Bukan Perempuan Pilihan

Bukan Perempuan Pilihan
HAVE A LUNCH


__ADS_3

Setelah mobil berputar-putar, karena bingung mencari restaurant halal, akhirnya pilihan Tuan Satria, jatuh pada Restaurant Penjabi grills, restaurant halal yang dimiliki olah seorang berdarah India.


Restaurant ini terletak di pinggiran sungai Rh么ne, dan pengunjung dapat melihat sungai yang terbentang panjang sambil duduk santai.


Julia dan Tuan Satria duduk satu meja, sedangkan empat pengawal Tuan Satria duduk di meja lainnya.


Seorang pelayan dengan sorban di kepala mendekati meja mereka


"Selamat siang Tuan dan Nyonya,,, kami memiliki beragam menu khas india dan timur tengah, silahkan,,,." sapa ramah seorang pelayan dalam bahasa perancis, sambil memberikan buku menu kepada Tn. Satria dan Julia.


Julia membolak balik buku menu, ia bingung mau pesan apa, karena ia tidak fasih berbahasa Perancis, tapi ia mencoba memesan dalam bahasa inggris, siapa tahu pelayan itu mengerti. Ia memesan Chicken biryani, samossa, dan lemon ice tea. Pelayan mengangguk dan menulisnya di kertas,,,,


Pelayan beralih kepada Tn. Satria yang kelihatannya juga bingung mau pesan apa, tapi akhirnya ia memilih daging domba asap dengan roti canai, untuk minumannya Tn. Satria memilih teh tarik dan sebotol air mineral. Tn. Satria mengungkapkannya dalam bahasa Perancis yang fasih, yang membuat Julia kagum.


Pelayan meninggalkan mereka berdua dan beralih ke meja pengawal Tn. Satria. Setelah semua pesanan tercatat, pelayan meninggalkan mereka, menuju ke dalam.


Berdua seperti ini, Julia selalu merasa kikuk, menghadapi bosnya yang dingin dan kaku. Jarang sekali Tn. Satria mengajaknya bicara.


Saat menunggu lumayan lama, Tn. Satria akhirnya membuka percakapan dengan Julia, mengenai jadwal pertemuan aanwijzing, dan apa saja yang harus dibawa Julia. Julia mendengarkan dengan teliti, ia mengangguk tanda mengerti. Setelah itu suasana kembali hening. Tapi tak lama kemudian makanan dan minuman pesanan mereka datang, dan Tn. Satria mempersilahkan untuk makan. Tak ada satupun yang bersuara diantara mereka berdua, cuma dentingan sendok dan garpu. Di meja lain Justru para pengawal Tn. Satria yang terdengar sedang bercanda dan mengobrol santai. Sesekali Tn. Satria menengok ke arah mereka dan ikut tertawa.


Suasana yang kaku dan membosankan, ia rasakan. Untung saja para pengawal Tn. Satria sesekali mengeluarkan obrolan yang lucu, jadi Julia agak sedikit terhibur, hiburan lain? memandang wajah tampan seorang Tn. Satria. 馃き馃き馃き


Dalam hati Julia berpikir, "Apa tidak capek menjadi Tn. Satria, yang dingin dan kaku? aku yang liat aja capek." bathinnya. Julia tersenyum sendiri. Tn. Satria yang sedang melihat ke arahnya, mengernyitkan alisnya, membuat Julia menghentikan senyumnya.


***


"Ada apa dengan perempuan ini? dia senyum-senyum sendiri. Apa ada yang salah denganku?" pikir Satria.


Aku selalu tidak punya kata-kata kalau berhadapan dengannya. Hmmhhh dia membuatku gugup saat dia memandangku. Tidak mungkin aku jatuh cinta pada perempuan ceroboh seperti dia. S**t! tapi mengingatnya membuatku semakin gelisah. ada apa ini? bathin Satria berkonflik.


***


Acara makan siang selesai. Tn. Satria memanggil seorang pelayan, memintanya untuk menghitung semua hidangan yang mereka makan, dan segera membayarnya, tak lupa juga ia memberikan tips pada pelayan.

__ADS_1


Sebelum beranjak dari kursi, Satria bertanya.


"Nona Julia apa ada tempat yang ingin kau kunjungi? pertemuan baru dilaksanakan besok, jadi siang sampai dengan malam ini kita free." ucap Tn. Satria.


"Saya belum pernah ke Perancis sebelumnya Tuan, jadi Saya juga tidak tahu akan kemana?" jawab Julia terkekeh. Ia bingung mau bilang apa.


"Oke kalau begitu kita jalan-jalan di sekitar sini kalau kamu mau." ucap Tn. Satria menawarkan. Julia mengangguk.


Mereka berjalan santai melihat tepian sungai Rh么ne, benar saja banyak sekali pedagang yang berjualan di tepian sungai, ada pedagang lukisan, pakaian, dan seni kerajinan. Julia mendekati penjual lukisan,,, Julia auto keasyikan menikmati hasil karya pelukis lokal yang dipajang disitu.


"Kamu suka dengan lukisan?" tanya Tn. Satria mengejutkan.


