
🌹🌹🌹
Dua minggu lagi pernikahan Satria dan Julia diselenggarakan, tapi Satria belum juga mengambil cuti, ia masih berkutat dengan jadwal meeting dengan para koleganya. baru juga empat hari yang lalu ia tiba di Indonesia, setelah hampir seminggu lebih ia berada di Lyon untuk kontrol proyek, sekarang ia sudah mengurusi proyek yang lain. Sudah beberapa hari ini juga Satria belum menghubungi Julia.
"Aduh maaf Nyonya, Tn. Satria tidak bisa diganggu,,,, tolong jangan masuk!" tegur Santi pada seseorang.
Braaakkk___!!! Suara pintu didorong dari luar. Sesosok perempuan masuk tanpa permisi.
Srianti memaksa masuk ke ruang CEO, sementara Santi yang berusaha mencegah berada di belakangnya dengan takut-takut.
"Maaf Tuan____." ucapan Santi terpotong.
"Tidak apa Santi, kamu boleh keluar." ucap Satria. Ia mendelik pada perempuan di hadapannya, yang tadi merangsek masuk ke ruangannya.
"Ada perlu apa kamu kesini?! dengus Satria kesal.
"Mas dari kemarin-kemarin aku mau ngomong sama kamu, tolong batalkan pernikahanmu dengan perempuan itu!!!" teriak Srianti.
"Perempuan yang mana maksudmu?! aku tidak paham!" jawab Satria ketus.
"Julia!!! kamu batalkan pernikahan itu!! atau? kamu tidak akan ketemu Sandrina?! aku tidak sudi dia mempunyai ibu tiri!" ucap Srianti mengamuk.
Satria tertawa mengejek,,,,
"Hah, memangnya kamu siapa?! mengatur hidupku?! dan jangan coba-coba kamu pisahkan aku dengan Sandrina! kalau itu kau lakukan, yakinlah, aku akan membuatmu menjadi ibu yang merana!!! aku bisa saja mengambil hak asuh Sandrina pada pengadilan!" ketus Satria.
Mendengar itu nyali Srianti ciut seketika. tapi ia memang selalu punya cara yang licik.
"Mengambil hak asuh anak? mimpi?! kamu pikir aku akan tinggal diam?! aku bisa bayar pengacara yang lebih handal!!" sahut Srianti sombong.
"Lakukan saja!! kau pikir? aku tidak tahu sepak terjang suamimu? dia pengusaha yang banyak hutang, dan baru baru ini saja, dia berusaha mengakali temanku untuk meminjam modal lagi?! begitu saja sombongmu setengah mati!" ucap Satria gereget.
Wajah Srianti berubah pucat____
"Sekarang keluar kau dari sini! Aku tidak butuh penolakanmu akan calon istriku!" usir Satria kasar.
__ADS_1
Srianti menangis, dia tak menyangka Satria sudah melupakannya, ia pikir, selama ini Satria belum menikah lagi, karena Satria masih mencintainya. Kelak kalau rumahtangga Srianti gagal, ia ingin kembali pada mantan suaminya ini. Tapi ternyata_______?
"Tolong Mas, batalkan pernikahan ini! aku masih mencintaimu!!!" Srianti menghiba.
"Keluar kataku!! dan jangan bicara omong kosong!! dengar___ aku sudah muak padamu!!!" ucap Satria sangat marah.
Srianti yang masih menangis akhirnya keluar dengan hati yang sakit. Sampai di depan Santi, ia melototi Santi hingga tak berkedip.
"Semua gara-gara kamu!" ucapnya pada Santi, Santi tak menggubris, ia pura-pura tak mendengar.
Satria yang melihat Srianti masih berdiri di depan Santi, langsung menghambur keluar, dan kembali mengusir Srianti dengan lebih kasar.
"Santi, tolong masalah ini jangan pernah kamu katakan pada Julia. Percayalah, aku tidak akan mempermainkan Julia." ucap Satria tulus.
"Baik Tn. Satria, jangan khawatir." jawab Santi.
"Ohya minggu depan, sebelum pernikahan kami, kamu boleh cuti Santi, kamu bantu Julia dan Nenek ya? dan sekarang selesaikan tugas kantormu segera." ucap Satria.
"Baik Tuan, tidak masalah." ucap Santi tersenyum.
***
"Assalamu'alaikum Mas,,,, masih sibuk?" tanya Julia.
"Hehe Waalaikumsalam,,, maaf lupa terus. Lumayan sibuk yank, makanya dari kemarin ga telpon. Ohya gimana persiapannya? ga papa kan kamu lakukan sendiri?" tanya Satria merasa bersalah.
