Bukan Perempuan Pilihan

Bukan Perempuan Pilihan
TERBANG


__ADS_3

Matahari bersinar cerah, tubuh Julia terasa hangat, tertimpa sinar matahari pagi. Julia dan Santi sedang duduk manis di balkon apartemen sambil menyeruput kopi, mereka sarapan pagi roti dan mentega, diselingi cemilan ringan.


"dijemput jam berapa nanti Jul? jangan lupa dokumen penting kamu satukan dalam dompet khusus, biar ga tercecer." ujar Santi mengingatkan Julia.


"Iya San sudah, jam 4 sore nanti dijemput mobil bandara." jawab Julia.


"San,,, aku takut besok disana aku tidur sendirian di kamar hotel,,, aku pasti kangen sama kamu." jawab Julia.


"Takut apaan? disini kamu juga tidur di kamar sendiri kan? apa mau sekamar sama Tuan Satria?" ledek Santi sambil mengerling.


"Issshhh kamu,,,, " muka Julia merona karena malu.


Hari ini Santi ijin tidak masuk, karena agak tidak enak badan, lagipula Santi ingin membantu menyiapkan keperluan Julia.


Setelah sarapan Julia mengecek lagi barang-barang dan dokumen penting yang akan dibawa. Ia memastikan lagi agar tidak ada yang ketinggalan. Maklum,,,, ini adalah kali pertama ia akan pergi keluar negeri.


***


Santi membantu Julia menurunkan koper dari tempat tidur,,, bawaan Julia tidak begitu banyak.


Julia berdebar-debar bentar lagi Mobil bandara menjemputnya, dompet dokumen, dompet uang, semua sudah masuk tasnya.


Julia keluar dari kamarnya, ia mengenakan celana jeans, kemeja putih dan sepatu sneaker putih. Cantik dan sederhana sekali penampilan Julia, Santi kagum melihat kecantikan Julia.


Ponsel Julia berdering, ternyata dari supir bandara yang akan menjemputnya, memberitahukan bahwa lima menit lagi sampai di depan apartemen.


"Yuk ah kita turun,,,, aku bawakan kopermu." ucap Santi yang sudah menggandeng koper Julia.


"Oke yuk,,, " jawab Julia mengikuti Santi yang sudah lebih dulu keluar.


Mereka berjalan beriringan menuju lift untuk turun ke lobi.


Sampai di lobi, Julia celingukan, Santi yang berada disebelahnya juga ikutan celingukan.


"Belum sampai mobilnya?" kata Santi


Julia baru saja akan menjawab, saat mobil jemputan memasuki parkiran apartemen.

__ADS_1


"Tuh dia mobilnya,,,, " kata Julia.


Mobil berhenti persis di depan mereka. Supir keluar dari mobil dan mendekati keduanya.


"Selamat sore Nona Julia, silahkan masuk" ucap pak supir sambil membukakan pintu. Ternyata Tuan Satria sudah berada di dalam mobil, ia sedang sibuk menelepon, saat Julia membungkukkan badan untuk segera masuk ke dalam mobil, Julia melemparkan senyum dan mengangguk gugup. Tuan Satria membalas anggukan Julia dengan anggukan.


"Met sore Tuan Satria, titip Julia Tuan,,, semoga sukses perjalanannya, dan selamat sampai kembali ke tanah air." sapa Santi.


"Met sore juga Santi, oke terima kasih doanya. Saya juga titip kantor kepadamu." jawab Tuan Satria.


Santi mengangguk.


Julia sudah duduk berdampingan dengan Tuan Satria, ia bersalaman dengan santi, dan cipika cipiki.


"titi dj Julia,,, jangan lupa oleh-olehnya." ucap Santi sambil mengerling, membuat Julia jengah.


Perlahan mobil jemputan bergerak maju, Santai langsung melambaikan tangan melepas kepergian Julia dan Tuan Satria, setelah mobil lepas dari pandangannya, Santi masuk lagi ke dalam gedung kembali ke apartemennya.


***


Pandangannya mengedar ke seluruh ruangan dalam pesawat,,,,


"Betul-betul mewah interiornya." bathin Julia, ia tidak sadar sepasang mata yang berada disebelahnya memperhatikannya dengan senyum tertahan. Julia memang terlihat norak.


