Bukan Perempuan Pilihan

Bukan Perempuan Pilihan
MENCEKAM


__ADS_3

Orang itu mencengkeram lengan Julia begitu kuat, dan mendorong Julia masuk hingga jatuh ke lantai,,,, Julia berteriak minta tolong, tapi percuma tidak akan ada yang mendengar,,,, suara derasnya hujan, petir, dan badai mengalahkan apapun.


Orang itu tertawa terbahak, ia mendekati Julia pelan,,, diraihnya Julia dan digendongnya menuju ranjang. Kemudian dilemparkannya tubuh Julia kesana,,,, Julia takut setengah mati, ia terus berteriak minta tolong, orang itu sudah menerkamnya, menindihnya, dari bibirnya menguar bau minuman keras, ia mencari-cari bibir Julia seperti Singa lapar. Matanya begitu buas,,,,


***


"Pohon yang tumbang masih diderek Tuan, kita belum bisa lewat, harus putar balik lewat belakang hotel." ucap Edwin sang supir.


"Ayo cepat putar balik win!" perintah Tn. Satria.


Satria begitu tegang dan gelisah, perasaannya tak menentu. Berkali-kali ia mendengus.


Setelah memutar agak jauh, mobil tiba di parkir belakang hotel. Spontan Satria membuka pintu mobil dan berlari ke arah lobi, keadaan lobi terang karena ada lampu emergency, ia sampai tidak mengindahkan sapaan resepsionis dan petugas hotel, beno mengikuti dari belakang, sedangkan yang lainnya masih di pelataran parkir.


Satria menuju tangga darurat dengan setengah berlari ia menapaki tangga menuju lantai 13.


Akhirnya sampai juga Satria di lantai 13 dengan nafas tersengal-sengal, ia berlari menuju kamar Julia. Ia terkejut karena pintu kamar setengah terbuka, dan card pintu masih tertancap di slot pintu.


Suara hujan badai masih deras, diiringi petir. Lamat-lamat terdengar suara teriakan dari dalam kamar Julia, Satria mendorong pintu dengan kasar.


Bugh,,,,!! bugh,,,, !!


Satria menghajar laki-laki yang sedang berusaha kurang ajar pada Julia, dan menendang perutnya, laki-laki itu terhuyung lalu roboh ke lantai. Dari hidungnya mengeluarkan darah hasil tonjokan Satria, Beno yang baru tiba dengan terengah, langsung menarik tubuh laki-laki yang sudah terkapar itu keluar kamar. Beno memanggil teman yang lainnya untuk segera mengurusnya.


Tn. Satria memeluk Julia, rambut indahnya kini acak-acakan,,, Ia masih terus menangis ketakutan, dan Satria berusaha meredakan. Tak lama kemudian listrik menyala normal kembali.


"Maafkan aku Nona Julia, seandainya aku tidak meninggalkanmu sendiri, ini pasti tidak akan terjadi." ucapnya penuh sesal. Julia diam saja, ia masih syok dengan apa yang baru saja ia alami.


"Untung aku memutuskan segera kembali ke hotel,,,, kalau tidak,,,,?" bathin Satria penuh penyesalan.


Sebenarnya Satria sudah terpikat pada Julia sejak awal bertemu, tapi pengalaman hidupnya yang pahit, membuat ia tak mau mudah jatuh cinta, ia harus memastikan bahwa perempuan itu pantas untuknya. Apa yang baru saja terjadi pada Julia, membuat ia merasa sangat menyesal.


Satria merebahkan tubuh Julia di tempat tidur, menyelimutinya dan memandangi Julia dengan perasaan berkecamuk.


"Sekarang tidurlah, aku disini menjagamu." ucap Satria lembut. Butuh waktu lama Julia tertidur, Julia terus saja terdiam, hanya sesekali terisak. Setelah dilihatnya Julia terlelap, Ia berjalan menuju ke sofa, dan merebahkan tubuhnya disana.


Jam 2 dini hari, suara Julia membuat Satria terkejut dan terbangun dari tidurnya.

__ADS_1


"Ti-tidak,,,, jangan,,,, jangan,,,, lepaskan aku,,,,, ." Julia mengigau, ia mengatakannya berulang. Satria menghampiri tempat tidur, ia menepuk pipi Julia agar terbangun, tapi Julia masih trrus meracau. Satria terus saja menepuk pipinya, kemudian ia menempelkan punggung tangannya di dahi Julia.


"Panas,,, Julia kamu demam,,," ucap Satria lirih.


Satria menelpon Beno, dan memerintahkannya untuk mengambil handuk kecil di kamarnya. Tak lama kemudian, Beno datang dan menyerahkan handuk kecil kepada Tn. Satria.


"Nona Julia demam Ben, sepertinya ia masih syok. Semoga ia segera sembuh, kalau belum, terpaksa jadwal pulang tertunda." ucap Tn. Satria datar. Beno mengangguk.


Satria berjalan ke bathroom, ia mengambil air hangat dengan mangkuk kecil, dimasukkanya handuk kecilnya yang belum ia pakai, ke dalam mangkuk. Lalu ia melipat handuknya, memeras sedikit, dan meletakkannya di kening Julia. Setelah Julia berhenti mengigau, Satria kembali ke sofa, ia terlelap tidur sampai pagi.


