
☆☆☆
Satria, Nenek dan Julia sedang mengobrol penuh kehangatan, saat ponsel Julia berdering di kamarnya.
Julia pamit ke kamar kepada Nenek untuk menjawab panggilan.
Sepeninggal Julia, Nenek mengerling pada cucunya, membuat Satria jengah dan melenguh.
"Satria, Nenek rasa Julia itu gadis yang baik dan sopan, walaupun dia tomboi seperti katamu! tapi Nenek suka padanya." Nenek berkata sambil tersenyum simpul.
"Maksud Nenek?!" tanya Satria pura pura tidak menanggapi.
"Halah,,, kamu Sat! Nenek tahu, kamu suka kan sama gadis itu? kamu tidak bisa bohong sama Nenek!!" sahut Nenek terkekeh.
"Nenek bahagia kalau dia bisa jadi istrimu." ucap Nenek tandas.
Wajah Satria tambah memerah tersipu, mendengar ucapan Neneknya yang sangat tidak suka basa basi.
Julia keluar kamar, "Maaf Nek itu tadi telpon dari ayah, memastikan Julia sudah sampai atau belum." ucap Julia.
"Iya Julia,,,, kamu pasti menjawab kalau sudah sampai di rumah calon mantunya kan?" ledek Nenek Fatiah.
"Apa Nek,,,, ?" Julia speechless dengan ledekan Nenek Fatiah, yang disambut tertawa Nenek yang renyah. Semakin membuat Julia dan Satria salting.
Nenek,,,,, nenek,,,, begitulah suka dukanya punya Nenek ngoboi, bathin Satria kikuk. Terkadang Nenek justru lebih agresif kalau menyangkut calon istri untuk cucunya ini.
"Aduuuuhhh ini pada kemana ya, teh buat Nenek kok belum juga datang?!" Nenek pura pura kesal dan segera berjalan ke dapur, ia berusaha memberi kesempatan untuk Satria dan Julia untuk mengobrol.
Sepeninggal Nenek, Satria berdehem, ia mencoba memanfaatkan moment.
"Bagaimana Julia menurutmu? Soal ucapan Nenek tadi?" tanya Satria meringis.
"Emm maksud Mas, ucapan Nenek yang mana ya?" jawab Julia melongo.
"Uuuhh,,, " bathin Satria mencelos, ia malu telah menanyakannya pada Julia. Satria mendengus pelan, ia tinggalkan Julia yang masih bengong, menyusul Nenek ke dapur .
__ADS_1
***
Satria masuk ke dapur, aroma singkong crispy begitu menggoda, Satria mencomot dari piring saji, dan langsung mencaploknya.
"Hmmmmm enak nih Nek,,,,." gumam Satria.
"Ya Ampunnnn,,,, dasar bocah!!! keluar sana, temani Julia. Cepet keluaaarrr,,,!" maki Nenek dengan mendorong-dorong tubuh cucunya yang berat ini.
"Ish Apaan sih Nek?! Satria mau makan singkong Nek,,,,." Satria bertahan di tempatnya berdiri. Pak Amad dan Pak Madi yang sedang duduk di meja makan dapur, cekikikan melihat polah Nenek dan cucunya itu.
"Sana Satria, temani Julia, jangan ke dapur sebelum kamu lamar Julia sekarang!!!" hardik Nenek lagi. Satria melongo,,,,
"Kira-kira Nek,,,,! Satria sama Julia aja belum pernah pacaran? masa tau-tau melamar begitu saja?! Ish ish Nenek,,,, " jawab Satria ngeles.
"Eiiittss tidak ada pacar-pacaran! kaya anak kecil aja pacaran. Sekarang itu kalau ngerasa cinta, suka, ya langsung lamar. Itu cara yang islami Satria,,,,." tegur Nenek.
Satria langsung menghambur pergi, tak lupa tangannya menyomot beberapa singkong crispy yang baru saja digoreng Nenek, alih-alih menemui Julia. Satria malah naik ke kamarnya.
Nenek meminta Pak Amad mengantarkan dua cangkir teh dan camilannya ke ruang keluarga, untuk Satria dan Julia, tapi saat Pak Amad kembali ke dapur, ia memberitahu Nenek kalau Nona Julia duduk sendiri disana.
