
🌳🌳🌳
Julia mengajak Daffin memasuki sebuah cafe di pinggiran Danau Como, ia memesan segelas besar capuccino ice, rasanya segar sekali diminum saat cuaca panas begini.
"Yank kamu mau naik kereta gantung? kalau mau, kita akan ke Brunate,,, kita makan siang disana sambil melihat view yang indah sekali. kamu pasti suka?!" ucap Daffin setelah menyeruput capuccino ice nya.
"Benarkah?! tapi aku takut naik kereta gantung Mas! hiiiii,,,,,.!" Julia bergidik ngeri, ia membayangkan seandainya kabel-kabel kereta gantung itu lepas.
Daffin yang mendengar ucapan Julia jadi tertawa.
"Ya ampun yank,,,? mudah-mudahan kereta gantung itu terawat dengan baik! dan sungguh, ini tidak seperti kereta gantung yang kamu bayangkan! kamu tak perlu khawatir gitu ah,,,, lagian kan ada aku juga?!" ucap Daffin nyengir, merasa sok pahlawan.
"Iya Bu, kayanya asyik naik kereta gantung! saya pengen nyobain bu!" ucap Lina bersemangat.
"Tuh kan, Lina aja pengeeen!" ucap Daffin terkekeh.
"Oke oke,,,, aku nyerah deh, dua lawan satu! baiklah, kita naik kereta gantung!" ucap Julia akhirnya, ia nyengir saja membayangkan duduk didalam kereta gantung.
"Siiiiippp,,,, kita have a lunch di Brunate, aku jamin, kamu pasti suka!" ucap Daffin senang.
"Setelah makan siang di Brunate kita kembali lagi kesini, dan menginap di salah satu Villa di Como. Ada yang ingin aku kenalkan padamu." ucap Daffin lagi.
"Hmmm,,, siapa?!" tanya Julia penasaran.
"Ada deehhh,,,, tunggu saja!" jawab Daffin terkekeh.
Selesai ngopi dan ngemil, mereka langsung berjalan menuju stasiun, untuk naik kereta gantung. Daffin membayar tiket beberapa euro untuk mereka berempat.
Sampai di dalam kereta gantung, Julia langsung terpesona oleh view yang begitu indah, deretan cemara gunung yang hijau, tidak kalah indah dibanding view di pinggir Danau Como. Julia tak melupakan kesempatan untuk berfoto-foto.
Perfecto! Brunate adalah sebuah kota kecil diatas bukit. tampak Danau Como, dan juga vila-vila mewah di dekat danau, beratap merah, ciri khas rumah penduduk italia, dan juga pegunungan alpen swiss di kejauhan.
Daffin mengajak ke sebuah restauran terbuka yang menyajikan berbagai menu khas Italia. Walaupun disini bukan tempat asli pizza, tapi pizza yang tersedia benar-benar enak untuk disantap.
__ADS_1
Risotto, adalah nasi campur khas Italia yang berbahan dasar beras, kaldu, mentega dan bawang ditambah dengan daging ayam. Julia mencoba memesan risotto, sepotong paha bebek panggang, kentang panggang dengan taburan peterseli dan saus mayonaise, dan untuk hidangan penutupnya ia mencoba tiramisu yang luar biasa enak. Sangat memanjakan perut.
"Mantap! sepertinya aku akan cepat gemuk, kalau tinggal disini!" ucap Julia, ia memutar bola matanya, merasa bersalah karena makan terlalu banyak.
"No problemo signorita! aku akan membelikanmu makanan apa saja yang kamu mau,,,,." ucap Daffin sambil membungkukkan badannya, seperti seorang pelayan kepada Nyonyanya.
Lina tertawa keras sekali, melihat gaya bosnya ini, sampai-sampai Arga menangis ketakutan melihat babysitternya tertawa.
***
Dengan agak tergesa Daffin mengajak mereka untuk segera kembali ke Como. Ia telah berjanji bertemu seseorang disana.
"Sayang, kita harus segera kembali ke Como, kita akan bertemu dengan seseorang disana." ucap Daffin saat mereka selesai makan siang.
"Seseorang? apakah untuk bisnis? tapi kita bawa Arga Mas, apa tidak mengganggu nanti?" tanya Julia.
"Tidak sayang, ini bukan pertemuan bisnis. Jadi tak masalah kita membawa Arga." ucap Daffin sambil tersenyum.
