Bukan Perempuan Pilihan

Bukan Perempuan Pilihan
NGUNDUH MANTU


__ADS_3

💝💝💝


Tamu undangan sudah mulai memadati ruangan sebuah hotel bintang lima, dimana tempat perhelatan pesta pernikahan diselenggarakan. Nenek Fatiah, beserta kerabat Satria yang lainnyapun sibuk menyambut tamu-tamu undangan yang telah hadir, tampak Santi dan Rico yang ikut sibuk sebagai penerima tamu, dan juga dari kalangan WO.


Pesta pernikahan Satria dan Julia, yang sebelumnya diadakan di kota sang pengantin wanita, sekarang diadakan ngunduh mantu di hotel di kota tempat domisili mempelai pria.


Ayah dan Ibu Julia, beserta keluarga besarnya yang ikut ke Jakarta, benar-benar dibuat kagum. Mereka baru tahu bahwa mantunya adalah pengusaha sukses yang mempunyai relasi hebat, bahkan terlihat beberapa pejabat berpengaruh, yang hanya bisa mereka lihat di layar TV, maupun medsos, para selebritis, bahkan penyanyi yang menghibur di acara pesta pernikahanpun seorang selebriti, yang biasa mereka saksikan sebagai juri di ajang pencarian bakat menyanyi di salah satu stasiun TV.


Belum lagi dekorasi ruangan yang sangat mewah dan elegan, yang didominasi warna gold, menjadi simbol dari orang yang mempunyai hajat.


Terdengar penyanyi pembuka, menyanyikan lagu wedding song, saat kedua mempelai, Satria dan Julia memasuki panggung, diiringi oleh keluarga besar dari kedua pasangan pengantin.


Julia yang mengenakan gaun panjang berwarna gold dengan tatanan rambut bak puteri dalam dongeng, lagi-lagi terlihat begitu anggun dan cantik, serasi berdampingan dengan Satria yang mengenakan stelan jas berwarna hampir senada. Keduanya benar-benar membuat iri orang yang melihatnya. Semuanya berdecak kagum. Tak terkecuali Santi, yang selalu mengagumi kecantikan sahabatnya dari dulu ini.


Tidak hanya itu saja. Hidangan makanan dan minuman yang tersajipun sangat mewah dan keliatannya dari catering yang benar-benar hebat.


Beberapa tamu dari kalangan pengusaha, ada Nona Arzhad yang datang dengan asistennya, laki-laki dan perempuan, Nona Arzhad terlihat sedang bercakap-cakap dengan Tn. Jimmy Jackson yang jauh datang dari USA, ada juga salah satu anak mantan pesohor yang datang, dan banyak lagi pengusaha terkenal di negeri ini.


Dalam suasana yang begitu membahagiakan, tiba-tiba datang seorang perempuan berusia 30 th, ialah Srianti, yang datang bersama Sandrina. Wajah Srianti terlihat sangat murung, maklum, karena ia memang tidak menghendaki ini terjadi. Sebenarnya ia tak diundang, tapi ia nekat demi bisa melihat Satria.


Nenek Fatiah mendatanginya, dan terlihat sedang berbincang dengan Srianti.


"Srianti, aku tahu kamu tidak senang Satria menikah. Tapi jangan pernah berbuat onar disini!" ucap Nenek tegas, matanya mengancam.


Srianti yang ditegur seperti itu oleh Nenek, merasa sakit hati.

__ADS_1


"Memangnya aku tidak boleh? melihat calon mama tirinya Sandrina?" ucap Srianti kesal pada Nenek. Kemudian ia mendekati pasangan pengantin itu, dan menyalami keduanya. Pandangannya menatap tajam kepada Julia, lalu tersenyum yang dibuat-buat. Begitu juga Sandrina, ia menyalami Ayahnya dan Julia, dengan menyimpan rasa perih di dalam hatinya, bukan perih karena melihat Ayahnya bahagia. Tapi perih karena mamanya yang tidak terlihat bahagia. Julia memaklumi, karena biar bagaimanapun, anak perempuan akan selalu mensuport ibunya.


Julia yang dipandang seperti itu oleh Srianti, hanya terdiam, ia sama sekali tidak memperdulikan apakah Srianti membencinya atau tidak. Dia sudah terbiasa melihat orang seperti Srianti, yang sangat tergila-gila akan harta, dan akan melakukan segala macam cara untuk mendapatkannya. Jadi seandainya ia kembali ingin merebut cinta Satria, itu bukanlah cinta yang sebenarnya.


