menyayangi Julia daripada cucunya sendiri.


"Ya udah, sekarang Nenek akan menginap disini menjaga Arga. Biar kamu tenang bekerja! ya berjaga-jaga saja, siapa tahu Julia diculik Daffin lagi! sepertinya Daffin lebih menyayangi Julia daripada suaminya sendiri!" ucap Nenek sembarangan sambil terkekeh.


Mendengar Nenek berucap seperti itu, Satria melotot, dan makin kelimpungan. Tapi pura-pura cuek, walaupun kesal setengah mati.


***


Kamis ini, Julia tetap berdiam diri di hotel, dia tidak menemui Herdi, seperti janjinya saat ketemu di Gambir. Padahal Herdi berharap sekali bisa bertemu. Ia beralasan, tidak enak badan pada Tami dan Herdi.


Bukan tanpa alasan, ia tak menemui Herdi. Julia ingin menghargai ikatan pernikahannya, semarah apapun ia.


Pikirnya besok jumat sore, Santi tiba di Jogja. Julia takkan kesepian lagi. Jadi sekarang, Julia memutuskan untuk berbelanja makanan untuk menemani nonton TV.


Banyak sekali camilan yang ia beli, baik snack ringan, maupun bakpia, dia juga tak lupa beli satu slice pizza untuk dirinya sendiri, soft drink, air mineral, buah-buahan, seperti Jeruk dan Anggur. bahkan daster cantik keluaran butik beberapa potong.


Sampai di hotel, Julia menyusun semuanya diatas meja.


***


Jumat sore


Ponsel Julia berdering, Santi yang menelpon.


"Halo San, Assalamu'alaikum,,,,,." sapa Julia riang.

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam Julia, Ohya bentar lagi aku sampai Jul, kamu jangan kemana-mana ya?" jawab Santi dari atas kereta.


"Oke San, berarti aku tak perlu menjemputmu ya?" tanya Julia.


"Tidak usah bu Bos,,,, biar aku ngegrab aja nanti." jawab Santi tergelak.


Benar saja, tak sampai sejam Santi sudah tiba di kamar hotel, Julia senang sekali, kamar jadi ramai. Mereka langsung saja ngobrol dan saling melempar candaan.


"Ah udah ah, aku mau mandi dulu, udah lengket nih. Ohya kita mau makan malam dimana?" ucap Santi.


"Mandi aja belum, udah planning makan aja! udah sana mandi,,,,,!" jawab Julia nyengir.


Selesai mandi, keduanya melanjutkan obrolan di kamar, sambil ngemil. Jadi teringat saat tinggal di apartemen berdua, sebelum mereka menikah.


"Jul, Mas Satria kasihan banget deh, tiap hari berangkat kerja bawa Arga. Bukan apa-apa, kasihan Arganya juga kan? mesti capek,,,,." cerita Santi.


Julia cuma tertawa.


"Ya mau gimana lagi? kan emang pengennya Mas Satria gitu kan?" ucap Julia santai.


"Ya ampuunnn, kamu ga ngerti sih, Mas Satria jadi sering dirubung sama karyawati! mereka pengen sekedar menoel pipi Arga, ga cemburu?" ledek Santi.


"Enggaaaakkk,,,,,,! udah ah ga usah bahas Mas Satria. kita makan aja yuk?" ucap Julia malas.


***


Pikiran mengenai Julia berkelebat. Dia tidak bisa membiarkan Julia pergi begitu saja, ia harus mencarinya.


Tak lama berselang setelah Satria masuk Ruangan, Rico masuk.


"Pagi Bos,,,,,." sapa Rico.


"Pagi Rico,,,,, ah kebetulan. Ric aku mau minta tolong lagi. Aku ingn kamu mencari Julia. Aku ingin ia pulang sekarang!" ucap Satria.


"Cari kemana Bos?" ucap Rico santai.


"Kemana saja Ric! pokoknya aku mau dia kembali sekarang." ucap Satria.


Rico cuma garuk-garuk kepala, Julia dan Santi, istrinya sedang ada acara reunian. Rico bingung apa ia akan mengatakannya atau tidak.


***


Panitia reuni sudah mulai sibuk dari jam 9 pagi di meeting room hotel bintang lima di Jogja, Santi sedang sibuk check sound dan lain-lain untuk acara malam nanti. Karena Santi ditunjuk sebagai Ketua Panitia. Julia yang kebagian tugas menjadi MC acara, ikut membantu di lokasi.


"Jul, coba kamu nyanyi, tes dulu!" ucap Santi, sambil menyodorkan mikrofon kepada Julia.

__ADS_1


"Cek cek,,,, satu, dua, tiga,,,,." Julia mengecek mikrofon yang ada di tangannya. Hingga beberapa kali pengecekan sampai mendapatkan suara yang bagus. Julia mengacungkan jempol pada petugas.


"Mba coba nyanyi ya?" ucap pemain keyboard.


Julia mulai menyanyi untuk cek sound terakhir, yang lainnya juga sudah memastikan menu makanan, rountdown acara, dan lain sebagainya, mudah-mudahan semua sudah beres. Acara reuni dimulai jam 7 malam nanti.


"Oke insyaa Allah acara nanti bisa berjalan lancar. Semua udah memastikan tugasnya masing-masing ya? jangan malu-maluin guys,,,,!" ucap Santi selaku ketua panitia.


Santi meminta Julia memberi tahu lewat mikrofon, agar seluruh panitia bisa hadir tepat waktu jam 17.30 sore, sebelum acara dimulai.


Setelah semua beres, Santi mengajak Julia pulang ke hotel.


***


"San, gimana bajuku?" ucap Julia meminta saran dari Santi, ia berputar-putar di depan Santi yang sudah lebih dulu siap.


"Woowww cantik! keren,,,, bisa jadi ratu pesta kamu Jul!" puji Santi melihat Julia mengenakan dress A line warna biru navy selutut, yang menegaskan warna kulitnya yang putih.


Mereka menuju ke tempat acara jam 17.25. Satu persatu panitia acara hadir, untuk memastikan persiapan yang mereka lakukan berjalan lancar.


Penerima tamu dan buku tamu..... cek


Buffet makanan............................. cek


Soundsystem................................. cek


Penyanyi......................................... cek


Roundown acara dan MC............... cek


Dokumentasi.................................. cek


Doorprize dan merchandise........... cek


Lighting........................................... cek


Peralatan untuk game.................... cek


Semua sudah siap. Panitia sudah bekerja sesuai planning, dan sudah berada di posisinya masing-masing. Jam 19.00 tamu undangan acara reuni sudah berdatangan, dan mengisi round table yang berisi 7 tempat duduk.


🍷


🍷


🍷

__ADS_1


( Bersambung,,,, )


__ADS_2