Bukan Perempuan Pilihan

Bukan Perempuan Pilihan
PENGASUH BAYI


__ADS_3

Satria dan Julia kembali berdamai, mereka merajut kembali benih cinta yang sempat berserak.


***


Keesokan paginya, saat Satria dan Julia menemui Rico dan Santi, Santi berlagak marah pada Julia.


"Woooww begitu ternyata orang yang sedang jatuh cinta! Semua orang kehilangan MC semalam, dia menghilang dan tahu-tahu sekarang baru nongol!" omel Santi sambil berkacak pinggang, alisnya digerakan naik turun.


Mendengar omelan Santi, Satria senyum-senyum saja, sedangkan Julia merengut karena malu. Ia tak berkomentar.


"Memang siapa yang mencarinya San? adakah mantan pacarnya semalam?" tanya Satria sambil menyipitkan mata.


"Oh Noooooo,,,,!!! aku tidak punya pacar waktu SMU!!!" sahut Julia marah sambil mencibir.


Giliran Santi dan Rico yang terbahak, mendengar Satria meledek istrinya.


"Haahhh yang benar saja!! tak mungkin seorang Idola jaman SMU tak punya pacar! bohong dia Mas!!" ledek Santi sambil terkekeh, bikin Julia makin kesal. Pikir Santi sekali-kali dia ngeledek Julia.


Melihat Julia yang kesal diledek seperti itu, Satria merangkulnya dengan mesra.


"Sudah, jangan pucat gitu yank,,,, kalau memang kamu punya pacar waktu SMU tidak apa kok. yang penting kan kamu udah jadi istri pria tampan ini?! ya kan Ric?!" hibur Satria yang bikin Julia jadi keki.


"Hadeeehh aku tidak ikutan ah,,,,." Rico menimpali dengan nyengir.


"Udah nih,,,, kalau ngeledek terus gitu, aku pergi lagi ya Mas?!" akhirnya Julia ngancem juga.


"Wes tho ah, mending sekarang kita olga bareng yuk, minggu pagi nih,,, terus cari sarapan! bosen sarapan di hotel!" ucap Santi menyudahi acara ledek meledek.


Sepakat akhirnya mereka olga bareng di kawasan kampus UGM, sekalian cari sarapan pagi.


***


Minggu malam, keempatnya sudah sampai di Ibukota lagi.


Nenek merasa surprise melihat keduanya pulang bersama, akhirnya tugas Nenek menjaga Arga, berakhir hari ini. Sebenarnya Nenek tidak pernah keberatan menjaga Arga, tapi Nenek lebih suka, Arga bersama kedua orangtuanya.


"Mas, aku bisa mengerti kalau Mas masih meragukan kesetiaanku, tapi aku tidak akan pernah bisa menerima, kalau Srianti bisa menginap disini seenaknya!" ucap Julia saat mereka berdua di kamar. Ada nada kesal saat Julia mengatakannya.


"Apa kamu cemburu?!" jawab Satria terkekeh.


"Aku tidak cemburu! tapi aku muak melihat seorang perempuan yang tidak bisa menempatkan dirinya! apalagi cuma seorang mantan?!" ucap Julia mulai sinis.


Satria tertawa mendengar istrinya berbicara dengan raut wajah cemberut seperti ini.


"Tapi,,,,? kalau Mas merasa nyaman seperti itu, aku tidak akan membicarakannya lagi. Tapi jangan salahkan kalau aku pergi lagi." ancam Julia.

__ADS_1


Satria hanya memandangi istrinya dan mengernyitkan kening. Ia mendekati istrinya, lalu memeluknya, itu yang selalu Satria lakukan bila ia tak punya kata-kata.


"Yank?" panggil Satria ragu.


"Hmmmm,,,,?" Julia hanya mendehem.


"Aku mau tanya,,,,." ucap Satria.


"Tanya saja!." sahut Julia pendek.


"Serius,,,,!" ucap Satria lagi.


"Iya kenapa?!" balas Julia lagi.


"Apa kamu sudah jatuh cinta pada Daffin?" tanya Satria ragu.


"Apaaaa,,,,,?!" Julia pura-pura tak mendengar.


Julia mendekatkan telinganya ke wajah Satria.


"Hmmmhhh,,, pura-pura! kamu cinta tidak sama Daffin?!" ucapnya lagi setengah kesal.


"Hampir,,,,!" jawab Julia sekenanya.


"Hampir?!" tanya Satria menuntut jawaban.


"Hmmm ya ya perhatian dan lembut? sudah sejauh mana hubungan kalian?" tanya Satria makin penasaran.