Sampai di Como, Daffin mengajak Julia ke sebuah vila cantik yang penuh dengan tanaman rindang, terletak di pinggir Danau Como. Di pintu masuk, terdapat papan nama "VILLA SANTINI" , Vila yang terbuat dari batu bata yang dicat warna teracota senada dengan warna atapnya, dan Kusen-kusennya yang berwarna putih sangat kontras dengan warna tembok. Di dekat pintu dipasangi sebuah lonceng motif kepala sapi.
Saat pintu terbuka, berdiri seorang perempuan yang tinggi dan langsing, berusia sekitar 60 tahunan, tapi kecantikannya masih terlihat. Gaya berpakaiannya sangat anggun dan berkelas.
"Mama,,,,, Apa kabar?" sapa Daffin dalam bahasa Italia yang Julia tak tahu artinya. Ia terlihat akrab, dan memeluk perempuan itu.
"Baik Daffin, bagaimana kabarmu?" jawab Perempuan itu, juga dengan bahasa Italia. Dia tersenyum senang, sambil melirik ke arah Julia dan Arga yang berada dalam gendongan Lina.
"Ayo mari kita masuk, tidak baik berbincang diluar." ucapnya lagi.
Daffin mengajak Julia, Arga dan Lina masuk. Setelah mereka duduk, Daffin mengenalkan Julia dalam bahasa Inggris.
"Mama, kenalkan ini Julia istriku! dan ini anakku Arga. Maaf karena tidak mengundangmu saat kami menikah." ucap Daffin memperkenalkan Julia dan anaknya.
Julia hanya mengangguk dan tersenyum, Ia menyalami perempuan yang ternyata adalah mama Daffin, Julia baru tahu saat itu, kalau mama Daffin berdarah Italia, sedangkan ayahnya adalah seorang laki-laki Indonesia, dan sudah lama meninggal.
__ADS_1
Mama Daffin seorang perempuan yang sangat hangat dan ramah, keramahan khas orang Italia. Ia memperkenalkan namanya, Anna Maria Santini. Ia sangat senang bisa bertemu dengan Julia dan Arga.
"Kamu sangat baik menjaganya Julia, anakku Daffin terlihat gemuk dan segar." ucap Mama Anna sambil tersenyum lebar. Kemudian Mama Anna meraih Arga ke pangkuannya, Julia heran Arga anteng tidak menolak.
"Cucuku sangat tampan!" ucapnya sangat gembira.
Julia yang dari tadi hanya mengangguk dan tersenyum, mulai berbicara.
"Terima kasih Mama,,,,." ucap Julia kikuk.
"Ohya dimana Papa Franz? aku ingin bertemu dengannya." ucap Daffin, mengalihkan kekakuan Julia.
"Seperti biasa, ia pasti sibuk dengan temannya disini, dan Mama lebih baik tidak ikut. Maklum kami kesini hanya beberapa bulan sekali." ucap Mama Anna terkekeh.
"Julia ayo kita buat kopi capuccino, dan mengobrol di teras belakang. Mama juga bikin tiramisu loh. Kata Daffin kamu penyuka capuccino?" ajak Mama Anna masih menggendong Arga.
"Iya Ma, Saya suka sekali capuccino!" ucap Julia gembira. Ia langsung mengikuti Mama Anna ke dapur. Sementara Daffin menghilang entah kemana.
"Julia, Mama juga sudah menyiapkan bahan-bahan untuk makan malam kita. Menu Italia yang sangat populer. Kamu bantu Mama nanti ya?" ucap Mama Anna, sambil menunjukkan cara membuat capuccino yang nikmat.
"Baik Mama,,,, aku suka memasak." ucap Julia senang.
"Mama cuma tinggal berdua disini?" tanya Julia.
"Oh tidak,,,, Mama tinggal di Torino. Tapi sebulan sekali kami mengunjungi vila ini, Tapi yah, kami cuma berdua, setelah anak-anak menikah dan punya kehidupan sendiri." ucap Mama Anna. Ia berbincang sambil berceloteh dengan Arga, yang tampak nyaman di pangkuanya.
Setelah capuccino jadi, Julia membawanya ke teras belakang vila. Mereka duduk disana sambil menikmati secangkir capuccino hangat ditemani tiramisu buatan Mama Anna.
☕
☕
☕
__ADS_1
( Bersambung,,,,, )