Bukan Perempuan Pilihan

Bukan Perempuan Pilihan
EMOSI JULIA


__ADS_3

Sabtu pagi, Satria menghubungi Julia, untuk memastikan apakah ia akan ikut ke tempat Nenek. Semoga saja Julia mau, bathinnya, karena wa yang ia kirimkan dari hari kamis sampai sekarang belum dibaca, apalagi dibalas Julia.


Tuùuuuuttt,,,,, tuuuuuuttttt,,,,, tuuuùtttttt,,,,


"Assalamu'alaikum Tuan Satria,,,." sapa Julia.


"Waalaikumsalam Julia. apa kamu akan ikut ke tempat Nenek? kujemput sekarang?" tanya Satria.


"Ya,,,,." jawab Julia singkat.


Satria memanasi mobilnya, ia akan menyetir sendiri, biar ia bebas mengobrol dengan Julia.


***


Julia mengemasi beberapa toples kue kering dengan hati-hati dan memasukkannya ke dalam kantong kertas yang kuat. Ia membuat sendiri kue kue untuk oleh-oleh Nenek Fatiah.


"Waduuuhhh udah siap jadi mantu nih rupanya!" ledek Santi terkekeh.


"Jelas doonggg,,,,!!" balas Julia terkekeh.


Ting! Tong!


"Tuan Satria kayaknya San, tolong bukain pintu dulu san,,,." pinta Julia.


Santi langsung menuju pintu untuk menyambut Bosnya.


"Met pagi Tuan, silahkan duduk dulu, Julia sedang bersiap-siap." ucap Santi tersenyum.


"oke terima kasih santi." jawab Satria segera duduk.


Santi menawari minum yang langsung ditolak Satria karena sudah terburu-buru. Lima menit kemudian Julia keluar dari dapur, menenteng shoping bag berisi kue, dan tas cangklongnya. Julia mengenakan rok hitam A-line berbahan denim selutut dipadu kemeja kuning, simpel dan kontras sekali dengan kulit putihnya, ia sangat cantik, bathin Satria.


"Kita pergi sekarang?" tanya Julia yang sudah berdiri di depan Satria.


"Oke,,, kami pamit dulu Santi." pamit Satria pada Santi.


"Hati-hati Tuan, Julia,,,, " ucap Santi sambil mengerling ke arah Julia.


"Byeee Santiìi,,,,,." ucap Julia.


***


Mobil melaju dengan kecepatan rendah keluar dari parkiran apartemen. Mereka masih belum berbicara sepatah katapun. Julia Asyik dengan ponselnya, sementara Satria serius menyetir.


"Ehm,,, Julia,,,,?" Satria berdehem.


Julia melirik ke arah Satria, menunggu,,,, Satria memandang Julia sekilas, lalu berkata lagi.


"Posisi Fatah kosong sekarang, sebelum aku mencari penggantinya, aku mau menawarkan posisi itu kepadamu. Apa kamu mau menerimanya?" tanya Satria.


"Hmmmhh,,, Saya belum banyak pengalaman Tuan, bukannya menolak, tapi apa tidak sebaiknya kita buka lowongan saja, mencari orang yang tepat untuk posisi itu?" jawab Julia.


Satria diam berpikir,,,,


"Baiklah, kalau kamu memang belum mau, saya akan segera mencarinya. Karena tidak mungkin suatu departemen tanpa kepala, tidak ada yang mengontrol pekerjaan karyawan disana, juga biar tidak ada yang pacaran di kantor! iya kan Julia?!" sindir Satria, membuat alis Julia terangkat naik.

__ADS_1


Apa maksudnya? bathin Julia.


"Kenapa diam saja Julia? bagaimana menurutmu?" tanya Satria lagi.


"Memang ada ya yang pacaran di kantor? siapa yang Tuan maksud?" tanya Julia.


"Hmmmhhh Julia berapa kali aku bilang, jangan panggil aku Tuan! apalagi kalau dekat Nenek,,,,!" ucap Satria ketus.


Julia terkekeh melihat Bosnya emosi.


"Bisa Tuan jelaskan posisi saya? di,,,, di hati Tuan?" ucap Julia santai. "Kalau tidak kenapa saya harus memanggil dengan sebutan Mas?" ucapnya lagi. Julia terkekeh, sedangkan Satria tercekat mendengar kalimat Julia.


"Julia, ini bukan permintaan, tapi ini perintah!" jawab Satria sombong. Dalam hatinya bingung mau alasan apa.


"Hmmm begitu?" ucap Julia malas.


"Sekarang hentikan mobilnya, saya akan turun dan kembali ke apartemen, Tuan. Ini perintah! bukan permintaan." ucap Julia galak.


"Julia! aku Bosmu!" teriak Satria, enggan menghentikan mobil.


"Hentikan mobilnya Tuan! oke,,, di kantor anda adalah Bos saya, tapi ini diluar tugas kantor, jadi saya tidak menerima perintah dari siapapun. oke?!" balas Julia galak.


Satria tidak tahu, sepertinya Julia sedang PMS, emosinya tidak stabil. Satria menghentikan mobil, dan Julia turun menenteng tas cangklongnya.


Satria cuma diam terpaku, Julia meraih ponselnya untuk memesan grab dari tempatnya berdiri. Akhirnya Satria turun, mendekati Julia, ia tidak ingin membuat Nenek kecewa.


