Bukan Perempuan Pilihan

Bukan Perempuan Pilihan
KESEPAKATAN


__ADS_3

☆☆☆


"Plak!! Plak!!


Suara tamparan yang cukup keras, terdengar menggaung di dalam ruangan.


"Kerja tidak becus!!! menangani satu perempuan saja kecolongan!!! hukuman apa yang kalian mau?!" maki Daffin pada anak buahnya.


tidak ada yang berani menatap Tn. Daffin sang bos.


"Aku tidak mau tahu, cari perempuan itu!!! bawa dia ke hadapanku.!!" Daffin menyeringai.


Sial!!! gadis itu selalu saja beruntung, atau anak buahku yang tolol? bathin Daffin. Gadis itu adalah kunci untuk pembalasan dendam untuk Satria, dan juga Arzhad.


Daffin penasaran dengan Julia, selain agar dendamnya terbalaskan, ia ingin memiliki gadis itu, gadis yang sudah menggagalkan rencananya mengerjai Arzhad. Kalau ia memilikinya tentu saja akan membuat Satria lemah, Daffin sangat licik dan ia tahu, Satria mencintai gadis itu.


Bertemu pertama kali dengan Julia, membuat darah muda Daffin berdesir, pesonanya luar biasa, berbeda dengan gadis kota pada umumnya, yang terbalut make up tebal, kemoderenan, pakaian mahal, Julia sangat berbeda, gadis itu sederhana, gadis yang cerdas dan walaupun dengan pakaian tertutup sekalipun, ia terlihat sexy. Ia sering bertemu dan memacari gadis-gadis, tapi tak satupun, yang seperti Julia. Ia sempat berpikir bodoh sekali Indra, anak buahnya di Kantor, yang menceraikan gadis itu sebelum menikmatinya.


Tunggu saja Satria!!! akan kurebut gadismu!!!


***


Satria sangat gelisah, ia merasa bersalah, sudah membuat hidup Julia terancam. Ia sangat mencintainya, walaupun tak satu katapun yang pernah terucap pada Julia.


Ponsel Satria berbunyi mengejutkan lamunan Satria. Nona Arzhad! ia mengangkat telpon.


"Halo Nona Arzhad?" sapa Satria.


"Halo Tn. Satria,,, anda menelponku tadi? maaf ponselku off. Ada yang bisa kubantu?" tanya Arzhad.


"Emmm ya Nona, begini Julia menghilang, dari informasi anak buahku, ada orang suruhan Daffin yang berusaha membobol apartemen, tempat Julia tinggal. Dan siangnya, Julia sudah tidak ada di apartemen. Aku,,,, aku mengkhawatirkanya." ucap Satria panik.


"Tn. Satria, aku turut menyesal mendengarnya, aku akan ikut mencarinya, karena ini pasti ada hubungannya dengan pencurian berkas kemarin." jawab Arzhad.


"Baiklah Nona Arzhad, terima kasih bantuannya." ucap Satria lemah.


"Jangan khawatir Tuan,,,, kita sama-sama mencarinya." jawab Arzhad lagi, sebelum menutup pembicaraan.


Entahlah, tapi menerima telpon dari Nona Arzhad, membuat perasaanya sedkit lega. Karena ia tahu, kalau Nona Arzhad membantu, mudah-mudahan Julia bisa ditemukan dengan cepat. Pasukan Nona Arzhad lebih banyak, apalagi ia mempunyai perusahaan yang memasok penyedia layanan tenaga keamanan.


Tak lama berselang, orang yang dicari-cari Satria menelpon.


Daffin?! melakukan panggilan VC


"Halo Tn. Satria?!" sapa Daffin terkekeh.


Satria melihat di VC, kamera mengedar ke sebuah dinding.

__ADS_1


"Daffin!!! untuk apa kau menelpon?! maki Satria.


"Hohoho,,,, sabar Tn. Satria,,, jangan panik! Anda yang menelponku tadi kan?!" suara Daffin terkekeh.


"Cepat katakan, dimana Julia?!!!!" makinya lagi


Daffin tertawa terbahak.


"Waitttt,,, jangan terburu-buru. Nikmati saja permainan ini. Lihat siapa yang ada disini?!" ucap Daffin memuakkan. Kameranya diarahkan ke seorang perempuan dengan tangan terikat dan mulut disumpal.


"Santi,,,,,?! Sialan kau Daffin!!! apa maumu?!!! dimana Julia!!!


"Sudah kubilang jangan terburu-buru, dua anak buahmu bersamaku sekarang. Nona Santi, dan Nona Julia!!! Ha ha ha,,,, !!!"


"Sudahlah Tn. Satria, kalau kau terus memaki Kututup saja obrolan ini!!!! ucap Daffin serius.


