
Sudah seminggu lebih Julia ditawan Daffin. Tapi tak satupun dari anak buahnya memberikan kabar tentang keberadaan istrinya. Anak buahnya masih terus melakukan pencarian. Satriapun sudah melaporkan masalah ini ke kepolisian, tapi tetap saja masih belum ada perkembangan. Satria menjadi sangat gelisah, selama ketiadaan Julia di sisinya, ia jarang sekali ke kantor, kalau tidak ada pertemuan yang penting.
Semangatnya menjadi hilang, apalagi Arga, putra semata wayangnya terus-terusan menanyakan keberadaan bundanya. Arga menjadi sangat rewel dan cengeng, yang otomatis membuat Satria pusing tujuh keliling lapangan bola. ( dramatis bgt ga?! 😁 )
" Seandainya masih ada Nenek disini,,,,, Ah Nek, Satria merindukanmu Nek, cuma Nenek yang bisa Satria ajak bicara, selain Julia tentunya." Satria menggumam tidak jelas.
Ia masih malas-malasan di tempat tidur di jam 10 siang.
" Cling,,,,, " ponselnya berbunyi, notifikasi WA.
dengan malas Satria mengambil Ponsel yang ada di nakas samping tempat tidur. Matanya membelalak saat ia membaca pesan wa, sampai ia langsung bangkit dari tidurannya.
" Benarkah ini? Clara mengirimkan pesan bahwa Julia bersamanya? " gumam Satria lagi, ia mulai bersemangat saat Clara juga men-share lock keberadaan mereka.
Tanpa membuang waktu Satria langsung mengabari Rico. Tak lupa ia memanggil Pak Amad, untuk memberitahu Dicky agar menyiapkan mobil.
Satria bergegas ke kamar mandi, membersihkan sekedarnya, sikat gigi singkat, berpakaian cepat, lalu setengah berlari keluar kamar menuruni tangga. Di bawah Pak Amad sedang bercengkerama dengan Arga. Melihat ayahnya yang mendekat, Arga sontak menghambur memeluk kaki ayahnya.
" Ayah mau temana? Alga boleh ikut ayah? " tanya Arga sambil memandang menghiba pada Ayahnya.
" Tidak Arga, Arga tidak boleh ikut, Ayah mau jemput bunda. Arga sm Pak Amad ya? anak baik, pasti menurut,,,,,, " ucap Satria lembut.
Mendengar Ayahnya mau membawa pulang bundanya, sontak Arga pun girang.
" Iya Ayah,,,,, Alga mulut, Alga sama Pak mamad. " ucapnya dengan mata berbinar.
Pak Amad menggandeng Arga, tuan kecilnya.
" Pak Amad, titip Arga baik-baik ya? " ucap Satria sambil melangkah meninggalkan Pak Amad dan Arga sambil melambaikan tangan.
Sampai di halaman, Dicky sudah siap dengan mobil yang akan membawa mereka menjemput Julia. Ia tidak memberitahukan pada pihak kepolisian soal WA dari Clara. Ia langsung menjemput Rico yang sudah menunggu di lobi gedung kantor mereka.
__ADS_1
Sampai di gedung perkantoran yang megah, Rico terlihat sedang gelisah menunggu. Begitu melihat mobil Satria masuk, Rico langsung berlari kecil mendekat.
" Ayo cepat masuk Ric! " perintah Satria. Rico segera membuka pintu mobil dan bergegas masuk di jok depan mobil.
" Benarkah Clara yang WA bos? apa ini,,,, apa ini bukan jebakan? " tanya Rico.
Satria berpikir sejenak.
" Sepertinya ini bukan jebakan Rico. Ini benar Clara yang chat aku. Apapun cetitanya, lebih baik kita menuju ke alamat yang di share Clara. Jl. Anggrek No. 83. " ucap Satria tak sabar. Ia sedikit gugup.
Rico bertatapan dengan Satria dari kaca spion depan mobil.
" Aku percaya Clara Rico,,,!! insting ku mengatakan demikian. " ucap Satria kesekian kalinya, karena sepertinya Rico meragukan WA dari Clara dari pembicaraan mereka tadi di telpon.
