
Suasana di bagian perencanaan begitu ceria, tim mereka akhirnya memenangkan tender relokasi pabrik pengolahan Nikel di papua. Tampak raut wajah Pak Fatah berbinar-binar. "Selamat untukmu juga Julia, ini berkatmu juga, kita bisa mengalahkan leon's co.ltd!!! Tuan Satria sangat senang, dia memujimu habis." ucap Pak Fatah bersukacita.
Setelah negosiasi kontrak selesai, dua minggu lagi pekerjaan persiapan proyek dilaksanakan, dan Julia masih harus menyelesaikan RAB negosiasi. Pekerjaannya bertambah, apalagi saat ini Penjawi Artha Prima, Co.ltd, perusahaan tempatnya bekerja juga sedang mengincar proyek mega estate di Lyon, Perancis! ada kebanggaan, tapi juga ada pengorbanan yang harus dibayar.
"Kamu hebat Julia! betul kata Pak Fatah, luaaaarrrrr biasaaaaa, selamat ya Julia?" ucap Hendro tulus.
"Selamat juga buat Mas Hendro dan Tika,,, alhamdulillah kalau aku bisa ikut andil, lagipula ini kan kerja tim?" sahut Julia.
Julia duduk santai bersama Hendro dan Tika. ketiganya mengobrol sambil makan cemilan yang dibawa Tika, sambil sesekali terdengar mereka tertawa. Yah kenyataannya beberapa minggu ini mereka bertiga sangat sibuk, Hendro seorang teknik sipil yang bertugas sebagai drafter khusus untuk proyek-proyek arsitektural, dan Julia yang bertugas menyusun dan menghitung RAB berdasarkan denah gambar yang dibuat Hendro. Sementara Tika bertugas untuk menyiapkan kelengkapan dokumen persyaratan lainnya, seperti akta pendirian, IUP, NPWP perusahaan dll.
Harus terjalin chemistry yang baik diantara ketiganya.
"Wah aku iri tim kalian kompak! besok untuk proyek sipil, aku mau dong dibantu kamu Jul?" tiba-tiba Cahyo nimbrung. Raut mukanya memelas, ia teringat kemarin waktu pengerjaan tender untuk proyek jembatan layang di Malaysia, timnya keteter,,,
walaupun akhirnya menang juga. Tapi luar biasa, Ia harus revisi berkali-kali!!! karena tidak ada yang bisa membuat RAB sebaik dan seteliti Julia waktu itu.
***
Satria merasa gerah, matanya tak beralih dari layar laptopnya, ia mengintai CCTV di ruang perencanaan,,,,
"Ric, yuk kita ke ruang perencanaan?" ajak Satria, sambil menoleh ke arah Rico yang sedang ngemil kacang.
"Tumben bos,,, memangnya ada apa?" jawab Rico malas. Ia masih ingin duduk sambil ngemil.
"Hmmm,,, jalan-jalan Rico, biar badanmu tidak tambun!" ejek Satria pada teman sekolahnya, yang sekarang jadi asistennya itu.
"Ayo cepat!"
Satria sudah bangkit dari kursi empuknya, dan berjalan menuju pintu, sontak Ricopun bangkit mengikuti sambil manyun.
Langkah keduanya beriringan.
Di depan meja sekretarisnya, Satria berhenti sejenak.
"San, aku ke ruang perencanaan." ucap Satria.
"Baik Tuan Satria,,,." jawab Santi, mengalihkan perhatian dari laptopnya, Santi celingukan.
Sebelum Santi menjawab, suara langkah kaki mereka sudah menjauh.
****
Ruang perencanaan,,,,
"Ehm,,,, ehm,,,, " Satria berdehem tepat di belakang Hendro yang duduk di depan meja Julia.
__ADS_1
Seketika semua yang berada disitu berdiri kaget, dan mengucapkan salam pada Tuan Satria.
"Selamat siang Tuan Satria." sapa mereka berempat pada sang CEO.
"Kenapa semua kumpul disini? tidak ada kerjaan?" tanya Satria dingin.
"Maaf Tuan,,," bebarengan mereka menjawab sambil tersenyum takut, sontak mereka bertiga beranjak dari meja Julia.
Tak ada satupun yang berani menatap mata Sang CEO, semua bubar teratur. Tika panik, dan sibuk menyembunyikan cemilan yang tersisa ke dalam laci mejanya.