"Maksud mas? kalau maksud Mas, aku sudah pernah seranjang dengan Daffin? kujawab, aku tidak pernah seranjang dengannya!" ucap Julia berapi-api.


"Kamu yakin?!" tanya Satria ragu.


"Semua terserah Mas, apakah akan percaya atau tidak! tapi aku katakan sejujurnya Mas!" ucap Julia putus asa.


"Daffin tidak pernah menyentuhku, selain,,,, dia mencium keningku." ucap Julia lagi.


"Mencium keningmu? hanya itu?!" tanya Satria tak percaya.


"Yank, Daffin itu seorang playboy! itu kenyataannya! entahlah,,,,, aku menyangsikannya!" ucap Satria membuat Julia benar-benar tertohok. Apalagi yang harus ia katakan.


"Baiklah, kalau Mas menyangsikan Daffin! tapi dengan begitu, Mas juga tak percaya denganku kan? jadi kenapa aku masih disini?!" Julia mulai emosi, ia beranjak untuk bangkit dari tempat tidur.


"Yank, jangan pergi! please,,,,,?!" ucap Satria panik, ia menarik tubuh Julia, hingga Julia terjatuh diatas tubuhnya.


"Julia,,,, oh damn! aku sangat mencintaimu! aku tidak ingin kamu mengenang atau memikirkan laki-laki lain selain aku,,,,!" ucapnya getir.

__ADS_1


Julia memandang wajah suaminya, ada kekhawatiran dalam mata Satria. Ia begitu terlihat rapuh malam ini.


Julia menangkup kedua pipi Satria dengan tangannya, ia memandang suaminya, lalu ia mencium bibir suaminya, memagutnya, hingga membuat suaminya bergairah kembali. Julia sadar, sebagai seorang istri, ia harus meyakinkan suaminya, bahwa dialah satu-satunya pria dalam kehidupannya.


"Mas,,,, hanya satu laki-laki yang bisa bersaing denganmu!" ucap Julia nakal.


"Siapa?!" tanya Satria penasaran.


"Ayahku! dialah cinta pertamaku!" ucap Julia tersenyum.


Mendengar itu Satria jadi ingin semakin sayang pada Julia, ia menggulingkan tubuh Julia di tempat tidur,,,,, dan sekali lagi, mereka melepaskan hasrat dan gairah mereka bersama.


***


Pagi ini Julia bangun lebih pagi, menyiapkan kopi dan sarapan untuk suaminya, setelah itu ia memandikan Arga, sebelum diajak Pak Amad jalan mengitari halaman rumah dengan baby troller. Hari ini juga ada orang yang akan Julìa temui, seorang dari yayasan yang menyediakan tenaga baby sitter.


"Mas ayo bangun, sudah siang Mas." Julia membangunkan suaminya sambil memijit-mijit paha suaminya, diciuminya berkali-kali pipi suaminya yang masih bau bantal.


"Emmmhhh iya yank,,,, bentar." ucap Satria sambil menelentangkan badannya, tangannya menyangga kepalanya, sambil menatap wajah istrinya, yang sepagi ini sudah cantik dan wangi.


"Mau kubawakan kopinya?" tanya Julia lembut.


Satria mengangguk. Julia mengambil kopi yang telah ia siapkan di meja makan, lalu naik lagi keatas membawakan kopi untuk Satria.


"Ini Mas diminum dulu."


"Makasih yank,,,,." ucap Satria. "Kopi buatanmu sangat nikmat!" pujinya.


"Oh ya yank,, kamu jadi ketemuan dengan calon pengasuh Arga?" tanya Satria mengingatkan.


"Iya Mas, nanti jam sepuluh siang orangnya datang. Tapi aku ragu, apa bisa cocok ga ya Arga nanti?" ucap Julia cemas.


"Ya belum juga dilihat, mudah-mudahan cocok, lagipula Arga juga anteng." sahut Satria.


"Iya Arga sih memang anteng, aku cuma takut justru Arga yang ga cocok dengan pengasuhnya." ucap Julia.


"Dilihat aja dulu, kalau memang nanti kurang cocok ya batal, tapi memang semua perlu adaptasi kan yank?" Satria menanggapi.


"Ah tak perlu dipikir sekarang, nanti aja kalau udah ku interview. Yang penting sekarang, Mas mandi, trus sarapan, dan ke kantor! oke?!" ucap Julia tersenyum mengingatkan.


💕


💕


💕

__ADS_1


( Bersambung,,,,,, )


__ADS_2