Tak lama kemudian, terdengar pengumuman, bahwa pesawat akan segera lepas landas,,, semua penumpang diminta untuk memasang sabuk pengaman yang berada di kursi penumpang. Julia merasa tegang dan gelisah, ia tidak mengindahkan pengumuman tersebut. Tuan Satria yang duduk dan sudah memasang seatbelt, melirik ke arah Julia,,,


"pasang itumu!" ucap Tuan Satria lirih, sambil menujuk ke kursi Julia, entah apa yang ada di benak Julia, karena tegang, ia malah bingung, dengan ucapan bosnya, dan tetap diam.


Satria sampai gemas melihatnya, pesawat masih berjalan pelan, hingga akhirnya ia melepaskan beltnya dan mendekat arah Julia. Satria berada dekat sekali dengan tubuh Julia, wajahnya berada sangat dekat dengan pipi Julia, membuat wajahnya terasa hangat dan Jantung Julia berdetak kencang, aroma harum tubuh Satria membuat Julia deg-degan, Julia pasrah, saat tangan Satria meraba kursi yang berada di bawah pantat Julia, ia meraih sesuatu, dan menariknya untuk dilingkarkan di perut Julia,,,,


Terdengar bunyi Klik,,,


sabuk telah terpasang. Satria beringsut mundur ke kursinya, dan ia memasang beltnya sendiri.


Julia merasa lega, tadi saat Tuan Satria berada dekat dengan wajahnya, perut bagian bawah Julia terasa mulas dan bergetar hebat. Apalagi saat aroma khas Tuan Satria tercium di hidungnya.


Beberapa menit kemudian, pesawat lepas landas meninggalkan bandara menuju ke langit bebas, selama sedetik Julia merasa melayang,,, rasa cemasnya sedikit berkurang.

__ADS_1


Mereka akan terbang selama kurang lebih 12 jam menuju saint-exupéry.


Julia yang duduk dekat jendela pesawat, matanya terus memandang keluar jendela, ia melihat segala sesuatu dibawahnya terlihat sangat kecil.


Satria menoleh ke arah Julia, yang sedari tadi melihat ke luar jendela. Julia yang merasa diperhatikan, seketika menoleh, ia menatap Tuan Satria, pandangan mereka beradu,,,


"Astaghfirullahaladzim,,, " bathin Julia. Ia malu ditatap seperti itu oleh Tuan Satria, bosnya, ia merasa jengah dan gugup, dan membuang pandangannya ke arah lain, dan pura-pura meraih botol air kemasan, lalu meminumnya.


Tuan Satria mengalihkan pandangan ke arah pramugari yang sedang menuju ke arahnya sambil membawa makanan dan minuman yang dipesan olehnya,,,,


Sebenarnya ia juga merasa gugup, saat Julia melihat ke arahnya.


Tak lama kemudian, hidangan makan malam tersaji, ada udang dengan ravioli, daging bebek asap dengan saus, praline, dan lainnya yang Julia asing dengan namanya.


Julia memakan lahap hidangan yang disajikan, karena perutnya memang sudah memberikan sinyal lapar sejak tadi. Ia menoleh lagi ke arah Tuan Satria, yang melihatnya makan sambil mengunyah makanannya.


"haduuhh kenapa sih dia memandangiku terus?" bathin Julia lagi. Julia melemparkan senyum.


Perutnya sudah terisi penuh, setelah pramugari kembali dan membereskan bekas makanan mereka, Julia merasa mengantuk, dan tidak lama kemudian ia menarik selimutnya dan bersiap tidur. Tuan Satria juga tidak mencoba untuk mengobrol dengannya.


***


Hebat sekali perempuan ini, habis kenyang makan, ia langsung tertidur, dasar perempuan gembul, pikirnya.


Satria membuka-buka majalah forbes yang ada di meja. Ia belum mengantuk. diliriknya perempuan di sebelahnya yang sudah tertidur. Beberapa menit kemudian ia mendengar suara dengkuran halus,,, hihi perempuan ini tidur mendengkur. Satria terkekeh geli.


Julia tersadar, ia tidur mendengkur, ia mengintip dari balik selimutnya, Tuan Satria masih terjaga, ia sedang membaca. tapi Julia enggan untuk bangun, ia merasa kikuk karena walaupun bersebelahan dengan Tuan Satria, bosnya ini tidak pernah mengajak ngobrol. Julia kembali memejamkan mata.


Sejam kemudian Satria menguap, ia mulai mengantuk, dan menyetel tempat duduknya, menyelonjorkan kaki, dan merebahkan tubuhnya. Tak lama kemudian ia tertidur.





( Ditunggu like n komennya guys,,,, terima kasih )

__ADS_1


__ADS_2