Bukan Perempuan Pilihan

Bukan Perempuan Pilihan
MALAM PERTAMA


__ADS_3

💝💝💝


"Kamu kenapa sih yank? tiba-tiba pergi ke kamar sendiri, malah tidur? emangnya kamu lupa, sekarang sudah ada aku suamimu?" tegur Satria pada Julia setelah Ia membukakan pintu.


"Maaf Mas, kepalaku tadi sangat sakit dan pusing, jadi aku naik ke kamar." ucap Julia


Raut wajah Satria yang tadinya bersungut, berubah santai. Ia tak lagi marah pada istrinya.


Julia melepaskan gaun yang tadi masih dipakainya sampai tertidur, ia mengganti dengan dress santai setinggi di atas lutut yang sexy berwarna biru navy, dress itu sangat menonjolkan kemolekan tubuh Julia. Kemudian ia membasuh wajahnya di kamar mandi, lalu dengan pelan ia bersihkan kosmetik yang masih menempel di wajahnya.


Satria yang juga sudah berganti pakaian santai, dengan pelan membuka pintu kamar mandi.


"Yank, kamu ngapain lama sekali?" tanya Satria.


"Lagi bersihan muka Mas, risih." jawab Julia singkat.


Julia masih memikirkan pembicaraan Srianti dengan Sandrina tadi. Hatinya sangat cemas, karena ia sangat menyukai Sandrina.


"Yank kamu mikirin apa sih?!" tanya Satria lagi.


"Ga ada Mas, aku ga mikirin apa-apa. Cuma capek saja." jawab Julia sambil pura-pura tersenyum.


Satria melingkarkan tangannya di pinggang Julia dari belakang, ia menciumi leher dan bahu istrinya yang terbuka, putih dan mulus. Sampai dengan hari ini, Satria sama sekali belum menikmati malam pertama, selalu gagal dan gagal, karena Julia selalu bisa beralasan.


"Ishhh Mas udaaahh geliii,,, emh,,,,."


Satria terus saja menciumi belakang leher, telinga, pundak Julia, tangannya pun aktif meremas bagian tubuh istrinya.


"Tak akan kulepas, kalau kamu ga ngaku, ada masalah apa yank,,,," sahut Satria masih meneruskan aksinya.


"Tidak ada apa-apa,,, eemmhhh,,, Mass,,,?" Julia mendesah.


"Oke,,,, kalau gitu jangan menolak, aku akan melakukannya sekarang yank,,,,." Satria bertambah liar, kali ini ia takkan lagi menyerah pada apapun alasan Julia, ia harus mendapatkannya malam ini. Gairah yang selama ini ditahannya. Julia mendesah, mengerang, karena Satria begitu liar, begitu bernafsu. kali ini Julia menyerah, pertahanannya jebol, karena ia juga menikmati keliaran Satria. Perasaan takut sakit, kini malah berganti dengan perasaan nikmat, hingga Julia merasa melayang. Karena walaupun liar, Satria melakukannya dengan penuh cinta, tidak asal masuk.


Hingga Julia mengerang hebat, suaranya begitu kencang karena nikmat. Satria tersenyum puas, ia mendapatkan apa yang diinginkannya. Ia begitu bangga mendapatkan Julia yang masih perawan, bukan sekedar kebanggaan biasa, tapi ia merasa mendapatkan berlian dalam tumpukan mutiara.

__ADS_1


Julia terkulai lemas, Satria begitu hebat, hingga ia benar-benar tak berdaya. Satria meletakkan kepala Julia di bahunya. Mereka tertidur, padahal sebentar lagi acara makan malam bersama keluarga besar.


Teeetttt,,,,


Teeeeetttt,,,,,


"Hmmm jam berapa ini yank? ada yang pencet bel!" ucap Satria, yang terkejut mendengar suara bel kamar.


Satria bangun dan melangkah ke pintu.


"Bos, semua sudah pada kumpul untuk makan malam. Sekarang bersiaplah, ditunggu Bos." ucap Rico sambil mengerling, matanya melirik ke celana boxer yang dikenakan bosnya.


"Hmmm ya,,,, kami menyusul! kenapa lirik-lirik Ric? pengen? nikah dong,,,,!" ucap Satria terkekeh, ia sedikit kesal asistennya ini melirik ke arah celananya.


"Sial,,,,!!" bathin Rico sambil garuk kepala. Ia pergi dari kamar Bosnya.


"Yank bangun,,, semua udah nunggu di restaurant hotel untuk makan malam." Satria membangunkan istrinya dengan ciuman lembut.