"Katakan saja Daffin! apa maumu?!!! tidak usah basa basi!!" ucap Satria gemas.


"Mauku?!! Daffin diam sejenak. Ia tersemyum licik. "Kau sudah tahu apa mauku Tn. satria, jangan pura-pura bodoh.!" jawab Daffin mengejek.


"Proyek Lyon, aku mau mengerjakan proyek itu!!! kita,,,,, barter?! tawar Daffin licik.


"Apa maksudmu?! b******n kau Daffin!!!" Satria terus memaki.


"Kamu sudah melihat Santi kan Tn. Satria?! kalau kamu mau, aku akan bawa Julia juga. Tapi tidak sekarang!" Daffin tertawa.


Satria mengumpat dalam hati, m*******i Julia?! apa maksudnya?!! B******n,,,, !!!!


Bulir-bulir keringat menetes deras di kening Satria, ia tidak ingin terjadi apa-apa pada Julia, ia juga tak ingin melepas proyek untuk orang selicik Daffin.


Satria meraih ponsel yang sempat ia lemparkan ke sofa.


Jari-jarinya mencari nomor ponsel Rico.


"Ya Bos?! sapa Rico.


"Rico, mereka, Daffin! Julia dan Santi ada di tangannya!! kau sudah mengetahui keberadaan Daffin?" tanya Satria.


"Ap-paaaa?!!! Sa-santi dan Julia diculik Daffin?!!! tanya Rico, suaranya panik.


***


Satria telah kembali ke kantornya, dimanapun tempat tidak membuatnya merasa nyaman saat ini. Rico yang telah dikabari bahwa Santi dan Julia berada di tangan Daffin, segera menyusul Tn. Satria ke ruangannya.


"Aku sudah putuskan Rico, kulepas proyek Lyon. biarkan Daffin yang menggarapnya." ucap Satria tegas.


Rico memandangi sang Bos dengan teliti, ada kilat kecemasan di matanya.

__ADS_1


"Are u sure Bos?! helooo,,, ini proyek yang kita impikan Bos! Daffin berhasil mengintimidasimu ?! tanya Rico tak percaya.


"Yang benar saja Rico!! tak seorangpun bisa melakukan itu padaku! tapi masalahnya,,,,?!" kalimatnya terpotong, Satria bimbang.


"Yah masalahnya perempuan memang selalu menjadi alasan kita lemah kan?! ucap Rico gusar. Ia membayangkan berapa rupiah yang akan hilang.


"Bukan begitu Rico, justru mereka yang membuat kita kuat! hmmmmhh tanpa merekalah kita lemah." ucap Satria lirih.


"Hai hai,,,, seorang duda, kaya raya, berpengaruh, menyerah hanya karena cinta! kamu mencintai Julia kan Bos?!" tanya Rico menyeringai.


Satria tidak menjawab.


"Oke baiklah,,,, apa rencanamu?" tanya rico kemudian, sebenarnya sama, ia pun resah karena Santi kekasihnya juga ditawan mereka.Tapi tidak mungkin ia memperlihatkan pada Satria, Bosnya.


Satria menghela nafas panjang,,,,


"Hubhngi Daffin, katakan padanya aku ingin bertemu, aku menyetujui keinginannya hanya bila ia menyerahkan kedua perempuan itu, akan kutandatangani berkas perjanjian kerjasamanya." ucap Satria berstrategi.


Rico yang mengenal Satria bertahun-tahun paham. Dan iapun melakukan perintah sang Bos.


Nada panggilan berdering,,,, lumayan lama, hingga orang yang diseberang sana menyahut.


"Halo Rico!! Apa kabar?!" sapa Daffin terkekeh.


"Sudah tidak perlu berbasa basi Tn. Daffin,,, Tn. Satria sepakat untuk menandatangani serah terima proyek Lyon! dengan catatan, anda lepaskan Nona Santi dan Nona Julia? Itu saja syaratnya!!! ucap Rico.


"Hmmm Oke!! kutunggu di tempat yang akan aku tunjuk. Aku kabari lagi nanti?!" Daffin terkekeh, ia merasa di atas angin.


Pembicaraan terputus.


"Dasar licik!!!" gumam Rico.


Satria memerintahkan Rico menyiapkan dua orang pengawal, mereka akan datang ke lokasi yang ditunjuk Daffin nanti.


"Kenapa cuma dua Bos?" tanya Rico.


"Tidak apa Rico, aku tidak ingin keributan disana." jawab Satria.


Sekarang mereka cuma menunggu pemberitahuan dari Daffin.





( tunggu kisah selanjutnya,,,, lumayan pege dan kurang tidur nih. seperti biasa, ditunggu like n commentnya, biar author semangat lembur!! 😁😁😁 )

__ADS_1


__ADS_2