"Julia maafin aku,,, ayo masuk mobil?" ucap Satria lembut. Julia menghentikan ketikannya.


"Aku tidak akan memaksamu memanggilku dengan sebutan lain lagi." ucap Satria sendu.


Julia memandang Satria sekilas.


"A-apaaaa?" ucap Satria bingung.


"Iya itu kalau anda mau Tuan?" jawab Julia.


"Ohh hmmmhhh baiklah Julia. Silahkan!" ucap Satria mengalah.


Julia menuju mobil dan mengambil alih kursi supir, setelah Satria duduk dengan tenang di sebelahnya, Julia langsung tancap gas! mobil melaju dengan kecepatan tinggi, begitulah kalau Julia sedang emosi, menyetir kencang sebagai pelampiasan.


"Oh tidak Julia,,,, bisakah kamu kurangi kecepatan?! aku masih ingin kawin!!" pinta Satria.


Julia diam saja, kecepatannya tidak ia kurangi, malah semakin kencang. Satria menggerutu dan menggumam sepanjang jalan. Julia tertawa puas dalam hati, masih ingin kawin katanya?!! haha,,,


"Apa yang ada di pikiran gadis itu, dia begitu marah." bathin Satria bertanya.


"Pertigaan, ambil arah yang mana Tuan?" tanya Julia, ia memperlambat laju mobil.


"Ambil kanan Julia,,," jawab Satria. Ia lega Julia mengurangi kecepatan.


Julia mengambil jalan kanan dan hati-hati membelok ke kanan, arah yang ditunjuk Satria.


"Kita lurus saja sampai ketemu perempatan, ambil kiri." Pandu Satria.


Julia mengangguk, dan kecepatan kembali naik. Satria mendengus kesal.

__ADS_1


Lima belas menit kemudian, mereka sampai di sebuah rumah, di tengah pedesaan. Pemandangannya indah, dan udaranya masih cukup segar. Julia menyetir perlahan memasuki gerbang yang kebetulan terbuka lebar.


"Diinn,,,,." sambil mengklakson Pak Madi yang sedang merumput.


Pak Madi tersenyum melihat mobil Tn. Muda Satria datang, ia menghampiri untuk menyapa.


"Met Pagi Tuan,,,, eh?" Pak Madi terkejut, saat kaca mobil diturunkan, dan melihat Nona Julia yang menyetir. Pak Madi tersenyum. "Pagi, Nona Julia,,,,." sapanya kemudian. Pak Madi melihat di kursi sebelahnya, Tn. Muda Satria menggaruk kepalanya. Wajahnya terlihat kesal.


"Pagi Tuan Muda,,,,." sapa Pak Madi.


"Pagi juga, Pak Madi." balas Satria dan Julia bersamaan.


Keduanya turun dari mobil, Julia mengambil tas dan shoping bag berisi oleh-oleh untuk Nenek.


Sampai di pintu, Satria menghambur masuk tanpa permisi, Julia yang mengikuti di belakangnya geleng kepala.


"Assalamu'alaikum,,,,, Nenek,,,,?" sapa Julia sopan, saat memasuki rumah.


Nenek yang sedang di dapur, keluar dengan wajah sumringah.


"Waalaikumsalam,,,, Satria, Julia,,,," sahut Nenek. Ia menghampiri keduanya, tapi Satria langsung masuk dan menuju ke teras belakang, Nenek yang dilewati cuma diam, dan menghampiri Julia yang menyambut tangan Nenek, dan mencium tangannya.


"Kenapa dengannya Julia?" tanya Nenek penasaran.


"Hehehe entah Nek, daritadi Tn. Satria cemberut saja di mobil." jelasnya.


"Hmm kok kamu masih memanggilnya dengan sebutan Tuan? kamu calon istri Satria, harusnya kamu panggil dia Mas?" ucap Nenek lembut.


Calon isteri?! Julia terkejut dalam bathin.


"Hihihi iya Nek,,,,." ucap Julia, tak ingin mengecewakan.


"Oh iya Nek, ini Julia bawa kue kering buat Nenek, buatan sendiri Nek, mudah-mudahan Nenek suka." ucap Julia sambil memperlihatkan kue bawaannya.


"Aduh kamu pintar sekali Julia,,,, Nenek suka kue kering!" jawab Nenek riang, dan menyambut bingkisan dari tangan Julia.


"Ayok kita masuk,,,, ngobrol di teras sambil minum teh, dan kue-kue ini!" ucapnya lagi.


Keduanya menuju teras belakang,,,


Satria sedang sibuk dengan ponselnya dan sesekali menyeruput kopi di didepannya.


Nenek duduk di kursi di sebelah Satria, Julia duduk di depan Satria.


"Ohya Nenek lupa, kalian sudah sarapan? kalau belum, ayo Nenek temani kalian makan. Nenek masak rica-rica ayam dan sup kesukaan Satria." ucap Nenek.


"Tadi sudah sarapan roti Nek, entah kalau Mas Satria?" jawab Julia.


Satria terkejut Julia memanggilnya mas barusan. Pintar juga aktingnya depan Nenek. Pikirnya.


"Hmmm nanti saja Nek, Satria belum lapar." jawab Satria singkat.



__ADS_1



( tunggu lanjutannya ya,,,, author kerjain tugas dulu. Jangan lupa like n commentnya 😊😊😊 )


__ADS_2