"eemmmmhhh,,,,!" Julia menggeliat, lalu bangkit dari tempat tidur. Satria mengajaknya mandi berdua di bathtub.


***


Semua sudah berkumpul, Ayah dan Ibu Julia, pakde n budenya Julia, Rendy sepupunya, Om dan tante Julia beserta anak-anaknya, Nenek Fatiah, Pakde dan Bude Satria, beserta anak dan mantunya, Rico, Santi, Beno, Edwin dan Dicky.


"Kalian ketiduran ya? kok lama baru turun?" ucap Nenek tersenyum, saat Julia mendekati dan mencium tangan Nenek.


Julia cuma tersipu malu, sedangkan Satria cuma nyengir saja.


"Iya Nek maaf, kami kecapean Nek, tamu undangan banyak sekali yang hadir kan?" ucap Satria beralasan.


Satria dan Julia lalu mendekati meja ayah dan ibu Julia, sambil bersalaman dan mencium tangan mereka,,, Setelah itu Satria dan Julia bergabung dengan meja Rico dan Santi. Di meja makan, Rico meledek lagi.


"Bos capek karena banyak tamu, atau capek habis tempur Bos?!" ucap Rico terkekeh.


Satria yang takut Julia malu, langsung saja menendang kaki Rico dengan agak keras. Dan ia tersenyum.

__ADS_1


***


Makan malam berakhir, semua orang kembali ke kamarnya masing-masing. Ayah dan Ibu Julia besok pagi akan langsung pulang bersama kerabat yang lain. Begitu pula Nenek dan keluarga Satria.


Satria dan Juliapun kembali ke kamarnya, di kamar mereka mengobrol ringan, sambil sesekali Satria menggoda Julia, ia memang menginginkan Julia lagi malam ini.


"Yank sini dong,,,,." ucap Satria manja. Julia menggeser badannya agar lebih dekat lagi, tapi ia sebenarnya gugup, takut suaminya meminta lagi, sementara ia masih malu melakukannya.


"Yank,,,, kata pak Kyai, kalau malam tiba, seorang Istri harus siaga loh melayani suaminya! apalagi kalau sampai dia sendiri yang menawarkan diri pada suaminya, hmm pahalanya surga tuh yank." ucap Satria memancing Istrinya. Dalam hatinya tertawa saja.


Julia yang mendengar suaminya berkata seperti itu, langsung merasa panik, ia memeluk suaminya,,,, lalu dengan memberanikan diri, ia memandang suaminya yang tiduran disampingnya. Kedua saling bertatapan mesra.


"Mas, apa Mas bahagia menikah denganku?" tanya Julia lugu.


"Kalau tidak bahagia, kenapa aku menikahimu?" balas Satria singkat.


Satria memegang dagu Julia.


"Makanya sekarang jangan banyak alasan, ayo cium suamimu ini!" ucap Satria mengerjai Julia.


"Ih Mas kok gitu sih?" ucap Julia gugup.


"Mau surga apa tidak?!" tanya Satria, menunggu. Ia sedang ingin mengerjai Julia istrinya.


Julia hanya menurut setelah suaminya mengingatkan. Julia mendekat ke arah Satria, sejenak ia diam, lalu kemudian ia mendekatkan wajahnya kepada suaminya. Sesaat ia malu, tapi lalu ia beranikan diri mengecupkan bibirnya ke bibir Satria. Melihat itu, Satria langsung saja memagut bibir Julia dengan gemas, ia memulai lagi memainkan perannya sebagai suami, memberikan nafkah bathin pada istrinya. Berbeda dengan saat pertama, yang kedua kalinya ini Julia tidak terlalu merasakan sakit, karena pemanasan yang dilakukan Satria betul-betul membuat Julia basah,,,, kali ini Julia sangat menikmati permainan demi permainan dari suaminya. Satria memang suami yang ideal, ia selalu dengan sabar membimbing Julia.


Yah kenyataan ini yang Julia temui. Satria sangat bertolak belakang kalau dia di kantor dan di kehidupan pribadi. Di Kantor ia seorang Bos yang tegas, dan sangat ditakuti. Tapi dalam kehidupan pribadi, pertama, ia sangat hormat dan menyayangi Neneknya, dan anak perempuannya. Kedua, ia sangat mencintai, perhatian dan memanjakan istrinya, Julia. Ketiga, ia adalah tipe kepala keluarga yang melindungi dan penyayang.


💝


💝


💝


( Bersambung,,,, )

__ADS_1


__ADS_2