Rico terkekeh,,,
Satria menghampiri Julia
"Julia selamat ya buat timmu, atas kemenangannya." ucap Satria terdengar kikuk. Ia menelan l**rnya.
"Atas nama tim, terima kasih Tuan,,, " jawab Julia. Hatinya lompat-lompat tidak karuan.
"Oke Julia, sekarang Saya mau ke ruangan Pak Fatah, dan kamu? temui Saya di ruangan nanti" ucap Satria lagi, ia memegang keningnya yang tidak pusing.
Julia mengernyit, hatinya gundah kesalahan apa yang sudah ia lakukan.
Rico yang melihat bosnya bertingkah aneh, cuma geleng-geleng kepala, sambil mengamati Julia yang sedang tersipu.
"Hmmmhh aneh!" gumamnya.
Satria melangkah menuju ke ruangan Fatah, diikuti Rico.
"Damn!! Juliaaaa,,, kenapa aku jadi begini gugup sih?" bathin Satria.
***
Ruangan CEO
"Ric, aku minta kamu kawal pekerjaan persiapan di Papua ya,,,, ajak Santi! ngomong-ngomong sekalian liburan lah." Satria berkata dengan lembut.
"Bosku ini kenapa ya? kok tiba-tiba nawarin aku liburan, bareng Santi? serius,,,, ini tidak seperti Satria yang aku kenal, yang terbiasa memerintah, dingin, kaku, sekalipun dengannya teman dari saat sekolah!" Rico bertanya dalam hati. Alisnya bertautan.
Melihat itu, Satria tersenyum tipis, "kok kamu malah bengong Ric? alismu sampai nyambung gitu." Satria berkata dengan nada kembali dingin, untuk menutupi suasana hatinya.
"Yaaa gak apa-apa bos!" tukas Rico cepat.
"Aku tidak bisa kesana sampai beberapa minggu ke depan, karena aku harus ke Lyon, untuk liat lokasi proyek." terang Satria.
"Selain itu, aku juga tidak bisa menyerahkan proyek di Papua sama orang lain. Aku percaya kamu Ric!" tegasnya lagi.
__ADS_1
"Ok baik bos,,, apapun perintah bos." jawab Rico tersenyum.
Tak lama setelah itu,,,,
"Tok!tok!tok!,,,,
"Masuk,,,, !"
"Maaf Tuan Satria, Tuan memanggil Julia? ia sudah disini." tanya Santi.
"Ya, suruh ia masuk." Satria menghela nafas.
"Baik Tuan Satria,,,, " jawab Santi kembali.
Satria memandang Rico yang masih di hadapannya.
"Dan kamu Rico, tolong bicarakan dengan Santi soal,,,,? Papua!" Terang Satria yang tampaknya mengusirnya secara halus. Rico senyum dikulum dan pergi keluar ruangan. Di depan pintu Rico berpapasan dengan Julia yang segera masuk ke dalam. Rico memutar badannya sambil siul.
Julia mengernyitkan kening,,,
"Tutup pintunya Rico!" Satria sedikit berteriak.
"Selamat siang Tuan Satria,,, " sapa Julia.
"Siang Clumsy,,, silahkan duduk!"
Julia duduk, hatinya mencelos, kepalanya menunduk.
Sebelum Satria bertanya, Julia memulai." Maafkan Saya Tuan Satria, Saya belum terima gaji Saya, jadi Saya belum bisa mengganti ponsel Tuan Satria yang rusak." Julia berkata pelan.
Satria bengong sesaat,,,,
"Julia,,,, ini,,,, ini bukan soal ponsel! Oke,,, I see,,,,." Satria mengurungkan kata-kata yang tadinya akan diucapkan kepada Julia.
Ha,,,, Ha,,,, Ha,,,
( Satria tidak jadi bicara apapun, dia cuma ingin tertawa, ya tertawa terbahak-bahak seperti sekarang ini!!! )
Baru kali ini,,,, Yah kali ini,,,,, Satria tertawa keras dan geli sampai airmatanya keluar,,,,,
"Julia,,,, Julia,,,, kamu itu polos sekali!!!" bathin Satria.
¤
¤
__ADS_1
¤
( Selamat tertawa!!! jangan lupa like, share n komennya guys,,,,, )