"Eh emm iya Tn. Satria, senang sekali melihat karya-karya seni yang indah ini. iya kan Tuan?" jawab Julia senang. Tn. Satria mengangguk.


lama Julia mengamati lukisan satu persatu, hingga akhirnya ia mendapatkan sebuah lukisan yang bertema suasana pedesaan di Lyon.


"Aku mau yang ini." ucap Julia kepada sang penjual lukisan.


Kemudian pencarian berlanjut,,,,, Julia melihat seni kerajinan lokal, ia melihat berbagai macam bentuk gantungan kunci, gelang, cincin, kaos, topi, semua souvenir, semuanya cantik. Ia membeli beberapa gelang dan kaos untuk oleh-oleh keluarganya di kampung, dan juga Santi. Teringat Santi, ia jadi merasa bersalah karena belum memberi kabar, kalau ia sudah sampai.


Lagi-lagi Tn. Satria yang dengan tekun mengikuti Julia, memaksa lagi untuk membayar semua belanjaan,,,, membuat Julia jadi merasa sungkan meneruskan perburuannya.


Julia memutuskan untuk kembali ke mobil, Tn. Satria mengangguk setuju,,,, Sesampainya di mobil, Beno mengabarkan bahwa Tn. Daffin beserta asistennya Tn. Seno sudah berada di Lyon. Tn. Satria memerintahkan Beno untuk menghubungi asisten Tn. Daffin untuk bertemu dan membahas strategi mereka, sambil makan malam di restaurant l'Artichaut di pusat kota Lyon. Konon menu yang disajikan disana betul-betul memanjakan lidah dan perut.


Julia menolak halus ajakan Tn. Satria untuk makan malam, ia masih merasa lelah karena belum istirahat cukup setibanya di Lyon. Tn. Satria lalu menyarankan agar Julia memesan makanan di Hotel, atau menghubungi layanan pesan antar dari restaurant yang ada di dekat area Hotel.


Mobil menuju pulang ke hotel untuk mengantar Julia terlebih dahulu, Setelah itu Tn. Satria beserta anak buahnya langsung menuju Restaurant l'Artichaut.


***


Julia masuk ke dalam Hotel, menuju resepsionis untuk mengambil roomcard.


"Selamat sore Nona, sudah kembali dari jalan-jalan? anda sendiri Nona? ini kartu anda." sapa resepsionis ramah, tapi Julia tidak paham dengan bahasa mereka, akhirnya Julia meminta mereka mengulanginya dalam bahasa Inggris saja. Resepsionis terkekeh dan mengulangi kata-kata mereka dalam bahasa Inggris.

__ADS_1


"Selamat sore juga Nona, iya yang lainnya berencana dinner diluar, tapi Saya lelah, dan ingin tinggal di hotel saja. Terima kasih." ucap Julia sambil tersenyum.


Julia berjalan menuju lift untuk naik ke kamarnya di lantai 13, sesampainya di kamar, Julia membuka sepatu dan meletakkan tasnya di meja. Ahhhh enaknya berjalan di lantai dengan kaki telanjang, terasa dingin,,,, Julia merasa cuaca di Lyon saat musim panas, tidak jauh berbeda dengan di Jakarta.


Ia membuka pakaiannya dan masuk ke kamar mandi, ia sangat senang bisa berendam dalam bathub. Lima belas menit kemudian Julia keluar bathroom, berbalut kimono handuk, ia mencari ponselnya dari dalam tasnya.


Tut,,,,, tut,,,,, tut,,,, ( suara nada dering )


kemudian terdengar sapaan dari Santi.


"Hai Juliaaaa,,,, ampun dah, mentang-mentang bersama bos tampan, sampai lupa menghubungiku." cerocos Santi dengan nada pura-pura cemburu.


"Ha ha ha San,,,, ga begitu juga kali? aku senang sih bisa travelling sampai Perancis. Tapi kamu tahu sendiri kan? bosmu itu kaku sekali, dia jarang mengajakku ngobrol. Aku kikuk sendiri San,,,,." curhat Julia seolah itu adalah penderitaan. Santi terkekeh,,,,,


"Bosku?! bosmu juga kali Jul,,,, terus terus?! kalian udah jalan kemana aja? pertemuannya baru besok kan?" tanya Santi lagi.


"Ya tadi sih sempet lunch, di restoran india San, setelah itu jalan sebentar di tepian sungai Rh么ne, kebetulan restorannya juga disitu. aduh cantik banget viewnya. Sayang,,,, aku ga sempet foto disana. Malu ada Tn. Satria." cerita Julia panjang lebar.


"Terus kamu ada dimana sekarang? masih bersamanya?" tanya Santi.


"Di kamar hotel sendirian, Tn. Satria makan malam bareng pengawalnya, setahuku sih mereka akan bertemu dengan Tn. Daffin dan asistennya, lupa ketemu di restoran apa gitu,,,," terang Julia.


"Oh Tn. Daffin? oke deh say,,, aku kerja lagi ya,,,, banyak tugas selama Tn. Satria bulan madu sama kamu! aku telpon lagi nanti, byeeeee." ledek Santi, lalu telpon terputus.


Hmmmm belum dijawab, main tutup aja. bathin Julia kesal, karena Santi meledeknya terus.





( Lanjut guys,,,, jangan lupa like n komennya yach,,,, 馃槝馃槝馃槝 )

__ADS_1


__ADS_2