Julia terkejut, ada seperti bekas luka sayatan di pergelangan tangan Srianti, saat ia bersalaman dengan Satria. Saat Srianti dan Sandrina turun dari panggung, Julia memberanikan diri untuk bertanya pada suaminya.


"Mas seperti ada luka di pergelangan tangan Srianti. Kenapa itu ya?" tanya Julia.


"Luka apa? sudah,,,,, kamu ga perlu ngurusin orang lain yank. Jangan usil!" ucap Satria ketus.


Mendengar jawaban suaminya ini, ia jadi merasa kaget. Ia tak bermaksud usil, ia bertanya karena memang ingin tahu ada apa sebenarnya. Hatinya jadi merasa tak enak.


"Aku minta, kamu jangan suka mengurusi urusan orang lain. Itu tidak baik, lagipula aku tak suka kamu ngurusi Srianti."


Julia diam saja tak menanggapi suaminya, karena ini adalah hari bahagia mereka. Ia tak ingin merusak mood.


Ia berjalan menuju toilet dengan perlahan.


"Sandrin, apapun yang terjadi, kamu tidak boleh dekat sengan istri Ayahmu! dan jangan pernah memanggilnya mama atau Ibu! karena mamamu cuma satu! yaitu mama Anti.Kamu dengar Sandrin?!" ucap Srianti kepada Sandrina. Terdengar suara Sandrina yang cuma menjawab pendek. "Ya Ma."


Julia yang mendengar pembicaraan Srianti di toilet kepada Sandrina, akhirnya urung tak jadi masuk. Ia berjalan kembali menuju ruangan Pesta.


Bukannya kembali pada Satria, Ia mendekati Nenek, yang sedang mengobrol dengan Ayah dan Ibunya. Dilihatnya sesekali Nenek tertawa.


Kemudian tanpa sengaja, ia melihat Srianti mendekati Satria yang sedang berbincang dengan salah satu relasi bisnisnya yang belum pulang. Srianti bergabung mengobrol, Julia yang melihat itu, memutuskan untuk naik ke kamarnya yang juga terletak di Hotel ini. Hatinya terbakar cemburu, apalagi Satria suaminya terkesan membela Srianti.

__ADS_1


Kepala Julia terasa berat dan pening, ia teringat karena memang ia belum makan daritadi. Tapi karena suasana hatinya sedang tidak baik, ia cuma berbaring di tempat tidur, dengan pakaian pesta yang masih lekat di badannya. Ia tertidur.


Satria mencari sosok istrinya, yang tiba-tiba menghilang dari ruangan. Satria cuma ingat, Julia pamit ke toilet, tapi kok selama ini. Satria meminta Rico untuk mengecek, tapi ternyata Julia tidak disana. Keluarga Satria maupun Julia yang sedang mengobrol dengan hangat, juga tidak tahu dimana Julia.


Satria naik ke atas menuju kamar hotel tempat mereka nanti akan menginap. Setelah sampai depan pintu kamar, Satria memencet bel berkali-kali, tapi tidak ada yang membuka pintu. Satria menelpon nomor ponsel Julia, tidak ada jawaban. Satria kembali ke bawah dengan hati dongkol.


Nenek yang melihat ekspresi marah di wajah Satria langsung mendekat.


"Ada apa kamu Satria, wajahmu sangat tidak bersahabat?" ucap Nenek mengingatkan.


"Hmmmhhh Julia Nek,,, kemana dia? aq ke kamar, tapi tidak ada yang menyahut!" teriaknya lirih di telinga Nenek Fatiah.


"Sudah,,, baru masalah seperti itu kamu sudah marah? pernikahan kalian juga baru seminggu, bersabarlah Sat! mungkin ia tertidur karena capek" tegur Nenek.


"Iya tapi kan bisa dia pamit?! bukan ninggalin suaminya sendirian gini?" ucap Satria membela diri.


"Ini masalah kecil Sat, perlu menyesuaikan diri diantara kalian." ucap Nenek sabar.


Percuma saja Satria marah, Nenek pasti tak akan tinggal diam. Nenek sangat menyayangi Julia.


💝


💝


💝

__ADS_1


( Bersambung,,,,, )


__ADS_2