
☆☆☆
Kedua tamu itu telah menghilang dari gerbang, Julia melepaskan genggaman Satria, untuk menyusul Nenek ke belakang.
"Hai mau kemana kamu?" tanya Satria.
"Menyusul Nenek!" teriaknya sambil berjalan cepat.
Julia telah berada di dekat Nenek, ia memperhatikan Sandrina yang bermain di dekat kaki Nenek, di lantai.
Julia ikutan duduk di lantai sambil terus memperhatikan Sandrina bermain.
Sandrina menatapnya,"Tante mau mainan juga?" tanya Sandrina polos. Julia menganguk,,,,
"Ayo kita main,,,,." jawabnya riang. Seketika mereka telah asyik bermain bersama. Nenek memperhatikan saja dengan hati senang.
"Tante Julia, ayuk kita liat ke kolam ikan Nenek,,, kita kasih makan ikan-ikan Nenek, biar gemuk seperti aku?" ucap Sandrina sambil berdiri bergoyang-goyang memamerkan badannya yang sama sekali tidak gemuk.
"Hmm okeee,,,, ayuukkk!!!!" mereka berdua menuju kolam dengan berlomba lari.
Satria yang menyusul mereka di belakangnya, berteriak."Awas Sandrin nanti kamu diceburin Tante Julia loh, kaya Ayah kemarin!" teriak Ayah tergelak.
Sandrina berhenti, karena mendengar teriakan ayahnya. "Masa sih Yah? emangnya kenapa Ayah diceburin tante?" tanya Sandrina.
Julia yang mendengar Sandrina bertanya, cuma menyahut."Tante ga akan nyeburin Sandrin, tapi kalau nyeburin Ayah lagi, mau laaahhh." jawab Julia tergelak. Sandrinapun ikut tertawa terbahak.
Satria menggaruk rambutnya, trauma diceburin semena-mena oleh Julia, akhirnya berjalan agak menjauh dari Julia.
Begitulah ketiganya bermain dan berkelakar sampai tidak menghiraukan siang hari yang panas, menurut Nenek.
"Panas-panas main di kolam! hmmhhh,,,." ucap Nenek mendesah, yang melihat mereka tadi turun ke bawah menuju kolam.
Area sekitar kolam Nenek sangatlah asri, disana banyak pohon buah, ada pohon jambu biji, dan pohon mangga yang berjajar mengelilingi area kolam. kolamnya sih tidak begitu luas, hanya 5x5m2, dan juga tidak dalam. di pinggir kolam ada bangku-bangku kayu panjang dan ditaruh meja panjang di antara bangku, seperti di warung bakso kampung. dan beratapkan pepohonan besar. sedangkan untuk menuju taman, ada undakan beberapa tingkat, yang ditutupi rumput gajah. Kontur tanahnya alami, bukan taman yang sengaja dibuat. Nenek membiarkan taman belakang rumahnya berbukit-bukit, yang justru semakin indah tertutup rumput gajah yang tumbuh rapi, Pak Madi lah yang mengurus taman Nenek, merangkap supir pekerjaannya. Sandrina, Satria dan Julia duduk di bangku panjang sambil bersenda gurau.
Satria kagum pada Julia, yang cepat sekali akrab dengan putri semata wayangnya. Satria tersipu membayangkan Julia menjadi ibu tiri Sandrina. Tapi, ia takut berharap, sementara Julia mungkin masih terbebani masalalunya.
"Sandrin, besok pagi Ayah kembali ke Jakarta, kamu sama Nenek disini ya?" tanya Satria pada anaknya.
"Memang Ayah tidak bisa libur?!" tanya Sandrina.
"Ayah masih banyak pekerjaan sayang,,,, apa kamu mau ditemani tante Julia?" tanya Satria.
"Iya Yah,,,, Aku mau sama tante Julia!" jawabnya senang. Julia tersenyum mendengarnya, tangannya sedang mengepang rambut Sandrina yang halus dan wangi.
__ADS_1
"Tante mau kan?!" Sandrina menoleh memandang Julia.
"Okeeee,,,." jawab Julia sambil mengerling dan mengangkat jempolnya ke arah Sandrina.
Satria menarik nafas lega. Alhamdulillah,,,
***
Pagi ini, Satria harus kembali ke Jakarta, melakukan rutinitas yang kadang menjemukan. Meeting demi meeting yang harus ia lalui. Dan tugas lainnya. Tapi beberapa bulan ini ia merasa semangat bekerja, karena ia bisa memandangi Julia, perempuan yang membuatnya jatuh cinta di awal pertemuan di kantornya.
Satria sudah berpakaian rapi, karena ia akan langsung ke kantor. Kenapa rasanya berat sekali ya meninggalkan rumah Nenek. Ia sebenarnya masih ingin berdekatan lama dengan Julia, mengusilinya dan membuatnya marah.