Walaupun Satria sendiri agak ragu dan gelisah, ia berusaha menyembunyikan kegelisahannya dengan menikmati perjalanan menuju lokasi. Bolak balik ia mengambil minuman air mineral dari kantong jok, dan meneguknya.
" Bos, apa bos sudah menghubungi kepolisian soal chat dari Clara? " tanya Rico memecah keheningan.
Akhirnya Ricopun diam lagi, sementara Dicky konsentrasi menyetir. Dicky beberapa kali turun untuk menanyakan lokasi alamat yang ditunjukkan oleh Satria, karena lokasinya memang agak jauh keluar dari pusat kota Jakarta. Lagipula alih-alih mendapat petunjuk dari Google maps yang betul, mereka malah sedikit menyasar.
****
Daffin sedang asyik menikmati istirahatnya sepulang dari Singapura, ketika dia mendengar sayup-sayup suara orang ribut diluar kamarnya yang terletak di lantai dua, yang letaknya agak bersebelahan dengan kamar yang di tempati Julia. Hanya dibatasi ruangan luas yang berisi sofa set besar-besar dan mewah, ruang keluarga.
" Aduh siapa sih yang berisik di rumahku? " gumam Daffin murka lalu menggeliat dan bangkit dari tidurnya.
Ia segera berpakaian rumah, lalu keluar kamar dengan tergesa dan marah.
Betapa terkejutnya ia, diluar kamar, Satria beserta Rico, diikuti beberapa anak buah Satria memberondong masuk diikuti beberapa penjaga rumah Daffin yang berbadan besar. Mereka sudah beradu mulut sebelum tiba di lantai dua, dan dari pakaian Satria dan Rico, mereka juga sepertinya habis beradu jotos.
Dalam posisi seperti itu Daffin hendak melarikan diri, menuju lift, Satria yang tersadar Daffin akan kabur, mengejar Daffin. Tapi pintu lift sudah menutup. Satria mencoba menekan tombol open berkali-kali sambil meracau.
__ADS_1
Rico mendekat, berusaha menenangkan bosnya agar tenang.
Sesampainya di lantai bawah, Daffin meneriaki supirnya untuk segera menyalakan mobil, tapi terlambat,,,,,,,
" Jangan bergerak!!! " salah satu orang berseragam kepolisian menodongkan pistol ke arah Daffin. Ia memerintahkan Daffin untuk menyerah dan mengangkat tangan. Daffin sudah terjepit, sekitar 10 orang polisi sudah masuk ke dalam rumahnya. Ia menyerahkan dirinya tanpa perlawanan.
****
Clara dan Julia yang juga mendengar suara ribut dari luar kamar, mereka segera bergegas melihat keluar kamar, Julia merasa sangat bahagia, suami yang dirindukannya berada disana. Ia langsung menghambur ke pelukan Satria. Ia tidak malu lagi pada siapapun. Tak lama mereka langsung menuju lantai bawah untuk mengejar Daffin.
Sampai di bawah, Daffin pun terkejut melihat sudah banyak polisi disana. Ia menatap Rico. Rico garuk-garuk kepala.
" A-Aku mengabarkan pihak kepolisian soal keberadaan rumah Daffin. Aku takut seandainya terjadi sesuatu bos. " ucap Rico sambil nyengir.
Satria membalas senyuman Rico, tak lupa, ia juga meninju pelan lengan Rico, asisten sekaligus sahabatnya ini.
Seorang polisi mendekat.
" Maaf mengganggu bapak, ibu, saya meminta bapak ibu semua untuk ikut ke kantor polisi. Ada beberapa yang akan kami tanyakan mengenai kasus ini. " ucap petugas dengan ramah.
Mereka semua mengangguk.
Akhirnya merekapun mengikuti para petugas kepolisian menuju ke kantor polisi, untuk dimintai keterangan.
****
Setibanya di rumah Julia langsung menyerbu masuk dan memanggil-manggil putranya. Ia sangat bahagia, akhirnya bisa pulang dengan selamat dan berkumpul lagi dengan orang-orang yang sangat ia cintai.
❤
❤
__ADS_1
❤