
Setelah Satria berangkat ke kantor, Julia melakukan rutinitas menjadi ibu rumah tangga seperti biasa. Sebenarnya ia suka berkarier, dan melakukan pekerjaan kantoran. Tetapi karena Arga masih kecil, mau tak mau ia menjadi ibu rumah tangga biasa. Lagipula Satria memang tak mengijinkannya bekerja.
Julia masih menyusui, sementara Pak Amad sedang mengontrol pelayan melakukan tugasnya, saat bel pintu berbunyi.
Pak Amad segera berjalan cepat membukakan pintu.
"Selamat siang Pak?" sapa orang yang berada diluar, dua orang perempuan berusia sekitar 40 dan 30an tahun, berdiri di hadapannya.
"Selamat siang,,,, Mba atau ibu ya?" sapa pak Amad.
"Panggil Ibu juga tidak apa Pak. Ohya saya dari yayasan penyedia jasa pengasuh bayi, kebetulan saya sudah janjian dengan Ibu Julia hari ini Pak." ucap perempuan satunya.
"Oh begitu,,,, kebetulan Nyonya masih diatas, sedang menyusui. Sebentar saya beritahu Nyonya. Silahkan duduk dan tunggu sebentar." ucap Pak Amad kepada tamunya..
Kedua perempuan tersebut mengangguk, menunggu dan duduk di teras.
Tak lama kemudian Julia datang menghampiri kedua tamunya, sementara Arga bersama Pak Amad. Salah seorang pelayan membawakan minuman untuk kedua tamu Julia.
"Selamat siang Ibu,,,,." sapa perempuan dari yayasan tadi kepada Julia, dan menyalami tangan Julia, begitu pula dengan perempuan satunya.
"Iya selamat siang." balas Julia ramah.
"Ohya bu, saya yang janjian dengan ibu kemarin via whatsapp, sesuai keinginan Ibu, ini saya bawa bu Maryati, bu Maryati ini sudah banyak pengalaman mengurus bayi, kurang lebih tujuh tahunan, kemarin terakhir dia bekerja di Bekasi bu. Silahkan kalau Ibu mau ada yang ditanyakan." ucap pengurus yayasan tersebut ramah.
"Oh iya Mba, berapa usianya kalau boleh tahu?" tanya Julia pada perempuan satunya, yang bernama Maryati.
"Usia saya 33 tahun Bu,,,,." jawabnya.
"Sudah bekerja dimana saja Mba sebelumnya?" tanya Julia lagi.
"Saya baru dua kali ganti majikan, Ibu, yang pertama, saya bekerja di Tangerang selama 4 tahun, lalu yang kedua saya di Bekasi bu. Pindahnya karena waktu itu pas orangtua sakit keras, jadi saya berhenti dulu bu, pas saya mau kembali, sudah ada orang yang mengisi. Jadi saya pindah majikan, kalau di Bekasi selama 3 tahun, saya berhenti, karena majikan saya pindah tugas ke luar pulau." ucapnya sambil mengingat.
"Sudah berkeluarga?" tanya Julia lagi.
"Emm sudah pernah berkeluarga Bu, tapi kebetulan sekarang saya sudah bercerai. Saya belum punya anak juga." jawabnya dengan malu-malu.
"Oh begitu,,,,? ya sudah, kebetulan anak saya insyaa Allah baru satu Mba, laki-laki, usianya baru empat bulan. Sebenarnya saya belum terlalu repot mengurusnya, tapi suami saya yang menginginkan ada pengasuh bayi." ucap Julia terkekeh.
"Mungkin karena terlalu sayang istri ya Bu, jadi Bapak menginginkan Ibu dibantu pengasuh bayi." jawab pengurus yayasan tersenyum.
"Haha iya mungkin juga,,,,,." jawab Julia. Julia mempersilahkan tamunya minum, sambil ia berpikir.
__ADS_1
"Jadi bagaimana Ibu?" tanya pengurus yayasan selesai meneguk minumannya.
"Ya baiklah, tidak apa Mba, jadi nanti tetap ada masa trainning, artinya nanti dalam waktu tiga bulan, akan saya evaluasi, baik kinerja maupun yang lainnya. Libur hari minggu akan saya berikan, karena memang tidak terlalu repot, Nah untuk salary saya ikut saja seperti sebelumnya. Begitu?" ucap Julia.
"Baiklah ibu, sekarang gimana Mba Maryati? masih ada yang perlu ditanyakan?" ucap pengurus yayasan pada calon pengasuh bayi.