"Aduh Nek! sakiiittt,,,, pelan-pelan dong Nek!" ucap Satria meringis kesakitan. Tapi Satria, ia tidak berani membantah Nenek yang sangat disayanginya itu. Ia menurut saja, berjalan turun sambil masih dijewer Nenek.
Julia terheran heran melihat Satria yang meringis kesakitan di sebelah Nenek, Ia lalu duduk di samping Julia, Nenek yang merasa menang, akhirnya kembali meninggalkan mereka berdua.
"Kenapa Mas kok meringis begitu?" tanya Julia terkekeh.
Semua perempuan sama saja, kadang menjengkelkan, bathin Satria.
Mendengar Julia terkekeh, Satria diam saja., sampai Julia berhenti.
"Julia,,,, aku mau mengatakan,,,, sesuatu." ucap Satria lirih.
"Selamat sore Tuan Satria,,, Met sore juga Nona Julia,,,, !" sapa Rico yang tiba-tiba datang bersama Santi, mereka terlihat ceria. Melihat pasangan kekasih yang sedang berbahagia itu, wajah Satria berubah menjadi masam,,,
"Oh God,,,, kenapa susah sekali?! gumam Satria. Ia mendapat gangguan,,,,
__ADS_1
"Waitttt,,,, apanya yang susah bos?!" tanya Rico cengar cengir. Ia langsung duduk disamping Satria sambil menyilangkan kakinya tinggi.
Melihat itu, Satria menurunkan kaki Rico dengan cepat. " Sopan dong,,,, hmmhh!" tegur Satria sewot.
ditegur seperti itu, Rico malah terbahak, ia merasa sahabat yang menjadi bosnya itu sedang sensi. Santi langsung mendekati Julia dan memeluk Julia, ia merasa senang Julia kembali ke Jakarta.
"Tadi apanya yang susah bos?" lanjut Rico penasaran.
Satria menggaruk kepalanya kasar. "Iya susah,,, kalau Nenek minta antar pulang, sedangkan Julia tidak ada yang mengantar,,,, untung kalian datang, jadi aku harap Julia bisa ikut kalian kan?" ucap Satria beralasan.
"Siapa yang minta antar kamu Satria?! tanya Nenek yang tiba-tiba muncul. Ternyata Nenek dari tadi menguping di dekat ruang makan.
OMG,,,, Nenek lagi,,,, Satria makin tak karuan. Tapi kali ini rupanya Nenek tak ingin membuat Satria lebih malu lagi, akhirnya Nenek mengijinkan Julia dibawa oleh Santi dan Rico. Tapi tatapan Nenek sangat mengancam Satria.
Tanpa menunggu lama, Julia pamit untuk mengambil koper dan tasnya ke kamar tamu, diikuti Nenek. Di dalam kamar, Nenek berbisik pada Julia. "Nak Julia, Nenek harap kamu mau berkunjung ke tempat Nenek minggu depan. Kamu diantar Satria ya?" ucap Nenek berharap.
"Hmm Insyaa Allah Nek, Julia main ke rumah Nenek." jawab Julia tersenyum. Nenekpun riang mendengar jawaban Julia. Kedua keluar dari kamar.
"Ayok Nona Julia, mari saya bawakan kopernya." Rico menawarkan bantuan.
"Sudah Rico, biarkan Satria yang bawakan koper Julia!" sahut Nenek cepat. Tanpa menunggu omelan, Satriapun bangkit menyambut koper Julia.
Rico terkekeh,,,
Julia berpamitan dengan Nenek sambil mencium tangannya, diikuti Santi. Nenek mengantar mereka sampai pintu, sambil tersenyum memperhatikan Satria yang menuruti permintaannya.
"Hati-hati Julia,,,,, jangan lupa pesan Nenek!" ucapnya sebelum Julia masuk mobil.
"Ya Nek,,,, Insyaa Allah." Julia melambaikan tangan ke arah Nenek Fatiah.
♡
♡
♡
__ADS_1
( Sabar,,,, sabar,,,, ikuti kelanjutan ceritanya ya,,,, tapi jangan lupa ditunggu like n commentnya 😘😘😘 )