"Iya ga apa Mas, aku maklum kok,,,, Mas udah makan siang? udah jam maksi nih, jangan lupa sholat ya Mas?! jawab Julia santai.
"Eh iya,,,, kalau begitu, aku minta Santi untuk memesan makanan. Ohya Minggu depan Santi sudah kusuruh cuti, biar bisa bantu kamu." ucap Satria kemudian.
"Iya Mas,,, terimakasih ya,,,." ucap Julia senang.
***
"Tidaaakk,,,, aku tidak boleh membiarkan pernikahan mereka terjadi!!" Srianti terus memaki dalam hatinya. Ia tidak bisa memperngaruhi Nenek dan juga Satria. Ia tidak suka ada perempuan lain di hati Satria. Selama ini ia menyesal telah meninggalkan mantan suaminya itu, karena ternyata sekarang bisnis Satria justru maju pesat, dulu dia pikir, orangtuanya membuat Srianti kesal karena dijodohkan, seperti tidak laku saja. Apalagi Satria adalah anak yang penurut dengan orangtuanya, itu membuat Srianti merasa tidak ada tantangan. Keremajaan Srianti berontak, Ia menaklukkan laki-laki demi laki-laki hanya untuk memuaskan egonya. Hingga ia bertemu dengan Sandy suaminya sekarang yang terpaut lima tahun lebih muda. Apapun yang ia mau selalu dipenuhi oleh Sandy. Srianti sebenarnya berasal dari kalangan biasa saja, Ayahnya adalah seorang pejabat desa biasa di kotanya. Ayahnya adalah sahabat masa sekolah Ayah Satria, dari situlah mereka mulai menjodohkan anak mereka.
__ADS_1
Karena kemakmuran yang diberikan oleh keluarga Satria, justru membuat Srianti lupa diri, ia seperti seorang sosialita, bergaul dengan para istri rekan bisnis Satria, kesana kemari hanya untuk memamerkan harta Satria. Saat bercerai dengan Satria, Satria tidak memberikan sepersenpun harta yang ia miliki padanya, karena ia selingkuh. Satria hanya memberikan uang tunjangan untuk Sandrina, anaknya.
***
Keluarga Julia menjadi amat sibuk, pernikahan anak perempuan mereka tinggal dua minggu saja. Undangan sudah jadi, dan akan disebar seminggu sebelumnya, catering, perias pengantinpun sudah dipesan jauh-jauh hari. hanya fitting baju yang belum Julia lakukan. Hari ini Julia sudah janjian dengan penjahit yang terbaik di kota sebelah, untuk fitting baju.
"Julia, gimana kamu jadi ke pwt untuk fitting?" tanya Ibu Julia.
"Iya Bu, hari ini Julia akan kesana, Ibu mau ikut?" Julia balik bertanya.
"Ayuk, Ibu juga mau ambil baju sekalian." ucap Ibunya.
Keduanya berangkat ke kota purwokerto, Julia menyetir sendiri.
***
Nenek sudah menyiapkan seserahan pernikahan untuk Julia nanti, ada kebaya panjang berwarna hijau botol, bertahtakan manik swarowsky, dengan sepasang sepatu dan tas tangan berwarna gold. Satu set perhiasan emas, perlengkapan mandi dan kosmetik, perlengkapan sholat dan quran. Hampir semuanya Satria sendiri yang memilih, dan tentu saja Nenek dan Santi yang dibuat repot, harus memfoto semuanya, agar Satria bisa memilih. berbeda dengan seserahan waktu lamaran, kali ini box untuk tempat seserahan pernikahan, didominasi warna gold.
***
Rico baru saja kembali dari Malaysia setelah berkunjung ke Lyon bersama Satria, ia menjadi orang paling sibuk, karena Satria sudah pulang lebih dulu. Rico menyarankan Bosnya untuk fokus ke pernikahannya yang tinggal dua minggu lagi.
"Bos sebaiknya anda sudah ambil cuti, message atau perawatan bodi lainnya! biar besok hari H, siap tempur Bos!" ucapnya sambil tergelak.
"Memang harus gitu ya? jangan remehkan aku Rico!! aku ini kan masih muda?! kalau untuk bertempur itu sih, masih kuat!!" balas Satria santai sambil ikut tertawa.
Ya ya ya,,,, Rico mengangguk-angguk seperti burung kakatua. Begitulah, ada saja keusilan Rico kepada Satria___sang Bos!
💖
💖
💖
( Bersambung,,,,,,, )
__ADS_1