"Saya ikut saja Bu,,,." ucapnya.
***
Habis meeting dengan client, Satria menelpon Julia.
"Halo yank, assalamu'alaikum,,,, gimana tadi pengasuh bayinya?" tanya Satria.
"Wa'alaikumsalam Mas,,, iya tadi sudah ketemu, mulai hari ini dia bekerja." ucap Julia.
"Kamu cocok enggak?" tanya Satria lagi.
"Ya sementara sih cocok, mudah-mudahan Arga juga nyaman. Usianya lebih tua dari aku juga pengasuh bayinya." ucap Julia.
"Ya tidak masalah kan? kalau usianya mapan, paling tidak, kerjanya serius, dan tidak pacaran mulu, kaya pembantu sebelah?" ucap Satria menyemangati Julia.
"Becanda aja sayang,,,, mana sempat aku ngurusi dapur orang?!" jawab Satria tergelak.
"Oke sayang, mudah-mudahan dia bisa kerja dengan baik, dan sungguh-sungguh jaga Arga ya. Aku lanjut lagi ya yank. Jangan lupa makan." ucap Satria pamitan.
"Ya Mas,,,, Mas juga jangan lupa makan siang." balas Julia.
Julia kembali menengok ke kamar Arga, Arga baru saja tidur karena kenyang menyusu, semantara dilihatnya Mba Mar sedang menyusun dan merapikan lemari pakaian Arga.
"Arganya rewel ga Mba?" tanya Julia.
"endak sih Bu, masih tidur anteng habis nyusu Ibu tadi." jawab Maryati sambil senyum.
"Mba kerja disini, jangan sungkan, kalau Mba Mar mau makan atau apa, silahkan. Tidak perlu menunggu ditawari. Kalau Mba Mar butuh apa-apa bilang langsung ke saya." ucap Julia.
"Iya Bu, terima kasih sebelumnya, saya bisa diterima bekerja disini." jawab Maryati.
Sehari kerja disini Maryati merasa betah, Nyonya Julia sepertinya bukan tipe majikan yang rewel, dan saat melihat majikan laki-lakinya, Maryati sempat terpesona. Majikannya adalah laki-laki yang gagah dan tampan, serasi dengan Nyonya Julia yang cantik. Apalagi sepertinya Tuan sangat sayang dan perhatian pada Nyonya, membuat Maryati merasa kagum.
***
__ADS_1
Sepulang dari kantor, Satria selalu menyempatkan bermain dengan Arga, tak terkecuali malam ini. Satria meminta Arga dari gendongan Mba Mar.
"Kemarikan Arga Mba, biar saya gendong." pinta Satria.
Maryati yang tertegun saat melihat Satria, langsung menyerahkan Arga dengan gugup.
"Oh ya Pak,,,,." ucapnya sambil menyerahkan Arga dari gendongannya.
Satria menggendong Arga, lalu menjauh dari Maryati yang masih terbengong.
"Kenapa Mba? kok bengong?" tanya Julia yang datang mengejutkan.
"Oh endak apa Bu, itu den Arga diminta bapak. Terus saya pegang apa Bu?" ucap Maryati sambil garuk kepala.
"Tidak apa-apa, biarin saja, Ayahnya kan juga kangen sama Arga? Mba Mar makan dulu sana." ucap Julia terkekeh.
Maryati menurut, dan dia langsung turun ke dapur.
"Haduh Ibu tahu ga ya, aku lagi merhatiin bapak? majikanku kok ganteng banget gitu ya? kaya lagi,,,,! seandainya aku dapet suami seperti itu. Duh gustiiiii senangnyaaa,,,,,." gumam Maryati sambil cengar cengir.
"Kenapa kamu Mar? kok ngomong sendiri?" tanya Pak Amad yang sedari tadi memperhatikan Maryati.
"Eh endak Pak Amad,,, endak apa-apa." sahutnya gugup.
"Den Arga kemana?" tanya Pak Amad lagi.
"Lagi sama Ayahnya, Pak." jawab Maryati singkat.
"Ya sudah kamu makan saja dulu Mar, mumpung den Arga ada yang pegang." ucap Pak Amad menawari makan.
"Iya Pak, nanti saya makan." jawab Maryati, ah Pak Amad ini ganggu saja orang lagi melamun enak. bathinya.
Entahlah, Pak Amad merasa kurang sreg dengan kedatangan Maryati. Sepertinya orang ini agak genit.
💓
💓
💓
( Bersambung,,,,, )
__ADS_1