
Di ruangan CEO
"Bos, serius mau memperkerjakan perempuan ceroboh itu?" tanya Rico memandang bosnya tanpa berkedip.
"Yah begitu,,, sepertinya dia cerdas, walaupun ceroboh!" jawab Satria singkat.
"Dan dia,,,, sangat cantik!" gumamnya lagi.
"Apa Bos?" tanya Rico yang mendengar Bosnya bergumam.
"Tidak apa-apa,,," Satria menutup mulutnya kikuk.
***
Santi memasuki ruang perencanaan diikuti Julia. Dari tempatnya berdiri, ia melihat fatah sedang menegur anak buahnya dengan keras.
"Aduh Tika, kamu gimana sih? kerjaanmu salah terus! apa yang bisa kamu kerjakan selain makan?! hardik Fatah sambil menghempaskan berkas ke meja Tika.
dipelototinya Tika, anak buahnya yang bertubuh pendek dan montok. Terlihat Tika hanya menggaruk kepalanya dengan tatapan bersalah.
"Sekarang kamu perbaiki pekerjaanmu, jangan sampai salah lagi, hmmmmhhh,,,,, !! tiap aku koreksi tugasmu, selalu saja ada yang salah. Ingat perusahaan membayar gajimu, gaji kita, untuk bekerja dengan benar dan teliti!!!" sembur fatah lagi.
Semua karyawan di ruangan memandang Tika dengan perasaan iba. Tika baru beberapa bulan bekerja di perusahaan ini, dan satu-satunya perempuan di ruangan perencanaan, dan selama itu pula pekerjaannya selalu salah di mata Fatah atasannya. Apalagi Fatah orang yang sedikit kejam dengan anak buahnya, salah sedikit saja, ia bisa meminta orang baru untuk menggantikan.
"Ehem,,,, !" Santi mendekat dengan berdehem.
Seketika Fatah menengok ke arah suara deheman.
"Oh Nona Santi, apa kabar?" sapa Fatah kikuk. Dia mengangguk hormat pada Santi sekretaris CEO. Santi merupakan sekretaris kesayangan Tuan Satria, karena Santi benar-benar mendedikasikan dirinya untuk Tuan Satria. Semua karyawan di perusahaan ini sangat menghormati Santi.
"Baik Pak Fatah,,, ada insiden apalagi ini?" tanya Santi.
__ADS_1
"Tidak ada apa-apa Nona, biasalah kesalahan kecil saja. ohiya tumben Nona Santi kemari, ada yang bisa Saya bantu Nona Santi?" tanya Fatah.
Santi meminta Julia mendekat,,,
"Kenalkan ini Julia teman Saya, dia disini ditugaskan untuk membantu tugas-tugas Pak Fatah. Semoga dia bisa bekerjasama dengan baik dengan Pak Fatah." terang Santi.
Pandangan Fatah beralih ke perempuan yang berdiri di samping Santi.
"Kenalkan Fatah." ia mengulurkan tangan untuk bersalaman. Ia tersenyum pada Julia.
"Julia,,,." Julia menyambut uluran tangan Fatah.
"Oke kurasa itu saja pak fatah,,, tunjukkan meja kerja Julia ya?" ucap Santi sambil berpamitan.
"Julia aku tinggal dulu ya,,,, aku percaya padamu." tukas Santi lagi sambil mengerling sebelum pergi, yang dibalas anggukan oleh Julia.
Sesaat kemudian Pak Fatah membimbing Julia ke meja yang diperuntukan untuknya, sambil menerangkan apa saja tugasnya.
Sepeninggal Fatah, karyawan pria di ruangan itu langsung bergemuruh.
"Wah ada karyawan baru nih, cantik pula! kenalan dong!" seru pria di seberang meja Julia. Julia merah padam mendengar kicauan-kicauan mereka, tapi ia diam saja, cuma sesekali tersenyum saat beradu pandang dengan karyawan disana.
"Hush jangan berisik, nanti pak fatah marah lagi." sahut pria lain di ruangan itu.
Akhirnya ruangan pun sepi kembali, mereka mengerjakan tugasnya.
Pak Fatah keluar ruangannya dan kembali menghampiri Julia.
"Julia,,, ini berkas yang harus kamu kerjakan, banyak yang salah disitu, dan sudah Saya tandai, tolong kamu benarkan, ini flasdisknya, kamu bisa copy ke laptopmu. Kamu paham kan? kalau ada yang kamu kurang mengerti, kamu boleh tanya ke Saya." ucap Fatah sambil tersenyum.
"Baik Pak Fatah,,,, Saya coba kerjakan." jawab Julia lugas.
__ADS_1
Setelah memberikan berkas ke meja Julia, Fatah mengontrol anak buahnya satu-satu. Tidak ada satupun yang luput dari pengawasannya.
Setelah Fatah lepas dari pandangan Julia, Tika yang tadi diomelin habis-habisan oleh Fatah, melongokkan kepalanya ke meja Julia yang berdekatan dengannya.
"Hai teman,,,, boleh kenalan?" tanya Tika senyum.
"Oh ya, Julia,,, " jawab Julia sambil menyodorkan tangan untuk bersalaman. Julia melemparkan senyum manisnya.
"Tika,,,, " Tika memperkenalkan diri.
"Dia itu agak sadis Julia! sejak aku bekerja disini, selalu saja aku salah dimatanya." ucap Tika sedih.
"Maksudmu dia, siapa Tik?" tanya Julia.
"Pak Fatah!" jawab Tika cemberut
"Oh,,,, " jawab Julia singkat, sambil tertawa.
"Kok kamu tertawa sih?" Tika tambah memanyunkan bibirnya sedih.
"Tak apa Tika,,,, mungkin Pak Fatah lagi ada masalah dengan istrinya, jadi baper." jawab Julia terkekeh.
akhirnya mereka tertawa berbarengan. Hahaha,,,,,
Sampai karyawan pria yang ada di ruangan itu menoleh bersamaan ke arah dua perempuan itu.
•
•
•
__ADS_1
( tunggu lanjutannya, jangan lupa like n komennya ya sob )