Jam 7 pagi, keadaan diluar kembali cerah. Julia terbangun, ia meraih benda yang menempel di keningnya, badannya seperti remuk semua. Julia turun dari tempat tidur dan mendapati Tn. Satria tidur di sofa dalam kamar yang sama. Ia mengingat kembali peristiwa saat hujan badai semalam. Ia bergidik ngeri,,, tubuhnya dijamah laki-laki asing di kamar ini, kemudian ia ingat Tn. Satria yang tiba-tiba datang dan menghajar laki-laki kurang ajar itu. Julia seketika merasa terenyuh, memandang Tn. Satria yang tertidur pulas, mungkin ia kelelahan menjaganya semalaman.


Julia menelpon ke resepsionis, agar mengantarkan sarapannya dan sarapan Tn. Satria ke kamarnya, tak lupa juga ia memesan kopi untuk mereka berdua.


Sambil menunggu pesanannya datang, Julia membersihkan diri di kamar mandi, ia menyalakan shower, mengguyur tubuhnya dibawah shower untuk menghilangkan lelah. Ia sedang tidak ingin berendam di bathub.


Julia berpakaian di kamar mandi, kemudia berlari keluar saat bel kamar berbunyi.


Ia membuka pintu, seorang pelayan mengantarkan sarapan lengkap dengan kopinya. Julia menuangkan kopi dari teko ke cangkir, menambahkan gula dan creamer ke dalamnya.


Hmmmm aroma khas kopi menguar, seketika Tn. Satria terbangun. Rambunya yang acak-acakan membuat Julia tertawa kecil.


"Pagi Nona Julia,,, kamu sudah bangun? gimana rasanya, apa sudah baikan? semala kamu demam dan terus mengigau." ucap Tn Satria memberitahu.


"Iya Tuan, alhamdulillah saya sudah lebih baik." jawab Julia sambil mengangsurkan kopi untuk Tn. Satria.


"Terima kasih kopinya Nona Julia,,,, "


Satria meraih secangkir kopi yang disodorkan Julia dan menyeruputnya perlahan.


"Aaaghh,,, nikmat,,, " gumam Satria.


"Kita sarapan di kamar?" tanya Tn. Satria mendapati ada banyak makanan di meja.


Julia menganggukkan kepala sambil tersenyum."Iya"


"Baiklah, aku sikat gigi dulu ya, apa ada sikat gigi baru?" tanya Tn. Satria lagi.

__ADS_1


"Ada sikat gigi hotel Tuan, saya belum memakainya." seru Julia sambil menoleh ke arah Tn. Satria yang sudah di pintu kamar mandi.


Julia menunggu Tn. Satria yang masih di kamar mandi, sambil menyeruput kopinya. Satria keluar kamar mandi dengan wajah yang sudah segar, ia menyisir rambutnya dengan kedua tangannya. Gantengnya memang alami.


"Kok belum mulai makan? Yuk kita habiskan semua makanan ini. Aku lapar sekali." ucap Tn. Satria. Akhirnya mereka berdua makan dengan lahap. Satria tersenyum melihat Julia, beberapa kali makan bersama Julia, membuat dia juga ikutan lahap. Perempuan ini banyak juga makannya, berbeda dengan sebagian perempuan yang memilih diet untuk menjaga tubuhnya.


Setelah sarapan, Julia membereskan kopernya, ia memasukkan pakaian yang masih tergantung di lemari dan hanya menyisakan pakaian yang akan dikenakannya untuk pulang nanti.


"Kamu sudah packing? sepertinya tak sabar ingin cepat pulang Nona Julia?" tanya Tn. Satria.


"Ya Tuan, Saya sudah sabar ingin ketemu semua orang di Jakarta. Aku kangen Indonesia!!" jawab Julia riang, mereka berdua tertawa bersama.


Sebenarnya kalau Tn. Satria berani jujur, ia masih ingin lebih lama dengan Julia. Ia ingin tahu keseharian Julia diluar kantor. Tn. Satria merasa nyaman bersamanya.


***


Mobil yang akan mengantarkan mereka ke bandara telah siap. Julia segera mengemasi koper yang sekarang terasa penuh, karena oleh-oleh yang ia beli, lebih tepatnya dibelikan Tn. Satria. Sebagian besar malah tidak muat dalam koper, hingga Julia terpaksa membawanya dengan tas lain, yang ia beli saat jalan siang tadi. Aduh repotnya,,,,


"Sudah siap Nona Julia?" tanya Tn. Satria yang tiba-tiba sudah berada di belakangnya, samnil mendorong trolinya.


"Ia Tuan, siap!!" jawab Julia mantap


Mereka berdua berjalan keluar kamar, Tn. Satria meminta Beno untuk membawakan ekstra tas yang dibawa Julia. Keempat pengawal Tn. Satria juga akan pulang bersama.


***


Di Bandara mereka lewat jalur khusus penumpang first class, dan melalui boarding proses boarding pass dengan cepat.


Selamat tinggal Lyon,,,, selamat tinggal Perancis,,,, kami akan kembali suatu saat nanti, untuk liburan!!!


Mereka meninggalkan bandara Saint-exupéry menuju Indonesia,,,,




__ADS_1


( Waaahhh akhirnya sampai juga di tahap ini! silahkan like n commentnya guys,,, Salam cinta untuk readers,,,, 😘😘😘 )


__ADS_2