Bukan Perempuan Pilihan

Bukan Perempuan Pilihan
Tumpahan Kopi


__ADS_3

Siang hari di Ibukota begitu terik, hingga warga Jakarta yang sedang mempunyai kegiatan diluar rumah, terlihat mulai merapat ke cafe atau restaurant sekedar untuk melepas dahaga. Tak terkecuali Julia.


Ini adalah siang pertama Julia di ibukota, Santi mengajak Julia jalan-jalan dan berbelanja kebutuhan sehari-hari di hypermarket.


"San merapat bentar deh,,, aku haus banget nih. Beli minuman di cafe itu bentar." ucap Julia menunjuk tempat yang dimaksud.


"Okeeee,,,,, tapi bawa pulang aja ya? udah pengen ngadem di apartemen." jawab Santi sambil menepikan mobilnya.


"Oke, kamu mau minum apa?" tanya Julia lagi.


"Apa aja deh,,,, ngikut." jawab Santi.


Mobil berhenti, Julia turun sambil setengah berlari. Julia masuk ke dalam cafe, terlihat suasana di cafe agak ramai pengunjung. Ia langsung menuju ke casier untuk memesan minuman.


"Mba, Capuccino iced 2 ya?" pesan Julia.


"Oke, pesan apa lagi ka?" jawab kasir yang merangkap penerima pesanan.


"Hmm udah itu aja mba kayanya. berapa?" jawab Julia.


"Oke, 55 ribu ka."


Julia membayar pesanannya, petugas memintanya menunggu.


Lima menit kemudian pesanan telah siap, petugas menyodorkan 2 cup capuccino iced. Julia menerima cup-cup itu dengan berbinar, l**rnya sontak terbit.


"Makasih mba." ucap Julia sambil tersenyum.

__ADS_1


"Sama-sama,,,,." balas si mba kasir.


Dengan agak tergesa Julia membalikkan badan, dan berjalan beberapa langkah.


tiba-tiba,,,,


"Bruuukkk,,,, !"


"Aduuhh" pekik seorang pria, Julia memandang ke depan, seorang pria sedang mengibas-ngibaskan kaos polonya. Kaosnya terkena tumpahan kopi dari cup yang dipegang Julia.


"Aduuuuhh apa-apaan sih ini?! makanya kalau jalan hati-hati dong!" teriak perempuan yang ada disebelah pria itu.


Semua mata tertuju pada mereka.


"Ma-maaf mba, saya ga sengaja, maaf ya Mas?" ucap Julia sambil membantu melap kemeja pria itu.


"Sudah,,, sudah,,, ga apa-apa!" ucap pria itu sedikit kesal, dan menjauhkan tangan Julia dari dadanya.


"Ya ga papa, sekarang kamu boleh pergi." jawab Satria.


"Loh mana bisa begitu?!! dia harus ganti baju Mas loh,,, baju Mas kan mahal, kalau udah ketumpahan kopi, mana bisa balik seperti semula?! dia harus ganti itu,,,,!" hardik Sherly.


Ucapan Sherly membuat Julia merasa sedikit kesal, masa iya sih gegara ketumpahan kopi aja mesti mengganti? bathin Julia.


Julia menelan l***h.


"Tidak usah, aku ga merasa perlu kok dia mengganti bajuku, lagipula toiletnya jauh, kalau ia menggantikan bajuku, aku mesti masuk ke toilet pria atau wanita?! Sekarang silahkan pergi." ucap Satria setengah menggoda sambil memandang Julia.

__ADS_1


Julia terkejut.


Sherly menyikut Satria sambil melotot. Satria cuek saja, karena ia merasa bahwa Sherly bukan lagi kekasihnya, yang harus ia jaga perasaannya.


Sherly benar-benar kesal karena Satria melepaskan orang yang menumpahkan kopi di kemejanya. Padahal tidak biasanya Satria seperti itu.


Sebelum pria itu berubah pikiran, Julia langsung pergi dan mengangguk pada pria itu sebagai ungkapan rasa bersalahnya.


Kopi ditangannya tinggal 1 cup saja, satu lagi berisi setengah karena tumpahan tadi.


"Huh sial!!!


Ia cepat berlari menuju ke mobil, "Santi pasti sudah menunggu lama."


"Sorry My dear,,,, kelamaan nunggunya, tadi pakai acara drama lagi di cafe!" gerutu Julia sambil menyodorkan cup kopi ke Santi.


"Drama?! Maksudnya?! tanya Santi sembari menyambut capuccinonya.


"Makasih Jul,,, " Santi menyedot kopinya cepat.


"Insiden kecil, aku tadi nabrak laki-laki dan numpahin capuccino ke kemejanya. Aduh si cewek yang ga terima, aku disuruh gantiin bajunya, padahal ya ampuuunnn kemejanya paling ga mahal banget!" Julia bercerita sambil menyedot capuccino miliknya yang tinggal setengah.


"Oke, lupakan masalah bajunya, toh udah clear kan? sekarang beralih ke si cowok, ganteng ga?! Santi bertanya terkikik.


"Huuuuuu,,,,,,,!!!" Julia mendengus sambil nepuk jidat Santi.


Mereka berduapun ngakak bersama.

__ADS_1


"Yuk ah pulang!"



__ADS_2