Satria senyum sendiri di depan cermin.
Tok! Tok! Tok! pintu diketuk dari luar.
"Siapa?" tanya Satria.
"Aku Mas, sarapannya sudah siap Mas, nanti terlambat ke kantor loh,,,." ucap Julia dari luar.
Satria membuka pintu, ia mengawasi keadaan diluar kamar, lalu tiba-tiba menarik Julia dan mengecup kening Julia. Julia yang terkejut, mencubit pinggang Satria, yang membuat Satria berteriak kecil.
"Sudah ayo sarapan!" ucap Julia lagi. Satria mengikuti di belakangnya.
Satria menuju ruang makan, disana Sandrina sudah duduk dan sudah berdandan rapi dan wangi. Ia meminum susu coklat hangat buatan Julia. Lalu makan roti isi selai yang sudah dipanggang.
"Nasi goreng saja." sahutnya. Julia segera mencidukkan Nasi goreng dan menaruhnya di piring Satria. Benar-benar suasananya terlihat seperti keluarga kecil yang harmonis.
Nenek yang mengintip dari dapur, tersenyum simpul. Bi Eroh geleng-geleng kepala melihat Nenek yang sedang mengintip, akhirnya terkekeh juga.
"Eroh lihat itu,,,, bahagia sekali aku melihatnya." ucap Nenek riang.
"Iya Nek,,,," sahut Bi Eroh sambil tersenyum.
Di ruang makan,,,,
"Kamu benar mau tinggal disini 1-2 hari lagi? Tanyanya pada Julia.
Julia mengangguk.
"Iya Mas, kalau tidak, nanti Nenek marah sama Mas Satria." ucap Julia sambil tersenyum.
"Hmmmm okelah,,,, Kalau begitu aku pamit dulu sama Nenek." ucap Satria agak sedikit malas. Ia juga masih ingin disini, berkumpul dengan tiga orang yang dicintai.
__ADS_1
Satria teriak memanggil Nenek, Nenek keluar dari dapur, mendekati Satria.
"Nek, aku pergi dulu,,, Sementara Julia dan Sandrin disini dulu Nek." pamit Satria.
"Hati-hati di jalan Sat,,,, " ucap Nenek.
"Julia titip Nenek dan Sandrin ya?" ucapnya pada Julia.
"Ya Mas,,,, Siaaaapp,,,,,!" jawab Julia sambil bersikap hormat.
"Jangan lama-lama ijinnya!! aku jemput kamu dua hari lagi." Satria mengingatkan, sedangkan Julia menjawab malas. "Hmmmhhh Iya,,,."
Satria keluar rumah diiringi Sandrin dan Julia.
"Daaaggghhhh Ayaahh,,,,!!!" ucap Sandri.
"Daaaggghhh Sandrin,,,, !!!" teriak Satria.
Mobil menghilang dari pandangan, Sandrina dan Julia masuk bersama-sama.
***
Sepanjang perjalanan ke Jakarta Satria senyum-senyum sendiri, ia teringat kejadian demi kejadian bersama Julia. Sampai detik ini Satria masih belum mengucapkan cinta secara verbal kepada Julia, tapi tindakannya, tatapannya memperlihatkan itu semua, tanpa ia sadari.
Usianya sudah 33 tahun sekarang, dan sudah lima tahun juga menduda. Ia merindukan hangatnya berkeluarga.
Dan Julia adalah satu-satunya perempuan yang bisa menggugah hatinya untuk kembali menikah. Hmmmm seandainya Julia mau menikah dengannya? tapi ia belum punya cukup keberanian mengungkapkan keinginannya. Untung ada Nenek yang agresif, yang membuat Julia bisa berdekatan dengannya.
Tak terasa Satria sudak memasuki halaman gedung perkantoran miliknya. Satria melangkah dengan semangat Senin pagi ini. walaupun ia telat satu jam, untung saja dia pemilik perusahaan.
"Met pagi Santi,,,,." sapa Satria ramah.
"Met pagi Tuan Satria,,,,." balas Santi.
Santi melihat arloji, Bosnya datang satu jam lebih siang dari biasanya, ia ingin bertanya apakah Julia masuk ke kantor atau tidak, tapi diurungkan niatnya.
Satria langsung masuk ke ruangannya dan meraih ponselnya untuk menelpon Rico asistennya.
Hari ini ada dua jadwal meeting dengan perusahaan lain. Dan Santi sudah menyiapkan semuanya di meja kerja Satria.
♡
♡
__ADS_1
♡
( Bersambung,,,,, Jangan lupa like n commentnya. terima kasih 😊😊😊 )